Terang-terangan, Pemkot Banjarmasin Tak Siap Hadapi Banjir: Seperti Jakarta Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Waspadai Modus Politik Uang; Transfer Pulsa hingga Janji Umrah

- Apahabar.com Senin, 15 April 2019 - 10:28 WIB

Waspadai Modus Politik Uang; Transfer Pulsa hingga Janji Umrah

Tolak politik uang. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Money politics atau politik uang sudah pasti akan merusak kualitas demokrasi.

Dikenal dengan ‘serangan fajar’, politik uang umumnya terjadi pada last minute atau menjelang masuk ke tempat pemungutan suara atau TPS.

“Biasanya orientasi orang melakukan katakanlah apa yang disebut ‘serangan fajar’, politik uang banyak dilakukan di last minute menjelang masuk ke TPS,” ungkap anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin dikutip apahabar.com dari detikcom, Senin (15/4) pagi.

Baca Juga: Gunakan Hak Pilih di Singapura, Beda SBY dengan Ibu Ani

Pada pekan lalu, Bawaslu menggelar apel Pengawasan Nasional. Salah satu tujuannya untuk mencegah praktik haram tersebut. Selain itu, Bawaslu turut memetakan daerah daerah yang potensial politik uang.

Menurut Afif, modus politik uang kini beragam. Mulai dari konvensional; dengan cara langsung memberikan amplop, transfer pulsa hingga dijanjikan umrah. Atau memberikan dana operasional ke relawan.

“Ada juga yang melakukan dengan cara memperbanyak relawan,” jelas dia.

Politik uang secara konvensional, sebut dia, akan lebih mudah diusut ketika sudah ada laporan atau ditemukan indikasi. Namun tidak dengan modus transfer pulsa atau uang elektronik atau e-Money. Untuk itu, Bawaslu akan menggandeng PPTAK untuk menelusuri aliran dananya.

Afif sepakat jika politik uang ini adalah racun yang dapat merusak Pemilu. “Politik uang ini sampah. Jangan sampai kemudian motivasi orang memilih di masa pemilu nanti hanya karena diberi uang atau dijanjikan sesuatu,” ujar Afif.

Dirinya mengingatkan bahwa potensi kerawanan dalam Pemilu itu nyata adanya. Bagaimana Bawaslu menjaga Pemilu 2019 agar bersih dari praktik kecurangan?

Baca Juga: KPU Telah Distribusikan Formulir C6

Bawaslu, kata dia, selalu melakukan update terkait potensi kerawanan di daerah-daerah untuk dicarikan solusinya. Ketika menyangkut keamanan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian. “Atau berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bila terkait data pemilih,” jelas dia.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Khofifah Didorong Masuk Bursa Caketum PPP
apahabar.com

Politik

Mendaftar ke KPU Kalsel, Denny – Difri Dikawal Emak-emak
apahabar.com

Politik

Daftar ke KPU, Relawan Paslon Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina-Ariffin Hanya Bisa Lihat Monitor
apahabar.com

Politik

Laporan Dana Kampanye, Nih Paslon Paling Jor-joran Selama Pilwali Banjarmasin 2020
apahabar.com

Politik

Erick Thohir : Lihat Kejutan Jokowi di Jawa Barat
apahabar.com

Politik

Paman Birin-Muhidin Terima SK Golkar-PAN, Gerindra-PKB Siapkan Kejutan
apahabar.com

Politik

Poros Milenial Banjarmasin Dukung Petahana di Pilwali 2020
apahabar.com

Politik

Jika Tak Tertib, KPU: Penonton Debat Harus Keluar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com