VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Harga ‘Si Melon’ Belum Stabil

- Apahabar.com Selasa, 28 Mei 2019 - 06:15 WIB

Harga ‘Si Melon’ Belum Stabil

Ilustrasi antrean gas 3 kilo. Foto-telusur.co.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Saat masyarakat umumnya membutuhkan keperluan memasak, harga gas tabung 3 kilo masih belum beranjak normal.

Pantau dari pedagang eceran, harga si melon masih berada di kisaran Rp25 ribu per tabung. Berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas 3 kilo sampai ke masyarakat Rp17.500.

Melambungnya harga gas bersubsidi itu tentu membuat masyarakat harus menambah pengeluaran. Padahal Pertamina sudah mempertebal stok distribusi di Kota Banjarmasin sebanyak 5 persen dari stok normal.

Pedagang eceran Jalan Dahlia dan Teluk Dalam mengaku menjajakkan ‘si melon’ dengan harga Rp25 ribu/tabung.

“Aku jual 25 ribu/tabung, soalnya ini dapat dari tangan ketiga. Biasanya kalau menjual lebih dari harga itu tidak berani,” ungkap Syarif, pedagang gas di Teluk Dalam kepada apahabar.com.

Menurutnya, dari pengalamannya berjualan, persediaan gas 3 kilo selama Ramadan setiap tahunnya tidak pernah ada kelangkaan.

Pedagang di Jalan Kuin Selatan menjual gas ini dari harga Rp25 ribu hinga Rp30 ribu/tabung.

Sementara itu, salah satu pedagang di Jalan Belitung Laut menjual ‘si melon’ dengan harga Rp35 ribu/tabung.

Namun Pangkalan Erlangga gas di Jalan Mulawarman, mereka menjual gas 3 kilo dengan harga yang sesuai HET Rp17.500/tabung.

“Kalau gas datang, kami jual khusus warga kawasan Banjarmasin Tengah, mereka bisa menunjukkan KTP dan KK, maka akan kami layani,” ujar Usman, seorang pekerja di pangkalan Erlangga.

Selama Ramadan menurutnya pangkalan mereka kedatangan gas hingga 3 kali seminggu. “Sekali datang 200 tabung,” kata Usman.

Begitu juga dengan pangkalan Riduan di Jalan Rantauan Darat, menjual gas hanya Rp18 ribu/tabung. “Kami jual dengan kupon dan dibagikan kepada ketua RT terdekat,” ujar Riduan.

Dia mengaku untuk jatah kedatangan gas, mendapat giliran kadang 2 hingga 3 kali per minggu. “Jadi rata sebulan 10 kali dapat distribusi,” pungkasnya.

Baca Juga: Desak Segera Proses Cawabup HST

Baca Juga: Kasus Politik Uang: Disetop di Bawaslu, Berlanjut di Polda

Reporter : AHC07
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sikapi Penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Polres Batola Utamakan SOP
apahabar.com

Kalsel

Bersihkan Sampah Sisa Aksi Demonstrasi Omnibus Law, Petugas Kebersihan di Banjarmasin Kerja Lembur
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan SMA Baru di Landasan Ulin Menunggu Restu Dewan
apahabar.com

Kalsel

Dipadukan Kulit, Tas Purun Tikus Berharga Rp1 Juta Lebih
apahabar.com

Kalsel

Belum Difungsikan, DPRD Tala Cek Bangunan Rumah Sakit Haji Boejasin
apahabar.com

Kalsel

Jumat Cerah di Kalsel Hari Ini Simpan Potensi Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Rapid Tes Massal di Kalsel, Ratusan ODP Reaktif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Asap Masih Menguasai Kalimantan Selatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com