Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Berikut Puasa ala Rasulullah bagi Pasien Penyakit Jantung

- Apahabar.com Senin, 13 Mei 2019 - 06:30 WIB

Berikut Puasa ala Rasulullah bagi Pasien Penyakit Jantung

Ilustrasi serangan jantung. Foto – Net

apahabar.com, SEMARANG — Bagi umat muslim yang tengah menjalani terapi penyembuhan penyakit jantung tetap bisa menunaikan puasa di bulan Ramadan. Meski demikian ada beberapa hal yang penting dihindari jika pasien penyakit jantung ingin menunaikan niatnya berpuasa.

Tim Medis Sultan Agung Cardiac Center RSI Sultan Agung Semarang merekomendasikan berpuasa cara Rasulullah SAW paling tepat bagi pasien penderita penyakit jantung agar tidak meningkatkan risiko yang bisa membahayakan penyakitnya.

Baca Juga: AIMI: Perhatikan Kondisi Ibu dan Bayinya Ketika Berpuasa

Kepala Kelompok Staf Medik (KSM) Jantung dan Pembuluh Darah Sultan Agung Cardiac Center RSI Sultan Agung Semarang, dr Adhitia Budy Prakoso SpJP(K) FIHA mengatakan, berpuasa penuh selama bulan suci Ramadan, tentu menjadi keinginan umat muslim guna memenuhi kewajibannya. Bahkan penderita penyakit jantung pun tetap bisa melaksanakan puasa.

“Namun tentunya ada beberapa tips berpuasa yang harus dilakukan agar niat untuk menunaikan rukun Islam yang keempat tersebut tetap aman bagi penderita penyakit jantung,” ungkapnya, di Semarang, seperti dilansir Republika, Minggu (12/5).

Jika yang bersangkutan masih harus menjalani terapi pengobatan, jelas Adhitia, hal yang penting dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan adalah tetap meminum obat secara teratur. Sejauh ini waktu yang ideal untuk minum obat secara teratur adalah di pagi, siang, atau malam.

Di bulan Ramadan obat dikonsumsi di waktu yang berbeda. “Misalnya pada pagi hari bisa diminum setelah makan sahur, siang hari di minum setelah berbuka puasa serta untuk malam hari diminum sebelum beristirahat (tidur),” jelasnya.

Baca Juga: Kenali 10 Jenis Kurma dan Khasiatnya

Hal berikut yang penting diperhatikan, lanjut Adhitia, adalah tetap mengupayakan ketercukupan asupan nutrisi dan air. Untuk pasien penyakit jantung memang dibedakan, ada pasien yang dibatasi asupan cairan dan ada juga yang tidak perlu membatasi asupan cairan.

Tiap pasien bisa berkonsultasi langsung dengan dokter pribadi masing-masing atau dokter yang menangani. Sehingga saran serta masukan dokter tersebut akan sangat membantu pasien untuk tetap bisa melaksanakan ibadah puasa dengan aman.

Meskipun berpuasa, Adhitia juga menyarankan agar pasien penyakit jantung tetap mengupayakan berolahraga. Untuk olahraga yang paling direkomendasikan adalah jalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Lakukan selama lima hari dalam sepekan.

Sementara itu, Konsultan Elektrifisiologi Semarang Cardiac Center RSI Sultan Agung Semarang, dr Pipin Ardhianto SpJP (K) FIHA menambahkan, hal yang tidak kalah penting dan benar-benar harus dihindari oleh pasien penyakit jantung pada saat berpuasa adalah jangan ‘balas dendam’.

Baca Juga: 5 Manfaat Menyehatkan dari Cincau untuk Buka Puasa

Artinya, meskipun sudah seharian penuh menahan lapar dan haus, pada saat tiba waktunya berbuka puasa tetap bisa mengendalikan diri. Jangan memaksakan semua makanan yang ada harus disantap.

Kalori dan asupan tetap harus diperhatikan dan dijaga. Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa berbuka puasa harus bisa mengendalikan diri dan tetap mengendalikan pola makan serta tidak makan yang berlebihan.

Bahkan, lanjut Pipin, dalam hal kecepatan masuknya makanan pun juga harus tetap dijaga. Terkadang pasien penyakit jantung kalau terlalu banyak dan terlalu cepat memasukkan makanan justru seperti orang olahraga. Akibatnya justru memicu kembali gejala- gejala sesak napas, nyeri dada atau bahkan bisa mengalami serangan jantung lagi.

Pada saat memasukkan makanan, lanjutnya, pasien penyakit jantung sangat disarankan melakukan secara gradual. Misalnya seperti membatalkan puasa dengan minum air putih terlebih dahulu, setelah itu baru melaksanakan salat maghrib. Lalu makan kurma dulu ambil jeda sebelum makan yang tidak berlebihan.

Baca Juga: Memilih Makanan Sahur agar Tetap Bugar selama Berpuasa, Berikut Tipsnya

“Pada prinsipnya bagi penderita penyakit jantung masih bisa melaksanakan puasa, sepanjang berpuasa seperti halnya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, agar tetap aman bagi kesehatan jantungnya,” tandas Pipin.

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Pandemi Covid-19, Rambut Ala Virus Corona Tren di Kenya
apahabar.com

Gaya

Empat Cara Jitu Cegah Pencurian Motor
apahabar.com

Gaya

Suka Minum Kafein Saat Hamil, Bisa Memicu Bayi Lahir Prematur

Gaya

Netizen Respon Miring iPhone 12, Kenapa?
apahabar.com

Gaya

Kedok Produsen Kosmetik Ilegal Lewat Endorse Artis Terkenal
apahabar.com

Gaya

Ini Daftar Orang Terkaya di Dunia 2019, Pendiri Facebook di Urutan ke 8
apahabar.com

Gaya

Xiaomi Bakal Rilis Redmi Note 9 Akhir Bulan Ini
apahabar.com

Gaya

Apakah Kuning Telur Pucat dan Pekat Berbeda Nutrisinya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com