Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Diduga karena Overdosis, KNPI Desak Polisi Usut Kematian PA di HBI

- Apahabar.com Senin, 6 Mei 2019 - 13:13 WIB

Diduga karena Overdosis, KNPI Desak Polisi Usut Kematian PA di HBI

Jasad perempuan muda yang diduga tewas karena overdosis di HBI, Sabtu (4/5) subuh. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KNPI Kalsel) Fazlur Rahman siap mengawal proses hukum kematian perempuan diduga karena overdosis di diskotek Hotel Banjarmasin Internasional (HBI).

Perempuan berinisial PA itu dinyatakan meninggal dunia di RS Sari Mulia, Minggu (6/5) dini hari. Perempuan muda asal Nagara, Kandangan, HSS ini diantar dari diskotek HBI oleh dua orang pria ke RS tersebut.

Saat memeriksa PA, Ali Akbar Dokter jaga RS Sari Mulia saat itu, mendapati mulut dan hidungnya sudah berbusa. Kemudian tangan dan kaki dingin, bibirnya biru dan tidak ada denyut nadi.

Baca Juga: Petugas Klinik HBI Banjarmasin Geger Perempuan Diduga Overdosis

Usai dinyatakan meninggal, polisi menyatakan keluarga menolak membuat laporan dan meminta jenazah langsung dibawa ke rumah duka oleh kerabatnya di Banjarmasin, sore harinya.

Menurut rumah sakit, jenazah kemudian dibawa ke Barabai menggunakan ambulans RS tersebut.

Kasus kematian PA dinilai tak wajar. Diduga karena overdosis, KNPI mendesak polisi turun tangan menyelidiki kematian PA.

“Ini merupakan pelajaran dan tidak boleh terjadi lagi,” jelas Fazlur, kepada apahabar.com, Senin (6/5).

“Karenanya, Polda Kalsel harus turun tangan menyelidiki tempat hiburan malam di HBI yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba atau obat-obatan terlarang,” sambung Fazlur.

“Kami akan mengikuti setiap proses penanganan perkara ini.”

Dari informasi yang dihimpun apahabar.com PA masih berstatus anak di bawah umur. Jika  demikian, THM telah melakukan kelalaian dengan membiarkan anak di bawah umur untuk masuk.

THM, kata Fazlur, dapat diminta pertanggungjawaban hukum atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. “Dalam hal ini gadis muda berusia 15 tahun tersebut,” ujar advokat muda ini.

Selain itu, KNPI mendesak Pemerintah Kota dan DPRD Banjarmasin mengawal ketat Perda THM, terkait jam kerja ataupun penertiban pengunjung THM.

Kematian PA, harusnya menjadi pelecut pemerintah untuk menyadari bahaya daripada keberadaan THM bagi generasi muda.

Baca Juga: Polisi: Jenazah Perempuan Diduga Overdosis di HBI Sudah Dijemput

Bersama-sama masyarakat, KNPI Kalsel ikut mengawasi praktik THM di Banjarmasin yang memiliki predikat sebagai Kota Baiman.

“Dari kejadian ini, kajian, diskusi dan rangkaian advokasi bersama-sama ormas lain tentang mudarat-nya THM bagi Kalsel. Di sana marak dugaan narkoba, miras, dan pergaulan bebas,” jelas dia.

Terakhir, guna melindungi generasi muda banua dari bahaya miras dan narkotika, organisasi kepemudaan ini mendesak pemerintah menutup tempat hiburan malam di HBI, tak hanya selama Ramadan saja.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Empat Puskesmas di Tala Naik Kelas
apahabar.com

Kalsel

Pengedar di Danau Panggang Kena Ciduk Saat Beli Pulsa
Pilwali

Kalsel

Pilwali Banjarmasin Rawan Penyimpangan, Bawaslu RI Ingatkan Pidana Money Politics
apahabar.com

Kalsel

544 Kasus Kejahatan Terjadi di Banjarbaru Selama 2018, Pencurian Mendominasi
apahabar.com

Kalsel

Di Birayang, Wabup Berry Singgung Faktor Penentu Pemerintahan Desa
apahabar.com

Kalsel

Wujudkan Keluarga Berkualitas, DPPKBPM dan Kemenag Teken Kesepakatan
apahabar.com

Kalsel

Tambah 66 Kasus, Giliran Balangan Dominasi Pasien Baru Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Aster Kasad Tinjau TMMD Ke-106 di Balangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com