Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Bidik Mafia Tanah di Kalsel, Bareskrim Periksa Oknum BPN Banjar

- Apahabar.com Sabtu, 4 Mei 2019 - 22:02 WIB

Bidik Mafia Tanah di Kalsel, Bareskrim Periksa Oknum BPN Banjar

Lahan milik PT Bangun Banua SHM No 59 yang diklaim oleh Anna Trisula DKK. Foto-apahabar.com/Eddy A

apahabar.com, BANJARMASIN – Kedatangan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri ke Kalimantan Selatan Jumat, (3/5) kemarin bukan sekadar isapan jempol.

Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor Gambut, Iptu Sukardi, kedatangan jajaran lembaga berlambang busur dan panah itu guna menelusuri keberadaan mafia tanah.

“Benar, dari laporan yang kami terima, tiga penyidik Bareskrim Mabes Polri memesan satu ruangan di Polsek Gambut untuk pemeriksaan beberapa saksi terkait lahan tanah di kawasan Gambut,” ujar Sukardi kepada apahabar.com, Sabtu (5/4).

Untuk membuktikan dugaan tersebut, Bareskrim disebut hanya punya waktu satu hari memeriksa sejumlah orang, antara lain staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banjar, Lurah Gambut dan mantan pejabat kelurahan Gambut. Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 10.00.

“Untuk materinya, kami tidak tahu ya, yang jelas ada tiga orang dari Bareskrim yang memeriksa. Selanjutnya mereka cek lokasi tanah di Jalan Ahmad Yani KM 16,800 Gambut yang disengketakan sebelumnya,” kata perwira berpangkat dua balok ini.

Terkait ini, Kuasa hukum PT Bangun Banua, Agung Mattauch mengapresiasi langkah yang diambil Bareskrim Mabes Polri.

Ia sungguh percaya pada kinerja aparat kepolisian karena memiliki SOP terkait penanganan laporan adanya praktik mafia tanah.

“Kami apresiasi tinggi upaya kepolisian, karena pada dasarnya, aset tersebut merupakan milik klien kami. Kami berharap, pihak kepolisian bisa membongkar praktik mafia tanah di Kecamatan Gambut, Kalsel ini,” kata Agung Mattauch ditemui apahabar.com di Mapolsek Gambut.

Agung Berharap, dengan turunnya tiga penyidik Bareskrim Polri ke Banua bisa menciutkan nyali oknum yang diduga kuat sering bermain dengan para mafia tanah.

“Yang dirugikan atas perbuatan mereka jelas rakyat kecil mas,” tandasnya.

Terpisah, oknum yang diduga bersengketa dengan PT Bangun Banua perihal tanah di Jalan Ahmad Yani KM 16,800 Gambut tersebut, Anna Trisula dkk melalui kuasa hukumnya Rahmad enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi. “No komen mas,” singkatnya.

Diwartakan sebelumnya, Bareskrim Polri mengendus keberadaan praktik mafia tanah yang merugikan rakyat kecil di Kalsel.

Salah satu tanah yang menjadi atensi polisi adalah milik PT Bangun Banua yang terletak di Jalan Ahmad Yani, KM 16.700, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Tanah seluas 9137 M2 itu secara sah dimiliki oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kalsel, PT Bangun Banua dengan SHM No 59. Belakang, Aset berupa lahan tersebut diduga diserobot dan disertifikatkan oleh salah seorang oknum bernama Anna Trisula DKK.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Travel di Kalsel Kebanjiran Orderan Umrah

Baca Juga: Bareskrim Polri Intai Mafia Tanah di Kalimantan Selatan

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Dandim 1022/Tanah Bumbu Ikuti Apel Danrem Dandim Terpusat TNI AD 2020
apahabar.com

Kalsel

Jadi Salah Satu Wali Kota Terbaik di Indonesia, Ibnu Tak Percaya
apahabar.com

Kalsel

Pekan Lingkungan Hidup Diikuti 10 Sekolah Adiwiyata di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Guru Khalil Jadi Khatib Salat Iduladha di Masjid Al Karomah
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Kalsel Pastikan Rekrut Ulang Panwascam
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Hebat di Sutoyo Banjarmasin, 6 Rumah Luluh Lantak
Ansor

Kalsel

Sah! Pengurus GP Ansor Tapin Dilantik, Siap Cetak Ratusan Banser
Wisata Siring

Kalsel

Masih Pandemi, Wisata Siring Pierre Tendean Mau Dibuka Lagi?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com