Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Etnomusikolog Asal California Terpukau dengan Keindahan Pegunungan Meratus

- Apahabar.com Jumat, 17 Mei 2019 - 20:42 WIB

Etnomusikolog Asal California Terpukau dengan Keindahan Pegunungan Meratus

Etnomusikolog asal California, Palmer Keen mengaku terkesima dengan Pegunungan Meratus. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pegunungan Meratus memiliki eksotisme yang tak pernah ada habisnya. Tak hanya dari sisi keindahan alam, namun dari sektor budaya dan keanekaragaman pun memiliki daya tarik untuk dinantikan.

Tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan, bahkan seorang Etnomusikolog asal California, Amerika Serikat pun terkesima dengan keindahan pegunungan Meratus. Ia adalah Palmer Keen.

Baca Juga: Paman Birin Jadwalkan Bukber Supporter Barito Putera

Di pegunungan Meratus, Palmer Keen pun tampak terkesima. Ia menceritakan pengalamannya saat melakukan riset di pegunungan Meratus. Meskipun hanya dua pekan, Palmer memiliki pengalaman yang berkesan selama berada di pegunungan Meratus.

“Saat itu saya berada di Loksado, Hulu Sungai Selatan (HSS), saya menemui upacara adat Dayak Meratus. Bahkan, terdapat juga ritual Balian,” ucap Palmer dalam acara study club bertempat di Gedung Wargasari, Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumā€™at (17/5).

Bukan hanya itu, yang menjadi pengalaman menarik lainnya, yakni akses transportasi darat yang sangat curam. Sehingga, dinilai sangat memerlukan adrenalin yang tinggi. Bahkan, bagian kiri dan kanan jalan terdapat jurang.

Tak hanya itu, Ia menilai kondisi lingkungan masih sangat asri. Uniknya, rumah masyarakat yang masih terbuat dari kayu dan tak memiliki aliran listrik.

Palmer melalui program Aural Archipelago-nya berkeliling nusantara melakukan kerja riset etnomusikologi terhadap musik nusantara. Kali ini, Palmer berkesempatan mengunjungi Kalimantan Selatan.

Beberapa pekan lalu Palmer telah mengunjungi daerah-daerah di Kalimantan Selatan Tabalong (Upau), Balangan (Kapul/Halong), Hulu Sungai Selatan (Loksado dan Malinau), dan Hulu Sungai Tengah (Barikin).

Palmer menyebut Indonesia adalah negara dengan kekayaan musik yang sangat beragam. Sehingga, ia tertarik untuk melakukan perjalanan riset musik tradisional Indonesia.

MusikĀ tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun dipertahankan sebagai sarana hiburan.

Selain fungsinya untuk berbagai kepentingan masyarakat musik tradisi perlu dikaji secara ilmiah menurut ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mengetahui ilmu dibalik pertunjukan dan perwujudan kesenian.

Begitu pula yang dilakukan oleh Palmer Keen selama ini. Sudah lebih dari 100 musik nusantara yang telah didokumentasikannya.

Melihat, mendengar dan mencatat (merekam) merupakan upaya para etnomusikolog memposisikan musik tradisi yang masih hanya dinikmati oleh masyarakat pemiliknya saja bisa diketahui dan diminati oleh masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Dishub Banjarbaru Mulai Siapkan Rest Area

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pamit Nyari Cabe, Nenek Saiyah Lenyap di Hutan Paringin
apahabar.com

Kalsel

RS Mini Beroperasi Selama Haul Abah Guru Sekumpul, Tengok Lokasinya!
apahabar.com

Kalsel

Meski Berpeluang Hujan di Kalsel, BMKG Tetap Minta Waspadai Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Pulau Laut Diusulkan Masuk PSN Usai Pilpres
apahabar.com

Kalsel

Debat Terakhir Pilgub Kalsel, Denny-Difri Siap Kupas Tambang dan Infrastruktur Banua
apahabar.com

Kalsel

Karhutla Kian Masif, Pemprov Kalsel ‘Bersikukuh’ Kualitas Udara di Banua Belum Tercemar
apahabar.com

Kalsel

Miris, Hanya 9 Orang Murid SDN Kampung Melayu 5 Pesta Kelulusan
apahabar.com

Kalsel

Usai Santap Menu Selamatan Ultah, Puluhan Warga Kabupaten Banjar Diduga Keracunan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com