Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Digadang Jadi Calon Bupati Banjar 2020, Ovie Pilih Wait and See

- Apahabar.com Jumat, 31 Mei 2019 - 16:21 WIB

Digadang Jadi Calon Bupati Banjar 2020, Ovie Pilih Wait and See

H Saidi Mansur, Aditya Mufti Ariffin, dan Fahrani . Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pertarungan sengit berebut kursi kepala daerah di Kalimantan Selatan baru akan dimulai.

Dari Martapura, Kabupaten Banjar, mencuat nama sejumlah figur muda yang digadang jadi calon kuat bupati Banjar 2020. Aditya Mufti Ariffin jadi salah satunya.

Namun, putra mantan gubernur Kalsel dua periode, Rudy Ariffin, itu merespon dingin terkait pencalonannya. Ia masih menanti respon positif dari masyarakat setempat.

“Nanti kita melihat respon dan keinginan masyarakat terlebih dahulu,” ucap Ovie, sapaan akrabnya, kepada apahabar.com, Jumat (30/5) sore.

Selain nama ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalsel, santer terdengar nama lain, seperti Fahrani dari PDI Perjuangan, dan H Saidi Mansur. Nama terakhir adalah Wakil Bupati Banjar aktif.

Kembali ke Ovie, apabila masyarakat ingin dirinya maju sebagai orang nomor satu di Banjar, maka dirinya bersedia maju.

Namun, apabila sebaliknya, maka ia siap mengurungkan niatan maju dalam kontestasi menjadi pemimpin di kota berjuluk Serambi Mekah tersebut.

“Kalau respon masyarakat sebaliknya, ya gak maju,” cetusnya.

Ovie dinilai memiliki popularitas yang tinggi. Anggota DPR RI dua periode itu, masih tergolong muda. “Kita butuh dukungan dan kerjasama dari masyarakat,” ujar dia.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM Banjarmasin, Samahudin Muharram menilai, Pilkada Banjar diprediksi akan menjadi panggung bagi figur muda.

Selain Ovie, ada nama Fahrani yang merupakan kader muda dari PDIP sekaligus ketua Karang Taruna Kabupaten Banjar.

Terpilih sebagai anggota DPRD Kalsel 2019-2024 dari Dapil II/Banjar, menjadi modal kuat alumnus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini memperoleh dukungan.

“Alhamdulillah, apabila dipercaya sebagai bupati Kabupaten Banjar, maka saya mewakili pemuda akan siap berjuang,” ucap Fahrani kepada awak media, belum lama ini.

Kemenangan di Pemilu 2019 kemarin, menunjukan Fahrani memiliki basis suara di Kabupaten Banjar. Terlebih, mantan Direktur Politeknik Batulicin ini merupakan putera daerah Kabupaten Banjar.

“Terbukti di Pemilu 2019 kemarin, berhasil maju di DPRD Kalsel. PDIP Kalsel telah meraih dua kursi di Dapil Kabupaten Banjar,” sebutnya.

Walau banyaknya nama-nama besar yang mencuat, Fahrani mengaku tak gentar. Sebagai kader yang diperintahkan oleh partai, mau tak mau ia harus siap.

“Justru apabila bersaing dengan nama-nama besar, malah membuat saya semakin bersemangat,” tegasnya.

Kendati demikian, di internal Parpol partai berlogo Banteng itu masih belum membicarakan terkait koalisi.

Selain dua nama muda tadi, masih ada nama Saidi Mansur. Saidi, menurut Samahudin, pastinya ingin melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan KH Khalilurahman yang menjabat sebagai Bupati Banjar.

“Kendati demikian, tak bisa dikesampingkan tokoh-tokoh lain yang berhasil meraih kursi di DPRD Kalsel seperti H. Rusli dari Partai Golkar dan Auf dari Partai Demokrat,” tegas Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM Banjarmasin ini.

Soal koalisi untuk maju, kata dia, sedikit banyak akan berpengaruh dar hasil Pilpres 2019 kemarin. Ditambah dengan, kehadiran para ulama yang menjadi salah satu variabel paling menentukan.

Namun, semua masih bisa mencair. Mengingat, Pileg dan Pilkada merupakan dua kontestasi yang berbeda. Lantaran, Pilkada akan merambah ke semua segmen pasar politik.

“Jadi, tergantung calon siapa yang bisa melakukan pendekatan seluruh segmen tersebut,” cetusnya.

Terkait, apakah ada calon bupati Banjar yang maju melalui jalur independen? Samahudin menilai, kondisi itu dinilai sangat minim, karena figur yang muncul memiliki latar belakang sebagai kader partai politik.

“Kontestasi Pilkada yang akan datang dengan melihat figur bermunculan, semuanya berlatarbelakang parpol, sehingga kemungkinan itu tipis,” jelasnya.

Malah, ia memprediksi akan terdapat tiga poros yang lahir di Pilkada 2020 Kabupaten Banjar, yakni poros partai Golkar, Petahana dan Islam. Bahkan, bisa adanya poros ketiga gabungan antara nasionalis dan islam.

“Agak susah untuk menghindari terjadinya tiga poros ini, kalau melihat kontestasi hasil Pileg dan potensi figur-figur yang muncul,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rukyatul Hilal di Banjarmasin, Kemenag: Belum Terlihat
apahabar.com

Kalsel

Zainal Tak Bisa Jualan Lantaran Kampung Jawa Tergenang Air
apahabar.com

Kalsel

Di Banjarmasin, DPRD Bangkalan Belajar Tangani Sampah Plastik
apahabar.com

Kalsel

Penyebab Kasus Covid-19 di Tanbu Meningkat Menurut Tim Gugus Tugas
apahabar.com

Kalsel

Gandeng Insan Pers Hadapi Covid-19, Dinkes Banjarmasin Gelar Pelatihan Kedaruratan
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 20 Oktober: Tambah 42 Positif, 37 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

ACT Kalsel Luncurkan Gerakan “Bangkit Bangsaku”
apahabar.com

Kalsel

Jelang MTQ Kabupaten, Ada Seleksi 61 Peserta di Halong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com