ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Ekbis

Selasa, 7 Mei 2019 - 06:30 WIB

Awal Ramadan, Penjualan Perlengkapan Muslim Masih Stabil

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi penjual peci. Foto-net

Ilustrasi penjual peci. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pasar Sudimampir Banjarmasin terpantau ramai pada awal Ramadan ini. Meski demikian, penjualan perlengkapan muslim dirasa masih stabil.

Beberapa pedagang busana muslim di sana mengatakan kecenderungan pekan pertama Ramadan terhadap penjualan mereka tidak terlalu meningkat secara signifikan.

“Stabil saja, sama seperti hari-hari biasa,” ujar firdaus, salah satu pedagang, Senin (06/05/2019).

Pada hari biasa, ia bisa menjual 30-100 peci dengan kisaran harga mulai dari Rp25 ribu.

Tahun ini, pria yang hanya menjual aneka jenis peci dan tasbih tersebut, mengatakan tidak ada tren khusus untuk peci.

Berbeda halnya busana muslim wanita yang terus berubah mengikuti perkembangan fashion.

Baca juga :  Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi

“Kurang lebih sama saja setiap tahunnya, tapi kebanyakan sih yang dicari adalah model Melayu atau Pakistan,” terang Firdaus

Lain lagi dengan pedagang mukena, H Zainudin. Ia menyebut, sejak momentum politik beberapa waktu lalu, sudah merasakan imbas penjualan mukena di tokonya.

“Kalau tahun sebelumnya saat masuk di bulan Rajab biasanya sudah mulai ramai. Tapi tahun ini, masa Pemilu kemaren penjualan jadi cukup sepi. Kalau dibandingkan lebih rame penjualan tahun lalu lah, daripada tahun ini,” jelasnya.

Meski demikian, Zainudin mengatakan lima hari pasca Pemilu mulai ada peningkatan penjualan.

Namun ia menambahkan, barang dagangannya bukan prioritas utama masyarakat saat ini.

Baca juga :  Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat

“Kalau awal puasa seperti ini, masyarakat lebih banyak membeli kebutuhan seperti bahan makanan,” bandingnya.

Ia mematok harga mukena mulai dari Rp25 ribu hingga Rp185 ribu.

Meskipun tidak mendapatkan keuntungan yang banyak, Zainudin mengaku tidak akan menaikkan harga barang dagangannya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia memprediksi penjualan busana muslim dan sejenisnya akan mulai ramai saat memasuki pertengahan Ramadan nanti.

“Biasanya orang-orang akan ramai berbelanja kira-kira minggu kedua atau 7 hari sebelum lebaran,” pungkasnya.

Baca Juga: H1 Ramadan, Harga Bawang Putih di Banjarmasin Makin Menggigit !

Baca Juga: Ada Kampung Ramadan di Tanah Bumbu

Reporter: Ahc09
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Melemah Usai Adanya Korban Jiwa Akibat Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Harga Sayuran di Banjarbaru Naik, Pedagang dan Pembeli Mengeluh
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Digitalisasi Bisnis dan Security Perum Peruri

Ekbis

Tagihan DM Turun, PDAM Bandarmasih Tekor Selama Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Harga Bapok Kalsel Stabil Selama Ramadan 2019
apahabar.com

Ekbis

Ikuti Koreksi Bursa Asia, IHSG Melemah di Awal Pekan
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman
apahabar.com

Ekbis

H-1 Lebaran 2019, Bandara Tjilik Riwut Bak ‘Kuburan’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com