Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS Versi Kemenkes

- Apahabar.com Minggu, 12 Mei 2019 - 19:33 WIB

13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS Versi Kemenkes

TKN Milenial gelar aksi solidaritas untuk petugas KPPS yang meninggal dunia. Foto–detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Pemilu 2019 diwarnai oleh kepergian ratusan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Kementerian Kesehatan pun telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan tenaga kesehatan di daerah untuk melaksanakan pelayanan kesehatan, termasuk melakukan investigasi penyebab meninggalnya petugas Pemilu 2019.

Dalam siaran persnya seperti dilansir Antara, Minggu (12/5/2019), Kementerian Kesehatan telah menemukan 13 jenis penyakit penyebab meninggalnya petugas KPPS di 15 provinsi.

Baca Juga: KPU Rekapitulasi Suara Nasional 5 Provinsi

13 penyakit penyebab meninggalnya petugas KPPS versi Kemenkes tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.

Selain disebabkan 13 jenis penyakit itu, ada pula kejadian meninggal petugas KPPS karena kecelakaan. Sebelumnya, pihak Kemenkes melakukan investigasi atas kasus tersebut.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan di 15 provinsi, kebanyakan petugas KPPS yang meninggal di rentang usia 50-59 tahun.

Baca Juga: Ma’ruf Amin: Bangun Bangsa-Negara, Ulama Siap Ditempatkan di Mana Saja

Jumlah korban meninggal di DKI Jakarta 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu tujuh jiwa, Kepulauan Riau tiga jiwa, Bali dua jiwa, Kalimantan Selatan delapan jiwa, Kalimantan Tengah tiga jiwa, Kalimantan Timur tujuh jiwa, Sulawesi Tenggara enam jiwa, Gorontalo tidak ada, Kalimantan Selatan 66 jiwa, dan Sulawesi Utara dua jiwa.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan terkait dengan jadwal petugas KPPS tersebut perlu dilihat terlebih dahulu mengenai kepadatan tugas bersama KPU.

“Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang,” kata dia.

Baca Juga: KPK: Pejabat Negara Tidak Boleh Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Ke depannya, kata dia, petugas pemilu yang dipekerjakan harus mempunyai kondisi kesehatan yang baik, lingkungan pekerjaan yang sehat, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, ruangan yang cukup luas, dan ritme kerja serta jam kerja diatur dengan baik, dan memberikan porsi istirahat yang cukup.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pengguna WhatsApp Perlu Update Aplikasi
apahabar.com

Nasional

Aa Gym Bicara Aksi Anti-Omnibus Law Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Demi Siram Toilet, Pelajar di Flores Rela Pikul Air 5 Km
apahabar.com

Nasional

Gelombang Setinggi 4-6 Meter Ancam Perairan NTT
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya pada 4 Anggota Polri
apahabar.com

Nasional

Jokowi Wacanakan Bangun Tol Hubungkan Kalsel dan Ibu Kota Negara
apahabar.com

Nasional

Dilantik Hari Ini, Catat Janji Jokowi-Ma’ruf  
apahabar.com

Nasional

Cegah Kluster Libur Akhir Tahun, Jokowi Minta Jatah Cuti Diperpendek
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com