Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Waspadai Penyakit Serius Jika Mendadak Bangun Malam

- Apahabar.com Kamis, 25 April 2019 - 07:00 WIB

Waspadai Penyakit Serius Jika Mendadak Bangun Malam

Ilustrasi. Foto-iStock

apahabar.com, JAKARTA – Beragam masalah kesehatan menjadi penyebab seseorang mendadak terbangun pada malam hari.

Jika dibiarkan mungkin penyakit ini bisa berbahaya dan sangat menganggu kesehatan tubuh. Bahkan akibat ringan dari terbangun di malam hari secara tiba-tiba, bisa membuat dirimu sulit tidur kembali, detak jantung yang tidak normal, dan lain sebagainya.

Kemudian jika kamu mengalami sulit tidur atau insomnia, bisa menganggu aktivitas sehari-hari. Karena jika pola tidurmu terganggu, maka waktu istirahat pun ikut terganggu.

Baca Juga: Bamega Lounge dan Terrace, Tempatnya Para Eksekutif Muda Nongkrong

Pola istirahat yang tidak bagus juga akan menyebabkan berbagai penyakit dan merugikan tubuh. Sering terbangun di malam hari juga memiliki resiko terkena serangan jantung sebesar 99 persen, kemudian bisa terkena stroke 37 persen lebih besar.

Berikut rangkuman Liputan6.com beberapa penyakit yang menyebabkan kamu sering terbangun mendadak di malam hari hingga sulit tidur.

60 persen penderita depresi sering mengalami insomnia atau masalah tidur. Menurut Jane Bozier, seorang perawat kesehatan mental dan pakar tidur, mengatakan bahwa depresi dapat menyebabkan gangguan tidur dalam berbagai cara.

Kamu mungkin akan kesulitan untuk bangun dipagi hari dan merasa berada dalam suasana yang tidak menyenangkan sepanjang hari, atau suasana lesu.

Sleep apnea adalah kondisi di mana pernapasan benar-benar berhenti dan dimulai sepanjang malam, hal ini akan menyebabkan kamu terbangun di malam hari. Sleep apnea sendiri terjadi karena masalah kesehatan lainnya seperti amandel atau obesitas.

Jika pernapasan sering berhenti mendadak selama tidur, akibatnya organ tubuh terutama otak mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk, dan dapat membuatmu merasa kelelahan keesokan harinya.

Gangguan pencernaan juga bisa menyebabkan kamu terbangun di malam hari. Gangguan pencernaan bisa disebabkan oleh makan makanan berat menjelang tidur.

Untuk menghilangkan gangguan ini, kamu bisa memberikan jeda makan sebelum tidur lebih awal atau berhenti makan dekat dengan waktu tidur. Kamu juga bisa memilih untuk makan makanan ringan jika merasa lapar.

Ketika kamu mengalami radang sendi, maka dibutuhkan waktu yang lama agar kamu bisa terlelap dari tidurmu. Kemudian gerakan yang mendadak akan menimbulkan gesekan pada sendir dan menimbulkan rasa sakit yang bisa membangunkanmu di malam hari.

80 persen penderita radang sendi pasti mengalami kesulitan dalam tidurnya. Selain itu kurang tidur juga dapat menyebabkan memburuknya gejala di siang hari, sehingga mungkin terasa seperti siklus tanpa akhir.

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45 sampai 55 tahun. Wanita dikatakan menopause ketika tidak mengalami menstruasi lagi minimal 12 bulan.

Menopause juga akan menyebabkan sulit tidur bagi penderitanya. Hal ini disebabkan karena merasa panas atau gerah dan mudah berkeringat saat malam hari. Hal ini sering disebut dengan hot flashes.

Itulah beberapa penyakit yang harus kamu waspadai ketika tiba-tiba terbangun di malam hari atau kesulitan untuk tidur. Waktu tidur yang tidak normal akan mengganggu aktifitas sehari-hari dan menimbulkan berbagai macam penyakit lainnya.

Baca Juga: Budaya Minum Kopi Kekinian

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Nikmati Wisata Alam Bogor, Luna Maya Asyik Makan Jengkol
apahabar.com

Gaya

Ponsel Realme Diskon, Simak Daftar Harganya
apahabar.com

Gaya

Kurangi Limbah Plastik, Remaja Ini Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan
apahabar.com

Gaya

Makan Kimchi Diklaim Turunkan Risiko Tertular Covid-19, Benarkah?
apahabar.com

Gaya

Begini Cara Pakai Obat Kumur Saat Berpuasa
apahabar.com

Gaya

Menilik Manfaat Wik Wik Wik Saat Pandemi Covid-19
apahabar.com

Gaya

Cara Hentikan Orang yang Stalking WhatsApp
apahabar.com

Gaya

5 Jenis Minyak Sehat untuk Memasak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com