Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Kalsel

Rabu, 15 Mei 2019 - 14:37 WIB

Alasan Bawaslu Setop Kasus Politik Uang Tamliha

Rizky p - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-istimewa

Ilustrasi. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel resmi menyetop kasus politik uang yang menyeret Syaiful Tamliha (ST).

Berdasarkan pemeriksaan enam saksi, tak satupun membenarkan atau melihat politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu melancarkan money politics

“Mereka (Saksi) tak bisa menjabarkan yang memberikan uang tersebut adalah terlapor ST,” ujar Komisioner Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie, kepada apahabar.com, Rabu (15/5).

Dari enam saksi tersebut, empat saksi berasal dari pihak pelapor. Sedangkan dua saksi lain dari Bawaslu.

“Dua orang saksi itu kami jemput langsung dari Kabupaten HST,” jelas Azhar.

Praktis, Bawaslu menyatakan kasus yang bermula dari aduan Nasrullah AR terhadap sesama kader PPP itu tak dapat dilanjutkan. Karena unsur yang belum terpenuhi, yaitu, buki dan informasi yang kuat.

Baca juga :  KPU Jamin Kualitas dan Keamanan Kotak Suara ‘Kardus’

“Dari kajian kami, laporan dihentikan karena tidak termasuk unsur tindak pidana pemilu sebagaimana diatur dalam pasal 523 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu,” terang Aldo, sapaan akrabnya.

Sebelumnya berdasarkan surat nomor 002/LP/PL/Provinsi/22.00/IV/2019, Nasrullah menuding caleg DPR RI yang dipastikan lolos ke Senayan itu melancarkan serangan fajar di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 1. Dapil tersebut juga merupakan dapil Nasrullah mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.

Selama 14 hari mengkaji, Bawaslu tak cuma menghentikan. Kata Aldo, kasus yang menjerat ST ini tak dapat lagi ditelusuri karena tidak ada sama sekali petunjuk ke arah subjek atau pelanggar.

Baca juga :  Gara-Gara Las, Teluk Dalam Geger CBR Terbakar

Lantas apa kata Nasrullah soal penghentian kasus tersebut?

Caleg DPR RI itu mengaku takkan tinggal diam.

“Kita bisa saja menempuh jalur lain, memasukkan perkara ini ke Polda Kalsel baik pidana umum atau tindak pidana korupsi. Untuk pidana umum, kepolisian bisa melakukan pengusutan,” ujarnya, dihubungi apahabar.com, malam tadi.

Baca Juga: Bawaslu Setop Money Politics, Nasrullah Minta Tamliha Bertobat

Baca Juga: Nasrullah AR Tunjukkan Bukti Money Politics Tamliha

Baca Juga: Dilaporkan Money Politics, Tamliha Tetap Tenang

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Peduli Ibu Hamil, Pemkab HSS Gelar Seminar Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Ibu Kota di Kaltim, dan Relevansi Pemikiran Bung Karno
apahabar.com

Kalsel

KPU HSS Siap Laksanakan Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

BI Bangun Kemandirian Ponpes di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Angka Perceraian di Tapin Tinggi, Ini Pemicunya
apahabar.com

Kalsel

Bupati HST Tidak Tahu Jika Dipolisikan Terkait Cawabup
apahabar.com

Kalsel

Hari Kedua Uji Kelaikan di Kintap, Ratusan Angkutan Terjaring
apahabar.com

Kalsel

Warga Gambut Geger, Mayat Ditemukan dalam Sungai Buatan