Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Ecer Bio Solar di Amuntai, Polisi Tangkap Tangan Nelayan

- Apahabar.com Kamis, 16 Mei 2019 - 11:44 WIB

Ecer Bio Solar di Amuntai, Polisi Tangkap Tangan Nelayan

apahabar.com, BANJARMASIN – Rahani (32) warga Jalan Rindang Banua, Kecamatan Pahandut, Palangkaraya, diamankan jajaran Satreskrim Polres Hulu Sungai Utara, Selasa (14/5) sekira pukul 21.30. Dia kedapatan membawa Bio Solar dengan menggunakan Daihatsu Grand Max KH 8378 AT.

“BBM subsidi yaitu Bio solar sebanyak 1000 liter di dalam sebuah mobil pikap yang akan dibawa ke wilayah Buntok,” kata KBO Reskrim Polres HSU, Ipda Rianda Putra Utama kepada apahabar.com, Kamis (16/5).

Pelaku, kata Rianda, tertangkap tangan saat melintas di Jalan Norman Umar, Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah usai mengisi BBM ilegal di salah satu SPBU setempat. Bahkan saat itu ia sempat menawarkan BBM bersubsidi tersebut kepada pengecer di pinggir jalan.

“Jadi untuk pelaku ini tertangkap tangan oleh anggota Buser yang sedang melakukan patroli Operasi Sikat Intan 2019,” terangnya.

apahabar.com

Rahani (32) warga Jalan Rindang Banua No. 25, Kecamatan Pahandut, Palangkaraya diamankan polisi ke Mapolres HSU. Foto-Polres HSU for apahabar.com

Untuk mengelabui petugas, bagian bawah dan atas tangki ditutup dengan kayu. Terlebih lagi, pelaku tak memiliki dokumen yang sah dari Pertamina setempat, seperti Delivery Order (DO) maupun surat jalan.

“Saat diperiksa pelaku tidak dapat menunjukan dokumen atau izin pengangkutan BBM dari pihak terkait sehingga pelaku dan mobilnya langsung diarahkan ke Polres HSU untuk dimintai keterangan,” terangnya.

Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres HSU guna penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya tersebut, pelaku yang kesehariannya sebagai nelayan itu dijerat dengan Pasal 55 UU No. 22/2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda sebesar Rp60 miliar.

Baca Juga: Hasil Langsiran Dijual ke Tambang, Polisi Selidiki Keterlibatan SPBU

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Tega, Pria Ini Lem Organ Intim Sang Istri Setelah Tuduh Berselingkuh
apahabar.com

Hukum

LBH Perisai Beri Bantuan Hukum Korban Penculikan di Tanbu
apahabar.com

Hukum

Pemuda di Kotabaru Ketangkap Basah Habis Nyabu
apahabar.com

Hukum

2 Tersangka Hoax Surat Suara Tercoblos tak Saling Kenal
apahabar.com

Hukum

Norman Ditangkap Polisi Karena Simpan 9 Paket Sabu
apahabar.com

Hukum

Melawan, Pengedar Sabu Tewas Didor
apahabar.com

Hukum

Bagi-Bagi Sembako di Banjarmasin Utara, Caleg DPRD Kalsel Akhirnya Disidang
apahabar.com

Hukum

Bawa Sabu 50,18 Gram, Warga Kabupaten Banjar Ditangkap di Banjarmasin Utara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com