Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas!

Ekspor Kalsel Turun, Ekonom Sebut “Tiongkok Effect”

- Apahabar.com Jumat, 17 Mei 2019 - 16:31 WIB

Ekspor Kalsel Turun, Ekonom Sebut “Tiongkok Effect”

ILUSTRAI. Foto-Koran Kaltim

apahabar.com, BANJARMASIN – Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Selatan per April 2019 mencapai US$669,70 juta atau turun 10,35 persen dibanding ekspor per Maret 2019 yang mencapai US$747,05 juta dan turun 6,55 persen.

Penurunan nilai ekspor itu diperkirakan lantaran melesunya ekonomi dunia saat ini. Secara otomatis negara yang selama ini mengandalkan sumber energi dari luar negeri sudah mengurangi ketergantungan dari negara lain. Termasuk sekelas Tiongkok.

“Ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Alasan utama yakni lesunya ekonomi dunia saat ini,” ucap Ekonom Kalimantan Selatan, Mohammad Zainul kepada apahabar.com, Jumat (17/5) siang.

Negara lain, kata dia, lebih memilih untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang dimiliki oleh negara sendiri daripada melakukan impor.

Baca Juga: Didominasi Bahan Bakar Mineral dari Singapura, Impor Kalsel Naik 66,13 Persen

Melihat kondisi yang demikian, ia menilai sebagai wujud konsekuensi logis yang harus diterima oleh negara penyuplai, seperti indonesia.

“Sudah tentu nilai ekspornya akan mengalami penurunan,” tegasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah perlu mencari terobosan baru. Yakni dengan mencari negara alternatif yang bisa dijadikan sebagai pasar untuk produk. Terutama batu bara dari Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.

Dari sekarang pemerintah Indonesia juga harus mengurangi ketergantungan ekspor dari hasil pertambangan khususnya batu bara.

Sudah saatnya, kata dia, pemerintah mendorong industri manufaktur agar terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Sehingga mampu menggerakan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Salah satu contoh, ialah hasil perkebunan kelapa sawit yang diekspor selama ini hanya CPO dan cangkang sawit.

Padahal, CPO tersebut merupakan bahan baku yang bisa digunakan untuk membuat produk kosmetik, pasta gigi dan berbagai produk lainnya. “Seandainya produk turunan dari CPO itu bisa diproduksi di dalam negeri,” jelasnya.

“Selain mendorong meningkatnya nilai ekspor harga produk untuk konsumen dalam negeri menjadi murah dan lapangan kerja pun semakin terbuka luas.
Sekarang tinggal political will dari pemerintah,” ujarnya mengakhiri.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot

Ekbis

Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi, Budidaya Jamur Tiram di HSS Kian Menjanjikan
apahabar.com

Ekbis

Di Masa Pandemi, BEI: Optimisme Pasar Akan Terus Dijaga

Ekbis

Dipicu Aksi Ambil Untung Investor, IHSG Ditutup Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Yang Menarik di Pasar Muamalah, Transaksi dengan Dinar dan Dirham
apahabar.com

Ekbis

Program Akhir Tahun, Tawarkan Honda New Brio DP Rp 1 Juta
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Mengganas, Rupiah Awal Pekan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Klaim Keberhasilan 90 Persen, TRGD Kalsel Siap Bangun 2 Sumur Bor Tower
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com