Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Dewan Pers Ajak Media Lakukan Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019

- Apahabar.com Jumat, 10 Mei 2019 - 07:30 WIB

Dewan Pers Ajak Media Lakukan Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo saat memberikan materi workshop kepada puluhan awak media di Bali. Foto – Antara/Ni Luh Rhisma)

apahabar.com, DENPASAR – Dewan Pers mengajak kalangan media menggunakan perannya untuk kepentingan bangsa sekaligus turut melakukan rekonsiliasi pasca Pemilu 2019 lewat pemberitaan di tengah situasi saling klaim kemenangan para peserta pemilu.

“Kita bisa melihat bagaimana dua pasangan calon presiden/wakil presiden sekarang ini sudah saling mengklaim kemenangan. Klaim kemenangan ini tidak kondusif untuk bangsa kita,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo saat memberikan materi workshop kepada puluhan awak media di Denpasar, seperti dilansir Antara, Kamis (9/5/2019) petang.

Yosep mengajak para jurnalis untuk memberitakan hal-hal pasca pencoblosan, seperti penghitungan suara hingga sampai penetapan pasangan calon terpilih.

Jika nanti setelah tanggal 22 Mei mendatang ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi, media meliput hingga proses di Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga: Kawat Berduri Pagari Gedung KPU Jelang Aksi GERAK

Intinya Dewan Pers mengajak media supaya turut mengutuhkan kembali komponen bangsa yang seakan terkotak-kotak karena pemilu dan bisa berperan sebagai rumah penjernih di tengah hiruk pikuk konsentrasi proses politik.

Yosep berpandangan media saat ini telah menjadi bagian dari politisasi.

“Banyak pemilik media yang menjadi tokoh parpol dan media juga sepertinya terbelah pada paslon masing-masing,” ucapnya pada Workshop Peliputan Pasca Pemilu Anggota Legislatif dan Presiden 2019 itu.

Dewan Pers dalam Pemilu 2019, lanjut dia, telah menerima sejumlah laporan terkait dengan pemberitaan media. Sebelum pencoblosan itu, sedikitnya 48 laporan soal pemberitaan media yang masuk dari Bawaslu ke Dewan Pers.

Selain itu, ada delapan kasus ditangani langsung oleh Dewan Pers dan ada sekitar 10 kasus itu koordinasi Dewan Pers dengan penyidik Polri.

Setelah tahap pencoblosan, lanjut Yosep, juga masih ada pengaduan yang masuk sekitar 10 pengaduan. Rata-rata pengaduan itu karena pemberitaan yang dianggap “aneh-aneh”, seperti menfitnah salah satu calon.

Dalam kesempatan itu, Yosep juga mengingatkan media jangan mudah memercayai dan menggunakan informasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Bappenas Pastikan Pemindahan Ibu Kota Masuk RPJMN 2020-2024

“Boleh saja digunakan sebagai informasi awal. Namun, tetap harus dilakukan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi. Karena tanpa tiga hal itu, berita akan bermasalah,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut menghadirkan dua pembicara lainnya, yakni Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Agung Gede Lidartawan dan anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi.

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BMKG: Peringatan Dini Tsunami di Malut dan Sulut Berakhir
Nonreaktif

Nasional

Usai Nonreaktif Covid-19, KPK Tahan Bupati Banggai Laut Sulteng
apahabar.com

Nasional

Maklumat Kapolri Dicabut, Kegiatan Massal Boleh di Zona Tertentu
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya Akan Lakukan Pengalihan Arus Saat Putusan MK
Polda Metro Jaya

Nasional

Polda Metro Jaya Buru Pelaku yang Melukai 2 Polisi
apahabar.com

Nasional

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan Tidak Setuju Pengesahan RUU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

ASN Hamil Dizinkan Tak Bekerja Selama Kabut Asap
apahabar.com

Nasional

Ijtima Ulama Tegaskan Money Politic Haram, MUI Kalsel: Bisa Hukum Cambuk
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com