Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan Live Streaming SCTV PSG vs Man United Liga Champions Malam Ini, Link Siaran Langsung Vidio.com Demo Setahun Jokowi di Banjarmasin: 5 Remaja Diamankan, Mahasiswa Respons Santuy Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara

Bawa Replika Keranda dan Mayat, Mahasiswa Geruduk Mapolres Banjarbaru

- Apahabar.com Rabu, 29 Mei 2019 - 15:43 WIB

Bawa Replika Keranda dan Mayat, Mahasiswa Geruduk Mapolres Banjarbaru

BAWA KERANDA - Sejumlah organisasi kemahasiswaan gabungan mendatangi Mapolres Banjarbaru, Rabu (29/5) siang. apahabar.com/Zay

apahabar.com BANJARBARU – Puluhan mahasiswa mengatasnamakan diri, Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusiaan, mendatangi Mapolres Banjarbaru, Rabu (29/5) sore.

Selain berorasi, para mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini juga membawa keranda dan ‘mayat’. Kedua replika tersebut sebagai representasi para penyelenggara pemilu, dan para pengunjuk rasa 22 Mei yang gugur.

Baca Juga: Mahasiswa Banjarbaru Kecam Kerusuhan 22 Mei, Simak Tuntutannya

Korlap Aksi yang juga Ketua Umum KAMMI Banjarbaru, Yoggi menuturkan, aksi ini didasari rasa kemanusiaan. Menyusul aksi pada 21 dan 22 Mei 2019 lalu di Jakarta. Di mana polisi dinilai telah salah dalam penanganan aksi, berefek timbulnya korban jiwa.

“Kami sebagai mahasiswa dan agen perubahan, tidak tinggal diam. Oleh sebab itu menuntut polres Banjarbaru untuk menyatakan permintaan maaf. Baik hati para korban dan masyarakat secara luas,” ungkapnya. Menurut mereka permintaan maaf ini tidak pernah sekalipun keluar dari mulut polisi.

“Kami sebagai mahasiswa Banjarbaru, mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi 21-22 Mei 2019 lalu. Kami juga menuntut Polri menindak tegas oknum polisi yang melakukan pelanggaran menyalahi prosedur, dalam mengamankan massa aksi,” terangnya.

Dinilai sebagai tragedi, pedemo juga mendorong DPR dan Komnas HAM membentuk tim pencari fakta, atas kasus kemanusiaan tersebut.

“Kami juga menuntut, agar mencabut tuduhan makar atas saudara kami, Fahmi Angga ketua PC IMM Kota Medan,” tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan, aksi puluhan mahasiswa masih berjalan di lapangan. Rencananya mereka akan berdialog dengan Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, terkait tuntutan mereka.

Pantauan apahabar.com, sejumlah tuntutan dilayangkan massa kepada polisi, meliputi:

1. Mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi 21-22 Mei 2019
2. Menuntut Kapolri menindak tegas oknum kepolisian yang melakukan pelanggaran menyalahi prosedur dalam mengamankan massa aksi.
3. Menuntut permintaan maaf aparat kepolisian atas tindakan represifnya
4. Mendorong DPR dan Komnas HAM untuk membuat tim pencari fakta atas tragedi kemanusiaan
5. Mendorong pemerintah untuk membuat tim pencari fakta atas meninggalnya penyelengggara pemilu
6. Mencabut tuduhan makar atas saudara Fahmi Angga ketua PC IMM Kota Medan

Baca Juga: Lebaran Sebentar Lagi, Pemkot Banjarmasin Kebanjiran Aduan THR

Reporter: Zepi Al Ayubi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Game Online Jadi Sumber Penghasilan di Tengah Pandemi Corona
apahabar.com

Kalsel

ODP Covid-19 di HST Meningkat, RSUD Damanhuri Siapkan Ruang Isolasi
apahabar.com

Kalsel

Bidan Desa di Tabalong Budidaya Kurma Thailand Jenis H1 dan Barhee
apahabar.com

Kalsel

Pakai Scan QR, Histori Tanaman Pulau Curiak Teridentifikasi
apahabar.com

Kalsel

Kabar Duka dari Tanbu, 1 Pengidap Covid-19 Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Festival Buah Lokal di Balangan, 75 Jenis Buah Langka Dipamerkan
apahabar.com

Kalsel

DLH Banjar Sorot Limbah Medis Infeksius Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Suasana Lokasi Pembunuhan Ayah Tiri di Sungai Andai Mencekam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com