2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Debu Masuk Mulut, Apakah Membatalkan Puasa?

- Apahabar.com Rabu, 29 Mei 2019 - 06:30 WIB

Debu Masuk Mulut, Apakah Membatalkan Puasa?

ilustrasi, memakai masker untuk menghindari masuknya debu. Foto-Klikdokter

apahabar.com, BANJARMASIN – Saat berpuasa, cukup sulit menghindari masuknya debu atau butiran tepung yang begitu kecil ke dalam mulut. Nah, bagaimana jika benda tersebut masuk ke dalam mulut. Apakah membatalkan puasa?

Sebagaimana dilansir nu.or.id, Pengajar di Pesantren Raudhatul Quran an Nasimiyyah Semarang, Ustadz Ahmad Mundzir menjelaskan, apabila orang yang berpuasa tersebut tidak sengaja kemasukan debu atau tepung, maka puasanya tidak batal. Namun apabila sengaja membuka mulut dan ternyata berakibat ada debu/tepung yang masuk, ulama berbeda pendapat tentang hal itu.

Baca Juga: Cerita Kamal Saat Ramadan di Mesir, Makanan Berbuka Selalu Tersedia

Pendapat yang paling shahih adalah tidak membatalkan puasa karena menutup mulut untuk menghindari debu/tepung yang sangat lembut secara terus-menerus adalah sesuatu yang sangat sulit dihindari maka statusnya adalah ma’fu (mendapatkan toleransi).

Pendapat kedua menyatakan batal puasanya. Hal ini mengacu sebagaimana hukumnya darah nyamuk yang banyak mengenai pakaian serta diawali dengan sengaja membunuhnya, maka shalat dengan pakaian tersebut tidak sah.

 “Ashabus Syafi’i (ulama Syafi’iyah) sepakat apabila ada lalat terbang kemudian masuk ke tubuh (melalui mulut, hidung, dan sebagainya) dan debu jalanan atau ayakan tepung masing-masing tidak membatalkan puasa.

Ashabus Syafi’i juga mengatakan: Orang yang puasa tidak dituntut untuk selalu menutup mulutnya saat ada debu ada tepung karena hal tersebut cukup sulit.

Apabila ada orang yang berpuasa dengan sengaja membuka mulut kemudian ada debu masuk, ada dua pendapat sebagaimana yang diceritakan oleh Al-Baghawi dan Al-Mutawalli serta ulama-ulama yang lain. Menurut pendapat yang paling shahih adalah tidak membatalkan puasa sebab ma’fu.

Pendapat kedua membatalkan puasa karena orang yang sedang berpuasa tersebut dianggap ceroboh atau lalai. Perbedaan ini disamakan dengan darah nyamuk yang ma’fu (ditoleransi).

Namun jika darahnya banyak dan matinya nyamuk karena disengaja, pakaian yang terkena darah tersebut tidak sah dibuat untuk shalat. (Imam Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, [Darul Fikr], juz 6, halaman 327-328)

Dengan demikian dapat disimpulkan, apabila debu atau tepung masuk ke mulut tidak disengaja, ulama sepakat tidak membatalkan puasa. Namun, jika mulutnya tidak selalu dijaga untuk tertutup kemudian ada debu masuk, pendapat yang paling shahih juga tidak batal. Wallahu a’lam.

Baca Juga: Masjid Kanas (2) Begini Asal-Usul Masjid Ini Dikenal

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Manuskrip Fatwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Ditemukan
apahabar.com

Habar

25 Truk ke Sekumpul, Apa yang Mereka Bawa?
apahabar.com

Habar

THR Gratis untuk Hafalan Alquran
apahabar.com

Habar

Suporter Martapura FC Bantu Gratiskan BBM di Haul Sekumpul ke-14
apahabar.com

Habar

Arti Nama Bulan dalam Hijriyah yang Tak Banyak Diketahui

Habar

Prof Nizar Ali Dilantik Jadi Sekjen Kemenag
apahabar.com

Habar

Hadiri Haul Datu Amin, Guru Zuhdi Ingatkan Pentingnya Bersyukur
apahabar.com

Habar

Bertambah 2.736 Sehari, Positif Covid-19 di Saudi Kini 54.752 Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com