apahabar.com
Foto - Ilustrasi

apahabar.com, BANJARMASIN – Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Malam yang mengandung keberkahan seribu bulan ini, hanya dapat kita jumpai satu kali setiap tahunnya.

Memasuki pekan terakhir bulan Ramadhan, umat muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah agar dapat bertemu malam yang mulia tersebut.

“Allah SWT melipatgandakan pahala bagi orang yang beramal pada malam itu. Satu malam qadar lebih baik dari seribu bulan,” ucap Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan, Prof. DR. H. A. Hafiz Anshary AZ saat ditemui apahabar.com Jum’at (31/05/2019) Siang.

apahabar.com
Wakil Ketua MUI Kalsel, Prof Dr H A Hafiz Anshary AZ. Foto-apahabar.com/Ahc09

Untuk mendapatkan Lailatul Qadar, umat muslim dianjurkan meningkatkan ibadah seperti melaksanakan salat malam, membaca istighfar, zikir, tasbih dan Al-Quran.

“Inti sebenarnya adalah meminta ampun kepada Allah SWT. Salat-salat sunnah secara umum seperti salat tahajud, taubat, hajat dan tasbih. Perbanyak istighfar, berzikir, bertasbih membaca Al-Quran dan berdoa. Terutama doa yang diajarkan oleh nabi yaitu ‘‘ Allahuma innaka ‘afuwwun Karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni – Ya Allah engkau ini maha pemaaf dan maha mulia berikanlah maaf pada diriku,” ungkap pria yang juga Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Antasari Banjarmasin ini.

Meskipun sifatnya rahasia, namun Nabi Muhamamad SAW telah memberikan petunjuk untuk mengetahui tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar. Terutama pada malam-malam ganjil setelah malam ke 21 Ramadhan.

“Tidak ada yang tahu kapan datangnya, ini agar umat muslim dapat memanfaatkan bulan Ramadan penuh dengan beribadah. Namun Nabi telah memberikan isyarat tentang datangnya malam Lailatul Qadar,” katanya.

Tanda pertama sebutnya, dapat kita rasakan melalui udara. Saat malam hari udara menjadi lebih sejuk dengan suasana yang tenang dan damai, sedangkan siang hari meskipun matahari terbit dengan cerah namun tidak terasa suhu yang panas.

“Tidak ada hujan dan tidak panas juga. Kenapa tidak panas, ada yang mengatakan kalau cahaya matahari kalah dengan cahaya para malaikat yang turun ke muka bumi,” tuturnya.

Tanda selanjutnya yaitu pada bulan di langit. Disebutkan pada malam Lailatul Qadar, bulan akan terlihat berukuran separuh. Selanjutnya tanda-tanda tersebut bisa kita rasakan pada malam-malam ganjil di bulan Ramadan.

“Khususnya pada malam ganjil seperti malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Dan waktu terbaik untuk meraih Lailatul Qadar yaitu melakukan amalan pada sepertiga malam,” sebutnya.

Malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan khusus yang ditetapkan Allah SWT sebagai hadiah bagi umat muslim setiap bulan Ramadhan. Pada malam itu, dikatakan para malaikat-malaikat akan turun ke muka bumi.

“Ada yang mengistilahkan bumi akan penuh sesak dengan malaikat yang semuanya berzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Para malaikat juga akan mendoakan orang-orang yang mengisi malam Lailatul Qadar dengan kegiatan-kegiatan ibadah kepada Allah SWT,” jelasnya.

Prof Hafiz Anshary menghimbau apabila merasakan bertemu dengan malam Lailatul Qadar, hendaknya tidak menceritakan kepada siapa pun. Hal itu dilakukan untuk menghindari dari fitnah dan sifat sombong.

“Yang bagus memang simpan untuk diri sendiri agar tidak menimbulkan fitnah. Karena tidak mustahil akan banyak orang yang berpura-pura mengaku menemui malam Lailatul Qadar kemudian membanggakannya atau menjadikannya sebagai alat untuk dimuliakan oleh orang lain,” sebutnya.

Meskipun dapat merasakan malam Lailatul Qadar melalui tanda-tanda yang diisyaratkan oleh Nabi, namun ia berpesan agar terus memperbanyak ibadah yang bernilai seribu bulan tersebut.

“Sebenarnya melihat atau tidaknya dengan Lailatul Qadar bukan berarti ibadah kita menjadi kurang, harus terus ditingkatkan. Insya Allah juga mendapatkan pahala yang bernilai seribu bulan itu,” pesannya.

Baca Juga: Malam 25 Ramadan, Ratusan Jamaah Itikaf di Masjid Sabilal Muhtadin

Baca Juga: Debu Masuk Mulut, Apakah Membatalkan Puasa?

Reporter : AHC09
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin