Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home Ceramah

Minggu, 12 Mei 2019 - 14:20 WIB

Bolehkah Berpuasa Tanpa Menjalankan Salat? Begini Tanggapan MUI Kalsel

Aam - Apahabar.com

ilustrasi.
Foto-kiblat.net

ilustrasi. Foto-kiblat.net

apahabar.com, BANJARMASIN – Puasa Ramadan adalah suatu kewajiban, begitu juga dengan salat 5 waktu. Nah, bagaimana jika menjalankan puasa, tapi meninggalkan salat 5 waktu? Berikut penjelasan ulama.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Prof Hafiz Anshari mengatakan, salat dan puasa merupakan dua hal yang tak menjadi satu kesatuan atau bersifat parsial.

Seseorang yang melaksanakan puasa, kata dia, maka yang bersangkutan telah melaksanakan kewajiban dan terlepas dari saksi hukum berpuasa. Lalu, apabila yang bersangkutan tak menjalankan salat, maka akan mendapatkan dosa atau sanksi dari hukum salat tersebut.

Baca juga :  Bahagiakan Guru Ngaji, Gus Mus: Berikan Kado Buat Mereka

“Itu masing-masing dan tak bisa digabung menjadi satu,” ucap Guru Besar Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin ini kepada apahabar.com, Minggu (12/5).

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi; Adanya Alam Bukti Adanya Tuhan

Kendati demikian, sambung Prof Hafiz, agama menuntut agar mampu dikerjakan secara keseluruhan. Mengingat, keduanya termasuk rukun Islam yang wajib dikerjakan.

“Apabila salah satunya tak dikerjakan, maka Islamnya tak sempurna. Minimal menjalankan syahadat, salat, dan puasa,” tegasnya.

Sebagai tokoh agama, Prof Hafiz mengimbau kepada masyarakat agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Tak hanya sekadar menahan diri dari lapar dan dahaga, tapi juga menahan hawa nafsu.

Baca juga :  Jemaah Haji Non Prosedural, MUI Kalsel: Pahalanya Hilang!

Kedua, lanjutnya, masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa harus diiringi dengan salat dan kebaikan. Karena Allah SWT telah menjamin bahwa setiap kebaikan akan diganjar pahala yang berlipat ganda.

“Hendaknya puasa diikuti dengan kewajiban lainnya. Terlebih, bulan Ramadan merupakan momen terbaik memperbaiki kualitas ibadah,” tutup Rektor IAI Darussalam Martapura itu.

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: ‘Memahami’ Kekuasaan Tuhan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

Ceramah

Mengutamakan Memperbaiki Diri
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Sifat Allah Terkandung dalam “Laailaahaillallaah”
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: Dzat Allah SWT Bersifat Qiyamuhu Taala Binafsihi
apahabar.com

Ceramah

Ramadan Bulan Mendidik Nafsu, Begini Penjelasan Guru Zuhdi
apahabar.com

Ceramah

Ibunda Rasulullah SAW Pernah Bermimpi akan Bahayanya Penyakit Hasad
apahabar,com

Ceramah

Baca Surah Yasin Malam Nisfu Sya’ban, Mana Dasar Hukumnya?
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Mukjizat dan Karomah Adalah Qudrat Allah
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Allah SWT Tidak Serupa Makhluk