Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron

Asyik Berjualan, Pelayan Warung Non-Halal di Banjarmasin Tertangkap Basah

- Apahabar.com Senin, 20 Mei 2019 - 13:51 WIB

apahabar.com, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin kembali beraksi.

Aparat penegak hukum daerah itu menyisir sejumlah daerah yang terindikasi terdapat warung makan yang buka, Senin (20/5) siang. Hasilnya sejumlah warung makan terjaring. Bahkan, yang berlabel non-halal.

Satpol PP memulai aksinya sekitar jam 10 pagi. Dimulai dari kawasan Jalan Ahmad Yani. Masuk ke lingkup perusahaan Pulau Baru, petugas belum juga menemukan buruannya.

Tak puas, mobilnya diarahkan sampai ke Jalan Pramuka. Belum mendapatkan hasil, petugas terus menyisir Jalan Pramuka.

Lalu, tembus ke Jalan Veteran. Sampai akhirnya belok ke kiri, untuk mengawasi tempat makan di sekitaran Jalan Gatot Subroto.

Usaha petugas pun tidak sia-sia. Salah satu tempat makan: Warung Nasi campur Pontianak 36 kedapatan membungkuskan makanan kepada seorang pelanggan. Tertangkap basah, para pelayan di sana pun tidak bisa mengelak lagi.

“Katanya kemaren tutup,” kata salah seorang petugas.

Alhasil, petugas membawa KTP dari salah seorang pelayan di warung tersebut sebagai jaminan. Agar pemilik tempat makan tersebut bisa datang untuk memberikan keterangan.

Rupanya, dari penelusuran lanjutan, warung tersebut adalah warung yang menjajakan makanan non-halal.

“Mau halal atau non-halal tidak ada pengecualian, kita harus saling menghormati,” tanda Mulyadi, Kepala Bidang Seksi Penegakkan Satpol PP.

Menurut Mulyadi, warung nasi campur Pontianak 36 ini sebelumnya sudah pernah didatangi oleh petugas.

“Sebelumnya janji mau tutup, tapi ternyata tetap buka maka akan kita tindak,” ujar Mulyadi.

Beranjak dari warung tersebut, Satpol PP bertolak menuju Jalan Mahat Kasan VI. Di sana petugas juga menemui sebuah tempat makan yang buka, yaitu depot Tori Gayu.

Namun di depan pintunya tertulis hanya melayani bungkus. Saat disambangi ternyata sang pemilik adalah seorang wanita tua bernama Lee Kim Jan Nio.

Lee Kim Jan Nio mengaku baru tinggal 2 tahun di Banjarmasin. “Saya perantauan, jualan juga barusan aja jadi gak tau ada Perda seperti ini. Kalo tahu juga saya tidak bakal langgar. Malu sama tetangga,”ungkapnya.

Dia juga meminta maaf kepada petugas karena ketidaktahuannya atas peraturan yang ada. “Banyak banyak minta maaf pak,”harapnya. Namun petugas tetap menyita KTP nya dan meminta anaknya untuk datang ke kantor, esok hari.

Baca Juga: Bulan Puasa: Produsen Rokok di Kalimantan Rugi Rp 20 Miliar

Baca Juga: Gelar Jualan di Dini Hari Ramadan, Dua Gadis Cantik Ini Bantah Disebut Warung Jablay

Reporter: AHC07
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update 2 Juni: Bertambah 21, Positif Covid-19 di Kalsel Jadi 969
apahabar.com

Kalsel

Jasadnya Tergantung, Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian Dayat
apahabar.com

Kalsel

Tiga Orang Terjebak Api di Dalam Fitnes Yoga Club yang Terbakar
Stick cone

Kalsel

Waspada Stick Cone di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin: Edukasi Luput, Malah Rentan Kecelakaan
apahabar.com

Kalsel

Pasca Kisruh Pengepungan Mahasiswa Papua, Cipayung Plus dan Imapa Ajukan Beberapa Tuntutan
apahabar.com

Kalsel

Sisir Pedagang Pasar, Kapolsek Berikan Sosialisasi dan Edukasi Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Acuhkan Perda Ramadan, Satpol PP Banjar Gerebek Warga Makan Siang di Warung
apahabar.com

Kalsel

Minimalisir Tingkat Kebakaran, Polsek Kintap Kontrol Embung di Daerah Rawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com