Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Hikmah

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:14 WIB

Bolehkah Donor Darah saat Puasa?

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi donor darah. Foto-net

Ilustrasi donor darah. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Mendermakan kebaikan untuk orang lain dalam bentuk apa pun merupakan hal yang dianjurkan oleh agama. Donor darah termasuk diantaranya. Lantas, bagaimana jika hal itu dilakukan saat puasa? Batalkah puasanya?

Dewan Pembina Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan Arjawinangun Cirebon Jawa Barat, Ustadz M Mubasysyarum Bih menjelaskan, Donor darah yang dilakukan dengan proses injeksi di bagian tangan, tidak dapat membatalkan puasa.

Sebab menurutnya, tidak ada benda yang masuk ke anggota tubuh bagian dalam melalui rongga terbuka. Donor darah tidak lebih merupakan proses melukai tubuh yang tidak mempengaruhi keabsahan puasa, sama seperti melukai tubuh dengan batu, jarum, pisau atau benda-benda lainnya.

Bedanya kalau donor darah tidak berdosa, karena melukai tubuhnya berdasarkan kebutuhan yang dibenarkan syariat, sedangkan melukai tubuh tanpa ada tujuan yang jelas hukumnya haram.

Donor darah tidak memiliki ketentuan hukum yang sama dengan hijamah (bekam), yaitu metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya.

Hijamah menurut mayoritas Ulama Madzahib al-Arba’ah tidak membatalkan puasa. Sedangkan menurut mazhab Hanabilah membatalkan puasa, baik bagi orang yang membekam atau yang dibekam.

Baca juga :  Manfaat Saling Memberi Nasihat Sesama Muslim

Baca Juga: Menelan Ingus Saat Puasa, Batalkah?

Bila merujuk pendapat mayoritas ulama, maka persoalan menjadi jelas bahwa donor darah tidak membatalkan puasa sebagaimana bekam. Demikian pula ketika berpijak dari pendapat Hanabilah, donor darah tidak membatalkan puasa.

Syekh Manshur bin Yunus al-Bahuti, salah seorang pembesar ulama Hanabilah, membedakan antara hijamah dan tindakan melukai tubuh lainnya. Menurut al-Bahuti, melukai tubuh selain hijamah tidak dapat membatalkan puasa karena dua alasan. Pertama, tidak ada nashnya. Kedua, tidak didukung analogi (qiyas) yang mapan.

Beliau dalam karya monumentalnya, Kassyaf al-Qina’ berkata:

“Dan tidak batal puasa bila orang yang berpuasa melukai dirinya atau dilukai orang lain atas izinnya dan tidak ada sesuatu apapun dari alat melukai yang sampai ke bagian tubuh bagian dalam, meski tindakan melukai sebagai ganti dari hijamah. Tidak pula membatalkan puasa disebabkan al-Fashdu (mengeluarkan darah dengan merobek otot), al-Syarthu (menyayat kulit untuk menyedot darah), dan mengeluarkan darah dengan mimisan. Sebab tidak ada nash (syariat) di dalamnya sedangkan metode qiyas tidak menuntutnya” (Syekh Manshur bin Yunus al-Bahuti, Kassyaf al-Qina’, juz 2, hal. 320).

Baca juga :  Sebab Ini Turunnya Ayat Tentang Kewajiban Hijab Istri Nabi SAW

Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam karya fiqihnya yang mengomparasikan berbagai mazhab mengklasifikasi tindakan melukai tubuh selain hijamah ke dalam hal-hal yang tidak dapat membatalkan puasa. Beliau tidak menyebutkan terdapat ikhtilaf ulama dalam persoalan ini, berbeda dengan hijamah yang disebutkan ikhtilafnya. Beliau menegaskan:

“Orang yang berpuasa tidak batal dengan hal-hal sebagai berikut; dan mengeluarkan darah sebab mimisan, melukai diri atau dilukai orang lain atas seizinnya dan tidak ada sesuatu dari alatnya yang masuk pada lubang tubuh, meski sebagai ganti dari hijamah, sebab tidak ada nash di dalam hal tersebut dan qiyas tidak menuntutnya”. (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-FIqh al-Islami wa Adillatuhu, juz 3, hal. 1730).

Demikian penjelasan mengenai hukum donor darah bagi orang yang berpuasa. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Batalkah Puasa Orang yang Menggunakan Obat Tetes Mata dan Telinga, Simak Penjelasannya

Sumber: nu.or.id
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab

Hikmah

Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab
apahabar.com

Hikmah

Kisah Bilal Bin Rabah Muazin Pertama di Dunia
apahabar.com

Hikmah

Catat, Ini 7 Larangan ketika Muslimah Sedang Haid atau Nifas
apahabar.com

Hikmah

Sunnah Rasulullah Melayani Tamu dan Larangan Memilah
apahabar.com

Hikmah

Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
apahabar.com

Hikmah

Kisah Hijrah Mohammad Ahsan
apahabar.com

Hikmah

Jangan Bosan Berdoa, Ini Sunnah Para Nabi
apahabar.com

Hikmah

Rindu Ramadan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com