Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Wiranto: Peran KPI Sentral Merawat Kebhinekaan

- Apahabar.com Selasa, 2 April 2019 - 14:18 WIB

Wiranto: Peran KPI Sentral Merawat Kebhinekaan

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto saat diwawancarai wartawan di Hotel G’sign. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menekankan peran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sangat sentral merawat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dalam konteks kebhinekaan.

“Aksi yang akan dikedepankan yakni bagaimana cara untuk membangun satu penyiaran yang sehat dan berkualitas,” ucap Mantan Panglima TNI itu kepada awak media di Banjarmasin, Selasa (2/4/2019).

Kata kuncinya, kata dia, bagaimana cara dan strategi untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Mengingat, semangat persatuan dan kesatuan merupakan warisan dari para pendahulu bangsa.

“Kemerdekaan ini adalah wujud dari persatuan sebagai bangsa,” tegasnya.

Menurutnya, pada beberapa periode yang telah lalu bangsa Indonesia telah berhasil melewati masa-masa kritis. Semua tak lepas dari semangat persatuan sebagai bangsa.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan, khususnya menjelang Pemilu 2019 mendatang, perlu dihindari dan diantisipasi hal-hal yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan.

Ia berujar, menjelang pemilu yang tinggal menghitung hari, beda pendapat dan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses berdemokrasi. Namun, persamaan sebagai bangsa tak boleh terusik.

Baca Juga: Di Banjarmasin, Wiranto Bantah Pernyataan Prabowo ‘Asal Bapak Senang’

Sebagai Menko Polhukam, Wiranto berpesan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama aparat keamanan dan seluruh komponen bangsa untuk merawat persatuan. Dengan terus mengajarkan kepada masyarakat pemilih.

“Jangan sampai terkecoh oleh hoax yang memecah bangsa. Baik dari internal, eksternal maupun teroris. Mari kita merawat bersama, ” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan, Menko Polhukam memiliki wewenang di bidang komunikasi, politik, hukum dan keamanan.

Dalam konteks keamanan, jelas dia, media massa khususnya dunia penyiaran memiliki tanggung jawab dalam menjaga pertahanan. Terlebih, sebuah negara tak ada apa-apanya apabila penyiarannya reot dan semrawut.

Ia pun menyadari media perlu merawat kebhinekaan dengan ending persatuan, salah satunya dengan menyediakan konten penyiaran yang berkualitas.

Mesti pun faksi-faksi terbelah di masyarakat, ia berujar penyiaran harus tetap satu, menjaga kesatuan dan persatuan untuk menyampaikan konten positif kepada masyarakat.

“Kami KPI telah berhasil mengawasi kurang lebih dua ribu lebih radio se-Indonesia dan 1.106 televisi di Indonesia. Semua teratur dengan regulasi penyiaran,” tutupnya.

Baca Juga: Teknologi Kuno Solusi Hindari Defisit, Wiranto: AS, Jepang, Cina Saja Punya Utang

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

WHO: Lebih dari 22.000 Petugas Kesehatan Terinfeksi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Telkom: Layanan Telekomunikasi di Banten-Lampung Normal
apahabar.com

Nasional

Satu Napi di Lapas Cipinang Hilang Diduga Melarikan Diri
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Jangan Sampai Aparat Hukum Dibajak Para Mafia
apahabar.com

Nasional

TNI AL: Kapal Cina Tak Mau Keluar dari Natuna
apahabar.com

Nasional

Pengusaha Minta Jokowi Reformasi Segala Bidang
apahabar.com

Nasional

Belanda Janji Kembalikan Berlian 70 Karat Milik Sultan Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Laporan Keuangan Pemerintahan Jokowi Peroleh Opini WTP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com