Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020 Bendera RI Rasa Polandia di SKPD Kotabaru, Sore Hari Baru Diturunkan Pulang dari Banjarmasin, 1 Anggota DPRD Tabalong Positif Covid-19

Ekonomi Kalsel Tumbuh 4,08 Persen, Pengamat: Masih Dikuasai Asing

- Apahabar.com Rabu, 8 Mei 2019 - 17:34 WIB

Ekonomi Kalsel Tumbuh 4,08 Persen, Pengamat: Masih Dikuasai Asing

Menginjak triwulan II/2019 perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) kian bergairah, disambung oleh peningkatan ekspor dari sektor pertambangan batu bara. Foto ilustrasi: Katadata.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) di triwulan I 2019 tumbuh sebesar 4,08 persen dari tahun ke tahun (yoy). Angka itu diukur dari besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai Rp41,70 triliun.

Kendati demikian, Ekonom Kalsel, Hastin Umi Anisah menilai hasil kekayaan sumber daya alam Banua banyak lari ke luar daerah, bahkan luar negeri. Sementara, yang masuk ke kas daerah hanya sekitar 10 persen saja.

“Pembangunan juga agak lambat. Padahal sumber daya alam Kalsel sangat kaya,” ucapnya kepada apahabar.com, Rabu (8/5).

Kemampuan keuangan daerah dalam APBD Kalsel hanya berkisar di angka Rp6 hingga Rp 7 triliun per tahun, atau kurang dari 10 persen dari nilai komoditas batu bara yang merupakan kekayaan alam Kalsel.

Baca Juga: Kata Pengamat Soal Indeks Pembangunan Manusia di Kalsel Naik Kelas

Sebagaimana diketahui, 1/3 pasokan batu bara nasional berasal dari perut Bumi Lambung Mangkurat. Hal ini menjadikan Kalsel sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar nasional.

Mestinya, kata dia, pengembangan ekonomi Kalsel tak melulu terfokus terhadap hasil sumber daya alam, melainkan, melalui ekonomi kreatif. Agar benar-benar memberdayakan masyarakat.

“Kita bisa fokus ke sumber daya alam asalkan tak diambil alih oleh perusahaan asing,” tegasnya.

Terkait pengembangan di sektor pariwisata, ia merasa pesimistis. Lantaran harus merogoh kocek anggaran daerah yang besar. Hal ini dinilai sangat kontraproduktif. Bahwa sektor pariwisata dapat memajukan perekonomian Kalsel.

“Contohnya dengan keluarnya izin PKP2B PT Mantimin Coal Mining (MCM) di pegunungan Meratus. Itu salah satu bentuk penguasaan asing,” cetusnya.

Oleh sebab itu, saran dia, pemerintah daerah harus kreatif dalam mengembangkan perekonomian Kalsel. Pembangunan harus secara komprehensif. Bukan hanya secara per kapita.

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, meminjam data Badan Pusat Statistik Kalsel, perekonomian Kalsel pada triwulan I-2019 turun -5,57 persen.

Baca Juga: Pemerintah Remajakan Belasan Ribu Hektare Sawit Petani di Paser

Dari sisi produksi, secara yoy triwulan I-2019 kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah kategori perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terbesar terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi LNPRT yang mencapai 11,83 persen.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz F

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mengintip Perjuangan Peternak Sapi Perah Satu-satunya di Kotabaru
Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini

Ekbis

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Tegaskan Butuh Tim Bagus Pimpin 142 BUMN
apahabar.com

Ekbis

Ancaman Virus Corona Tak Berdampak Signifikan Pada Sektor Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Korban Perang Dagang AS-China, Harga Minyak di Asia Turun
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Turun Tajam Pasca-Risalah the Fed
apahabar.com

Ekbis

Kembangkan UMKM di Kotabaru, Kadin Gandeng Jamrkrindo Syariah
apahabar.com

Ekbis

Uniknya Pasar Tungging, Pasar Rakyat Khas Warga Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com