Pedagang Sate yang Jadi PDP di Banjarbaru Kabur, Tiga Reaktif Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit




Home Nasional

Rabu, 15 Mei 2019 - 17:05 WIB

Cacar Monyet Mirip Cacar Lainnya, Simak Gejala Awalnya

Aam - Apahabar.com

Penyakit monkeypox. Foto – Wikipedia

Penyakit monkeypox. Foto – Wikipedia

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan menyebutkan gejala awal monkeypox atau cacar monyet berupa demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Penyakit ini juga mirip dengan penyakit cacar lainnya, yakni kulit melepuh berisi cairan bening atau nanah dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menegaskan monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: 33 BUMN Siapkan 35.505 Tiket Mudik Gratis dengan Kapal Pelni

“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” kata dia seperti dilansir Antara, Rabu (15/5/2019).

Masa inkubasi atau masa dari terinfeksi hingga timbulnya gejala penyakit cacar monyet biasanya enam hingga 16 hari, namun juga bisa antara lima hingga 21 hari.

Baca juga :  2 WNI Positif Tertular Virus Corona Terdeteksi Sejak 1 Maret 2020

Gejala akan berlanjut pada munculnya ruam kulit bagian wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 hingga 21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak serta terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian penyakit ini bervariasi, namun kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.

Baca juga :  Bolak-balik Diperiksa, Alumni Natuna di Banjarmasin Dijamin Sehat

Monkeypox pernah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa wilayah. Pada tahun 1970 terjadi kejadian luar biasa pada manusia pertama kali di Republik Demokratik Kongo.

Tahun 2003 dilaporkan kasus di Amerika Serikat akibat riwayat kontak manusia dengan binatang peliharaan prairie dog yang terinfeksi oleh tikus Afrika yang masuk ke Amerika. Tahun 2017 terjadi kejadian luar biasa di Nigeria.

Baca Juga: KPK Terima Banyak Laporan Dugaan Korupsi Pemilihan Rektor

“Bulan Mei 2019 dilaporkan seorang warga negara Nigeria menderita Monkeypox atau cacar monyet, saat mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yang kontak dekat dengannya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut,” jelas Anung.

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Survei LSI: 76,3 Persen Publik Dukung Presiden Terbitkan Perpu KPK
apahabar.com

Nasional

BPBD: Banjir Mulai Surut, Jakarta Barat Paling Banyak Terdampak
apahabar.com

Nasional

Covid-19 di Jerman: 99.225 Positif, 1.607 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sampaikan Duka untuk Korban Tsunami Banten
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Kenaikan Gaji PNS Bulan Depan
apahabar.com

Nasional

Mardani Diminta Majukan Pengusaha Muda dan Rakyat Maluku
apahabar.com

Nasional

Menko Airlangga: New Normal Dilakukan Bertahap
apahabar.com

Nasional

PN Jakarta Selatan Vonis Ratna Sarumpaet 2 Tahun Penjara