Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020 Bendera RI Rasa Polandia di SKPD Kotabaru, Sore Hari Baru Diturunkan Pulang dari Banjarmasin, 1 Anggota DPRD Tabalong Positif Covid-19 Hasil Liga Inggris, Kalah 3-1 dari Liverpool, Pelatih Arsenal Arteta Langsung Berburu Gelandang Kreatif

7 Negara dengan Tradisi Unik di Ramadan

- Apahabar.com Sabtu, 25 Mei 2019 - 06:15 WIB

7 Negara dengan Tradisi Unik di Ramadan

Tradisi Muqam di Tiongkok. Foto-idntimes.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Ramadan disambut antusias di penjuru dunia yang terdapat umat Islam di dalamnya. Sambutan itu kemudian menjadi tradisi unik sekaligus menarik.

Baca Juga: MUI Kalsel Imbau Jemaah Seluruh Masjid Salat Ghaib untuk Ustaz Arifin Ilham

Berikut tradisi unik di bulan Ramadan yang terjadi di 7 negara, seperti dilansir Republika yang mengutip dari cermati.com;

  1. Festival Garangao di Qatar
apahabar.com

Festival Garangao di Qatar via olive.qa

Tepat pada tanggal 13, 14, dan 15 Ramadan, anak-anak yang tinggal di Qatar akan berlomba-lomba memakai pakaian khusus untuk mengikuti festival Garangaou. Anak laki-laki berpakaian baju hitam, sedangkan anak perempuan memakai baju tradisional lengkap dengan ikat kepala berwarna emas.

Festival ini biasanya diadakan setelah buka puasa dan salat magrib. Anak-anak yang mengikuti festival tersebut akan berjalan menghampiri rumah-rumah warga sambil bernyanyi untuk mendapatkan kue ataupun permen.

  1. Kuliner Khas Turki dan Periksa Kesehatan di Jerman
apahabar.com

Kuliner khas Turki. Foto-net

Suasana Ramadan di Jerman terasa indah karena kebanyakan umat Muslim berasal dari Turki. Tak heran kalau kuliner khas Turki, yaitu kue sangat mudah ditemukan menjelang Ramadan di Jerman. Ada qata’ef (kue kering yang kulit luarnya direndam sirup gula) dan qamruddin (jus apricot).  Untuk urusan cita rasa, sudah tidak perlu diragukan.

Selain kudapan lezat, tradisi unik lainnya adalah periksa ke dokter. Jadi sebelum menjalankan ibadah puasa, anak-anak dan Lansia wajib memeriksakan kesehatannya ke dokter untuk mengetahui apakah orang tersebut diperbolehkan berpuasa atau tidak.

  1. Menembakkan Meriam di Arab Saudi
apahabar.com

Menembakkan meriam di Arab Saudi. Foto-net

Di Arab Saudi, menembakkan meriam ke langit adalah pertanda waktu buka puasa sudah tiba. Hal itu sudah menjadi tradisi di negara tersebut.

Uniknya lagi, meriam yang dipasang bukan hanya di satu titik saja, tapi di beberapa titik kota. Meskipun terkesan ekstrem, tapi meriam yang ditembakkan cukup aman karena terbuat dari katrid kosong yang diisi dengan bubuk hitam.

  1. Tradisi Memborong Pernak-Pernik Ramadan di Perancis
apahabar.com

Aksesoris Ramadan di Prancis. Foto-grid.id

Bulan Ramadan memang identik dengan outfits baru. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, hingga pernak-pernik rumah. Tradisi belanja besar-besaran seperti ini bisa ditemukan di Prancis.

Menariknya, barang yang dibelanjakan bukan pakaian atau sepatu, melainkan pernak-pernik bernuansa Ramadan untuk dipajang di dalam rumah atau apartemen.

Tradisi ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, kala imigran asal Arab tinggal di Prancis. Tradisi ini bisa kamu temukan di Couronne, Perancis.

  1. Tradisi Muqam di Tiongkok
apahabar.com

Tradisi Muqam di Tiongkok. Foto-idntimes.co

Muqam adalah salah satu tradisi asal Tiongkok yang diisi dengan tarian dan lagu bernuansa tradisional sebelum menyambut Ramadhan. Tradisi ini biasa diadakan di Masjid Id Kah yang letaknya berada di wilayah perbatasan antara Turki dan China.

Tradisi Muqam ini cukup populer pada masanya. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi unik ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat akibat pengaruh gaya hidup dan budaya masyarakat luar.

  1. Tradisi Padusan di Indonesia
apahabar.com

Padusan di Indonesia via Tribun Travel – Tribunnews.com

Ternyata, tradisi Ramadan di Indonesia tidak kalah uniknya jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Misalnya di Pulau Jawa, terdapat tradisi Padusan yang cukup populer. Tradisi ini diisi dengan ritual membasuh diri secara bersama-sama dengan tujuan untuk membersihkan diri dari dosa.

Sebelum mengikuti ritual, masyarakat wajib mengunjungi makam leluhur terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengenang arwah yang telah berjasa selama hidup.

  1. Tradisi Pergi ke Gua di Bosnia
apahabar.com

Pergi ke Goa di Bosnia. Foto-republika.com

Tradisi yang satu ini sebenarnya hampir sama dengan tradisi Padusan. Perbedaannya, umat Muslim di Bosnia pergi ke Gua di Kota Kladanj untuk membersihkan diri. Air di dalam gua dipercaya dapat memancarkan inner beauty, sehingga siapapun yang membasuh wajahnya dengan air akan membuat wajah kelihatan berseri.

Selain membasuh wajah dan tubuh, gua juga dijadikan sebagai tempat untuk berdoa. Tradisi ini hanya diadakan menjelang Ramadan, selebihnya tidak.

Baca Juga: Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Jami; Setiap Jemaah Baca Satu Juz Alquran

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Festival Basirih Akan Hadir di Kota Banjarmasin, Apa Itu?
Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya

Habar

Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya
apahabar.com

Habar

Jika Jemaah Haji Kalsel Berangkat Tahun Depan, Kemenag Janji Sesuai Urutan
apahabar.com

Habar

Guru Udin Gemakan Sholawat di Barabai Expo 2019, Jamaah Tumpah Ruah
apahabar.com

Habar

70 Relawan Siap Dokumentasikan Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Update Haul Sekumpul ke15; Tamu Haul Berdatangan, Penginapan Mulai Terisi
apahabar.com

Habar

Penyelenggaraan Haji Belum Diputuskan, Kemenag: Detil Skenario Masih Dikaji
apahabar.com

Habar

Qari Sekumpul Bermimpi Dijemput Abah Guru, Ini Penjelasan Keluarga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com