Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas!

Harga Sembako Naik di Pasar Paringin, Warga Mengeluh

- Apahabar.com Minggu, 5 Mei 2019 - 10:23 WIB

Harga Sembako Naik di Pasar Paringin, Warga Mengeluh

ilustrasi pedagang sembako di pasar tradisional. Foto-Net

apahabar.com, BALANGAN – Menjelang tibanya bulan Ramadan, harga sembako di Pasar Paringin mengalami kenaikan. Kenaikan harga tersebut tidak hanya dikeluhkan pembeli, tapi juga pedagang.

Seperti pantauan apahabar.com di lapangan, harga bawang merah berada di harga Rp45 ribu per kilogram, sementara bawang putih Rp50 ribu per kilogramnya.

Baca Juga: Berkah Jelang Ramadan, Warga Bakarangan Tapin Panen Timun Suri

Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir, telur, dan beras. Gula pasir yang semula Rp12 Ribu per kilogram, naik menjadi Rp14 ribu. Untuk harga telur naik Rp1 ribu per biji-nya. Sedangkan beras, naik Rp2 ribu per liternya.

Seorang pedagang telor dan gula pasir di pasar Paringin, Muhammad Rifa mengungkapkan kenaikan harga dipicu kurangnya pasokan sembako. Dia mengaku membeli sembako di atas harga biasanya.

“Untuk harga bahan pokok lainnya seperti telor dan gula pasir naik karena pasokannya berkurang, tak seperti biasa, harganya pun naik kami membeli,” ucapnya pada apahabar.com, Minggu (5/5/2019)

Pedagang lainnya, Tanti juga mengeluhkan kenaikan harga tersebut. Sebab, dengan keadaan itu, pembeli jadi berkurang.

“Pasokan sembako kurang mungkin karena terlambat panen atau akibat cuaca yang tidak menentu,” keluhnya.

Senada dengan keluhan pedagang di Pasar Paringin, Sasmita -warga Paringin, mengaku akan lebih berhemat di bulan Ramadan.

“Dengan naiknya harga bahan dapur ini membuat kami para ibu rumah tangga harus bisa membagi uang, untuk bisa menghemat kebutuhan,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Kabupaten Balangan, ketika dikonfirmasi apahabar.com terkait dengan kenaikan harga tersebut mengungkapkan bahwa mengatur harga sembako bukan wewenang pihaknya.

“Untuk menstabilkan harga bukan wewenang Dinas Perdagangan, kami hanya lakukan pemantauan harga,” ujar Mutia, Kasi Sarana Distribusi dan Bakpokting.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Travel di Kalsel Kebanjiran Orderan Umrah

Reporter: Ahc08
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Komisi II DPRD Banjarmasin Belajar Peningkatan Pembinaan UKM ke Bogor
apahabar.com

Kalsel

Pencabulan Sesama Jenis, Psikolog ULM Minta GM Dites Psikologi
apahabar.com

Kalsel

Mudah, Dokumen Pindah Memilih Bisa Via WhatsApp
apahabar.com

Kalsel

HPN 2020, Presiden Jokowi Tiba di Kalsel Sore Ini
apahabar.com

Kalsel

BMKG Ingatkan 5 Wilayah Kalsel Rawan Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Mengintip IG Bacalon Wali Kota Banjarmasin: Petahana Paling Melek, Eks Sekda Tergaptek
apahabar.com

Kalsel

Anak Yatim di Banjarmasin Doakan Kesembuhan Ani Yudhoyo­no
apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin: Pelanggar Prokes Capai Puluhan, Dominan Kecamatan Tengah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com