Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Kalsel

Jumat, 17 Mei 2019 - 19:03 WIB

Fenomena Cacar Monyet: Dinkes Kalsel Tingkatkan Pengawasan dan Pemeriksaan

Redaksi - Apahabar.com

virus Monkeypox. Foto-Tribun

virus Monkeypox. Foto-Tribun

apahabar.com, BANJARMASIN – Tak ingin tiba masa tiba akal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel mengambil langkah dini mencegah penyebaran virus monkeypox atau cacar monyet.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan Singapura pada 9 Mei 2019, telah terjadi satu kasus konfirmasi monkeypox pertama di Singapura.

Kasus itu menimpa warga negara Nigeria yang merupakan salah satu negara endemis monkeypox. Korban berkunjung ke Singapura pada 28 April 2019 dan dinyatakan positif terinfeksi pada 8 Mei 2019. Dia dan 23 orang yang kontak erat telah dikarantina.

Kewaspadaan terhadap monkeypox harus dilakukan mengingat posisi negara Singapura dekat dengan Indonesia.

Baca juga :  Skema Tahun Ajaran Baru di Tabalong Melihat Situasi Covid-19

Baca Juga: Cacar Monyet Mirip Cacar Lainnya, Simak Gejala Awalnya

Di Kalsel, Pelabuhan Trisakti dan Bandara Syamsudin Noor yang merupakan pintu masuk menjadi titik paling diwaspadai.

“Kami minta Dinas Kesehatan kabupaten/kota serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit, dan Puskesmas untuk waspada,” terang Kepala Dinkes Kalsel, Muslim melalui Kasi Surveilans Imunisasi, Dr Sri Wahyuni kepada apahabar.com di Banjarmasin, Jumat (17/5).

Instruksi tersebut tertuang dalam surat edaran tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox tanggal 13 Mei 2019 kemarin.

Meski begitu, Sri menjamin belum satupun ditemukan warga penderita monkeypox. Dirinya meminta KKP turut menyebarluaskan informasi ini ke masyarakat.

Baca juga :  Reformasi Hukum, Polres HST Sosialisasikan Pemberantasan Pungli

Baca Juga: Waspada Cacar Monyet, Ini Imbauan Kadis Kesehatan Tapin

Serta mengawasi secara intensif kepada kru dan pelaku perjalanan dari Singapura. Terutama mereka dari negara-negara Afrika Barat, dan Afrika Tengah.

“Pastikan pengawasan dan pemeriksaan alat angkut untuk memastikan telah bebas rodent (hewan pengerat seperti tikus),” ungkapnya.

Selain itu, rumah sakit, dan puskesmas diminta menyebarluaskan informasi terkait monkeypox dan memberikan pelayanan kesehatan dengan alat pelindung diri. “Minimal masker dan sarung tangan,” ujarnya mengakhiri.

Baca Juga: Dinkes Banjarbaru Sebar Edaran Terkait Cacar Monyet

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz F

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gegara Corona, Kedai Kopi di Banjarmasin Merugi
apahabar.com

Kalsel

Pria Asal Surabaya Batuk-batuk di Masjid Sabilal Muhtadin, Keamanan Panik Dibuatnya
apahabar.com

Kalsel

Karang Bintang Siapkan Tempat Karantina di Setiap Desa
apahabar.com

Kalsel

Riwayat Pasien Positif Corona di Banjarmasin, Pernah ke Malang
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Bagi-Bagi 493 Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa dan Lulusan UIN Antasari Dibekali Trik Hadapi Tantangan Kerja
apahabar.com

Kalsel

Antara Senang dan Cemas, Nilai SKD 225 ke Atas Bisa Ikut SKB CPNS 2018

Kalsel

Duel Maut di Sungai Tabuk, Pria Tewas di Tangan Suami Mantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com