Satu Truk Ambles, Waspada Jalan Lingkar Timur Balangan Berlumpur dan Berlubang ‘Kado’ Harjad Ke-495 Banjarmasin, Lonjakan Covid-19 hingga PPKM Berjilid-Jilid Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru

Dituding Politik Uang, Habib Banua Balik Melawan !

- Apahabar.com     Selasa, 7 Mei 2019 - 18:49 WITA

Dituding Politik Uang, Habib Banua Balik Melawan !

Habib Abdurrahman Bahasyim saat mendaftarkan diri ke KPU Provinsi Kalimantan Selatan sebagai calon anggota DPD RI. Foto-Habibbanua.com

apahabar.com, BANJARMASIN  – Calon DPD RI Kalsel, Adhariani mengadu soal dugaan kecurangan yang dilakukan dua calon anggota legislatif pada masa kampanye pemilu serentak.

Dari laporan kemarin, terseret pula nama Habib Abdurrahman Bahasyim, calon anggota DPD RI.

Melalui pengacaranya Denny Indrayana, Habib Banua, sapaan akrabnya mengklarifikasi tuduhan praktik culas ke pemilih yang dilayangkan Adhariani.

“Laporan yang dilakukan Adhariani itu fitnah yang keji dan tidak mendasar,” ujar Denny lewat keterangan tertulis yang diterima apahabar.com, Selasa (7/5).

Baca Juga: Pengemudi Bajaj Dapat Toleransi

Habib Banua, kata Denny siap mengikuti proses hukum sesuai dengan ketentuan berlaku. Dan, yakin Bawaslu bisa leluasa bekerja memeriksa keterangan terlapor terkait indikasi menyebarkan uang di daerah kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Namun, sebagai konsekuensi atas fitnah demikian, lanjut dia, mesti ada tanggung jawab dan konsekuensi hukum.

“Habib Banua sebagai warga negara akan menggunakan hak hukumnya untuk menjaga kehormatan termasuk melaporkan pencemaran nama baik pelapor,” ungkap advokat resmi Senator petahana ini.

Sebelumnya, surat laporan yang diterima Bawaslu bernomor 005/LP/PL/22.00/V/2019, Ahmad Herru Kurniawan dan Habib Ahmad Bahasyim Partai Demokrat menjadi dua nama dimaksud.

“Saya sudah mendapatkan bukti berupa uang dan list nama penerima sebanyak 160 orang,” kata Adhariani kemarin.

Kepada setiap warga, keduanya diduga membagikan Rp150 ribu. “Hanya untuk yang masuk daftar pemilih tetap (DPT),” ujar Adhariani.

Dua orang yang menerima uang  tersebut, kata dia, sudah bersedia memberi kesaksian. Masing-masing menerima Rp150 ribu.

“Dari keterangan saksi, mereka menerima uang pada 14 April atau masih dalam minggu tenang,” kata Adhariani.

Dia berharap laporan itu ditindaklanjuti Bawaslu untuk sampai di tangan jaksa. “Ini bisa dijadikan pembelajaran. Apa lagi tahun depan kita (Kalsel) akan gelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah,” harapnya.

Terkait ini, Komisioner Bawaslu Kalsel Erna Kasypiaha memastikan bukti terkait aduan Adhariani sudah diterima.

“Semua kasus ini akan ditangani oleh Sentra Gakumdu. Untuk proses pertama membutuhkan waktu 1×24 jam. Selanjutnya Gakumdu yang menetapkan,” katanya.

Setelah proses awal, kata dia, Gakumdu memiliki waktu selama tujuh hari guna pemeriksaan. “Jika masih kurang maka diperpanjang hingga tujuh hari,” terang dia.

Baca Juga: Dua Kue Ini Paling Diminati di Pasar Ramadan Barabai

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Evaluasi PSBB Banjarmasin Tahap III, Fokus ke Tiga Kluster
apahabar.com

Kalsel

Pikap Terbakar di SPBU Anjir, Warga yang Antre Lari Berhamburan
apahabar.com

Kalsel

Mitra TNI-POLRI Siap Shalat Hajat Doakan Pemilu Damai
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Alalak: Peminta Sumbangan Menjamur, Tak Berizin Pidana Menanti
Kandangan

Kalsel

Kemenkumham Ungkap Penyebab Kaburnya 4 Napi Rutan Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Nekat Terobos Banjir, Mobil Miliaran Rupiah Ini Larut Terbawa Arus
apahabar.com

Kalsel

Selamat Datang Kasat Intelkam Baru Polresta Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Harapan untuk Seniman Banua di Era Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com