Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda

7 Negara dengan Tradisi Unik di Ramadan

- Apahabar.com Sabtu, 25 Mei 2019 - 06:15 WIB

7 Negara dengan Tradisi Unik di Ramadan

Tradisi Muqam di Tiongkok. Foto-idntimes.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Ramadan disambut antusias di penjuru dunia yang terdapat umat Islam di dalamnya. Sambutan itu kemudian menjadi tradisi unik sekaligus menarik.

Baca Juga: MUI Kalsel Imbau Jemaah Seluruh Masjid Salat Ghaib untuk Ustaz Arifin Ilham

Berikut tradisi unik di bulan Ramadan yang terjadi di 7 negara, seperti dilansir Republika yang mengutip dari cermati.com;

  1. Festival Garangao di Qatar
apahabar.com

Festival Garangao di Qatar via olive.qa

Tepat pada tanggal 13, 14, dan 15 Ramadan, anak-anak yang tinggal di Qatar akan berlomba-lomba memakai pakaian khusus untuk mengikuti festival Garangaou. Anak laki-laki berpakaian baju hitam, sedangkan anak perempuan memakai baju tradisional lengkap dengan ikat kepala berwarna emas.

Festival ini biasanya diadakan setelah buka puasa dan salat magrib. Anak-anak yang mengikuti festival tersebut akan berjalan menghampiri rumah-rumah warga sambil bernyanyi untuk mendapatkan kue ataupun permen.

  1. Kuliner Khas Turki dan Periksa Kesehatan di Jerman
apahabar.com

Kuliner khas Turki. Foto-net

Suasana Ramadan di Jerman terasa indah karena kebanyakan umat Muslim berasal dari Turki. Tak heran kalau kuliner khas Turki, yaitu kue sangat mudah ditemukan menjelang Ramadan di Jerman. Ada qata’ef (kue kering yang kulit luarnya direndam sirup gula) dan qamruddin (jus apricot).  Untuk urusan cita rasa, sudah tidak perlu diragukan.

Selain kudapan lezat, tradisi unik lainnya adalah periksa ke dokter. Jadi sebelum menjalankan ibadah puasa, anak-anak dan Lansia wajib memeriksakan kesehatannya ke dokter untuk mengetahui apakah orang tersebut diperbolehkan berpuasa atau tidak.

  1. Menembakkan Meriam di Arab Saudi
apahabar.com

Menembakkan meriam di Arab Saudi. Foto-net

Di Arab Saudi, menembakkan meriam ke langit adalah pertanda waktu buka puasa sudah tiba. Hal itu sudah menjadi tradisi di negara tersebut.

Uniknya lagi, meriam yang dipasang bukan hanya di satu titik saja, tapi di beberapa titik kota. Meskipun terkesan ekstrem, tapi meriam yang ditembakkan cukup aman karena terbuat dari katrid kosong yang diisi dengan bubuk hitam.

  1. Tradisi Memborong Pernak-Pernik Ramadan di Perancis
apahabar.com

Aksesoris Ramadan di Prancis. Foto-grid.id

Bulan Ramadan memang identik dengan outfits baru. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, hingga pernak-pernik rumah. Tradisi belanja besar-besaran seperti ini bisa ditemukan di Prancis.

Menariknya, barang yang dibelanjakan bukan pakaian atau sepatu, melainkan pernak-pernik bernuansa Ramadan untuk dipajang di dalam rumah atau apartemen.

Tradisi ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, kala imigran asal Arab tinggal di Prancis. Tradisi ini bisa kamu temukan di Couronne, Perancis.

  1. Tradisi Muqam di Tiongkok
apahabar.com

Tradisi Muqam di Tiongkok. Foto-idntimes.co

Muqam adalah salah satu tradisi asal Tiongkok yang diisi dengan tarian dan lagu bernuansa tradisional sebelum menyambut Ramadhan. Tradisi ini biasa diadakan di Masjid Id Kah yang letaknya berada di wilayah perbatasan antara Turki dan China.

Tradisi Muqam ini cukup populer pada masanya. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi unik ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat akibat pengaruh gaya hidup dan budaya masyarakat luar.

  1. Tradisi Padusan di Indonesia
apahabar.com

Padusan di Indonesia via Tribun Travel – Tribunnews.com

Ternyata, tradisi Ramadan di Indonesia tidak kalah uniknya jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Misalnya di Pulau Jawa, terdapat tradisi Padusan yang cukup populer. Tradisi ini diisi dengan ritual membasuh diri secara bersama-sama dengan tujuan untuk membersihkan diri dari dosa.

Sebelum mengikuti ritual, masyarakat wajib mengunjungi makam leluhur terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengenang arwah yang telah berjasa selama hidup.

  1. Tradisi Pergi ke Gua di Bosnia
apahabar.com

Pergi ke Goa di Bosnia. Foto-republika.com

Tradisi yang satu ini sebenarnya hampir sama dengan tradisi Padusan. Perbedaannya, umat Muslim di Bosnia pergi ke Gua di Kota Kladanj untuk membersihkan diri. Air di dalam gua dipercaya dapat memancarkan inner beauty, sehingga siapapun yang membasuh wajahnya dengan air akan membuat wajah kelihatan berseri.

Selain membasuh wajah dan tubuh, gua juga dijadikan sebagai tempat untuk berdoa. Tradisi ini hanya diadakan menjelang Ramadan, selebihnya tidak.

Baca Juga: Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Jami; Setiap Jemaah Baca Satu Juz Alquran

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Cegah Paparan Corona, Kakbah dan Hijir Ismail Dipagari Seng
apahabar.com

Habar

Polisi Bagikan Nasi Gratis untuk Jemaah Haul KH Anang Sya’rani Arif ke 51
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Menag Update Info Haji 2020
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibersihkan 4 Kali Sehari di Musim Haji
apahabar.com

Habar

Jelang Haul Habib Abdurrachman Baraqbah, Panitia Gelar Rapat Gabungan
apahabar.com

Habar

Suhu Ekstrem di Jeddah, Terpanas Sejak 2010
apahabar.com

Habar

Haul Habib Basirih ke-72, Habib Abu Bakar Mauladdawilah Ingatkan Wanita
apahabar.com

Habar

Untuk Sementara, Travel Diminta Tak Buka Pendaftaran Umrah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com