Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Cerita Rofi, Mahasiswa asal Kalsel Menyiasati Sahur dan Berbuka Puasa di Jerman

- Apahabar.com Rabu, 22 Mei 2019 - 06:39 WIB

Cerita Rofi, Mahasiswa asal Kalsel Menyiasati Sahur dan Berbuka Puasa di Jerman

Suasana pengajian Persatuan Pelajar Indonesia gabungan Jerman Timur. Foto-Istimewa.

Seperti kata pepatah, merantaulah karena dengan merantau akan tahu makna hidup sesungguhnya. Hal ini lah yang dirasakan MM Rofi (21) yang menimba ilmu ke Jerman, usai menamatkan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjarmasin.

Musnita Sari, BANJARMASIN

Sejak lulus 2016 lalu, Rofi bukannya langsung masuk kuliah. Lebih dulu ia mengambil kursus bahasa di Hamburg. “Lalu 2017 baru masuk kuliah. Saya baru selesai penyetaraan di sini, melalui Studienkolleg mbak,” ungkap Rofi.

Rofi, kini tinggal di Leipzig, salah satu kota terbesar di Jerman, negara yang terkenal sensitif terhadap umat muslim. Meski demikian, ia beruntung belum pernah mendapatkan perlakuan kasar oleh warga di sana.

“Susah-susah gampang sih, tapi memang terkadang namanya minoritas di mana-mana susah. Apalagi kalau ketemu orang yang rasis. Pernah ada yang sampai ditarik hijabnya oleh mereka. Tapi untungnya di Leipzig, tidak begitu,” ceritanya.

Di Leipzig, menurutnya cukup mudah untuk melaksanakan ibadah. Ia tinggal dekat dengan area masjid. Sehingga memudahkannya untuk mengetahui waktu salat atau berpuasa seperti sekarang ini.

“Masjid di sini setahu saya ada tiga. Salah satunya dekat dengan rumah saya. Untuk jadwal berbuka, ada lembaran yang dibagikan oleh masjid. Tapi terkadang saya juga menggunakan aplikasi khusus,” beber Rofi.

Sebagai seorang mahasiswa yang dituntut belajar saat berpuasa, kendala yang ia hadapi adalah waktu. Di sana ia harus diburu waktu antara beribadah dan belajar.

“Puasanya sekitar 17-18 jam. Jadi waktu berbuka dan imsak sangat singkat. Terkadang saya harus makan satu kali saja, dengan menggabung berbuka dan sahur. Atau tidak tidur sama sekali sehingga bisa makan dua kali antara sahur dan berbuka. Kemudian setelah subuh baru saya tidur,” aku Rofi berbagi pengalaman.

Namun, ia lebih sering menggunakan cara pertama. Sebab lebih mudah ketimbang tidak tidur sama sekali. Soalnya harus menyesuaikan dengan jadwal perkuliahan di pagi harinya. “Biasanya tergantung jadwal kuliah dan kebutuhan,” sahutnya.

Beruntung cuaca di Leipzig cukup mendukung aktivitas beratnya. Selain itu ia juga mudah mendapatkan makanan halal selama di sana.

“Bulan ini masih sejuk, maksimal 18 derajat. Kalau urusan makanan, di sini banyak toko-toko Arab dan Turki, jadi gak perlu khawatir cari yang halal,” lontarnya.

Menjalani tahun ketiga di luar negeri, untuk lebaran kali ini ia mengatakan belum berencana untuk pulang kampung.

Namun jika hanya sekadar melepas rindu, Rofi biasanya berkomunikasi lewat telepon. Sedangkan untuk merayakan Idul Fitri, pihak KJRI menyediakan wadah berkumpul untuk warga Indonesia yang ada di sana.

“Ramadan pertama dulu merayakan Idul Fitri di KJRI Hamburg. Kemudian tahun lalu di Masjid Leipzig. Biasanya halal bi halal sama teman-teman. Alhamdulillah disajikan makanan prasmanan seperti ketupat, opor ayam dan sayur-sayuran,” pungkasnya.

Baca Juga: Syahdunya Suara Imam Tarawih di Masjid At-Taqwa Banjarmasin, Satu Juz Satu Malam

Baca Juga: Ramadan di Negara Minoritas Seperti Jerman, Ini Perlakuan yang Vela Dapat

Reporter: Ahc09
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Update Haul Guru Sekumpul Ke-15, Puluhan Ribu Relawan akan Diterjunkan
apahabar.com

Habar

Ketua PBNU Ungkap Arah Toleransi Ala Gus Dur
apahabar.com

Habar

Ziarah ke Kelampayan, KH Ma’ruf Amin Berharap Berkah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
apahabar.com

Habar

Jelang Haul Sekumpul, Warga Bersihkan Drainase
apahabar.com

Habar

Qari Sekumpul Bermimpi Dijemput Abah Guru, Ini Penjelasan Keluarga
apahabar.com

Habar

Syekh Jaber Ajak Santri Darul Hijrah Cintai Al-Quran
apahabar.com

Habar

MUI Minta Umat Baca Qunut Nazilah Tiap Salat Fardu
apahabar.com

Habar

Gelar Munas ke-10, Berikut Kandidat Ketua Umum MUI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com