Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

250 Hektar Sawah di Katingan Terendam Banjir

- Apahabar.com Sabtu, 4 Mei 2019 - 18:18 WIB

250 Hektar Sawah di Katingan Terendam Banjir

Kondisi lahan pertanian terendam banjir di Katingan. Foto - Antara/Istimewa

apahabar.com, KATINGAN – Para petani di Desa Jaya Makmur, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah tidak bisa menanam padi karena lahan pertanian mereka seluas 250 hektare terendam banjir, akibat tingginya curah hujan di daerah itu.

Camat Katingan Kuala Surianto di Katingan, Sabtu (4/5/2019), mengatakan, untuk sementara waktu, sebagian lahan pertanian daerah setempat yang juga lumbung padi di Katingan itu, tidak bisa diolah karena banjir, sedangkan petani pun harus menunggu hingga debit air turun dan curah hujan berkurang.

“Penyebab utamanya adalah curah hujan yang terlalu tinggi. Juga karena saluran kolektor tersumbat sebab tanggul penghalang belum ada, sehingga air dari hutan bisa masuk,” katanya seperti dilansir Antara.

Namun demikian, petani di wilayah barat Desa Jaya Makmur tidak mengalami kendala dalam penanaman pagi, bahkan sudah mulai menanam sejak minggu pertama April 2019.

Sebenarnya, masalah banjir yang merendam lahan pertanian masyarakat tersebut bisa diantisipasi dengan sejumlah tindakan.

“Caranya adalah dengan melakukan normalisasi saluran air di sebelah timur dan mengolah tanggul sepanjang 3,2 kilometer sebagai penghalang masuknya air ke dalam lahan pertanian dari kawasan hutan,” kata Surianto.

Kepala Desa Jaya Makmur Ahmad Wahyudi mengungkapkan warga setempat yang bekerja sebagai petani mencapai 95 persen dari total penduduk setempat. Mereka, sebagian besar tidak bisa memulai aktivitas karena lahannya terendam banjir.

“Lahan banjir itu akibat tidak dibuatnya tanggul penghalang masuknya air sebelah timur, sehingga air hujan mudah masuk ke dalam lahan pertanian. Juga kurang dalamnya saluran sekunder lahan pertanian,” kata dia.

Padahal, pihaknya sudah sering mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk dibuatkan tanggul sepanjang 3,2 kilometer, baik melalui musrenbang maupun secara langsung.

Namun, kata dia, sampai saat ini belum ada respons positif bagi warga dari pihak terkait.

“Seringnya terjadi banjir pada setiap musim penghujan, diharapkan menjadi perhatian serius dan mendapatkan tindakan cepat dari pemerintah untuk mengantisipasi,” kata Ahmad Wahyudi.

Baca Juga: Daud Danda: Pemilik Tongkang Wajib Perbaiki Kerusakan Fender Jembatan Kalahien

Baca Juga: Usai Robohnya Fender Jembatan Kalahien, Tongkang Dilarang Melintas

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Siswa Ngelem, Mana Satpol PP?  
Polres Barut Ringkus Pemilik 36 Paket Sabu

Kalteng

Polres Barut Ringkus Pemilik 36 Paket Sabu
apahabar.com

Kalteng

Jelang Pilkada, Kalteng Kekurangan Blangko KTP Elektronik
apahabar.com

Kalteng

Intip Persiapan Kapuas Sambut Kedatangan Presiden Jokowi
apahabar.com

Kalteng

10 Hektare Lahan di Bina Karya Kapuas Kalteng Terbakar, BPBD Lakukan Pemadaman
apahabar.com

Kalteng

Pemkab Barut Usulkan Sertifikat Tanah Pedesaan
apahabar.com

Kalteng

Pastikan Tahapan Pilgub Kalteng Aman, Kapolsek Teweh Tengah Sambangi Panwascam dan PPK Teweh Baru
apahabar.com

Kalteng

Bawaslu Barito Utara Lantik 27 Anggota Panwascam 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com