Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Hipmikindo Kalsel Tuding Pembatasan Penggunaan Media Sosial Rugikan UMKM

- Apahabar.com Sabtu, 25 Mei 2019 - 14:41 WIB

Hipmikindo Kalsel Tuding Pembatasan Penggunaan Media Sosial Rugikan UMKM

Pembatasan penggunaan media sosial. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Dewan Pengurus Wilayah (DPD) Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) Kalimantan Selatan (Kalsel) menilai pembatasan penggunaan media sosial oleh pemerintah sangat merugikan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banua.

“Ini sungguh sangat merugikan. Lantaran menyangkut penjualan secara online. Pastinya sangat mengganggu, karena kan kita upload foto barang atau makanan yang dijual di bulan Ramadhan. ini sangat merugikan sekali,” ucap Wakil Ketua DPD Hipmikindo Kalsel, Wahidah kepada apahabar.com, Sabtu (25/5) siang.

Baca Juga: Belum Terima THR, Adukan Perusahaan ke Disnakertrans Kalsel

Pembatasan penggunaan media sosial, kata dia, secara otomatis mengakibatkan penghasilan pelaku UMKM yang memasarkan produk melalui online sangat menurun. Namun, tak berpengaruh bagi yang memasarkan produk secara offline.

Penurunan bisa mencapai 30-50 persen. Misalnya, penjualan produk kuliner seperti kue lebaran mengalami penjualan sekitar 50 persen. Kecuali yang sudah jauh hari mengadakan transaksi jual beli.

“Sebelum adanya pembatasan media sosial pendapatan di sektor kuliner bisa mencapai Rp500 ribu ke atas dan tergantung gencar atau tidaknya promo dan barang bernilai lebih,” cetusnya.

Baca Juga: Kebutuhan Listrik Kalsel Meningkat, Dewan Godok Raperda

Begitu pula dengan produk pashion yang mengalami penurunan mencapai 40 persen dibandingkan hari sebelumnya dimana tak ada pembatasan penggunaan media sosial.

“Kalkulasikan saja, biasanya memperoleh 100 persen, terus mengalami penurunan sampai 40 persen. Ya seperti itulah,” sebutnya.

Ironisnya, tegas dia, terdapat barang pelaku UMKM yang tertumpuk. Terlebih, apabila sampai berbulan-bulan, sehingga pilihan terakhir yakni dijual dengan harga murah. Apalagi, barang dagangan seperti kuliner.

Baca Juga: Istri Gusdur Berharap Intan Martapura Jadi No 1 di Dunia

“Ya jual murah saja, syukur-syukur balik modal,” tegasnya.

Ia berharap agar media sosial segera pulih 100 persen, agar pelaku UMKM bisa terbantu dalam proses pemasaran produk. Dengan tujuan, stabilitas ekonomi di Kalimantan Selatan.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Persiapan KPU Kabupaten Banjar 90 Persen
Razia ASN; 32 Tidak Kantongi Izin Keluar

Kalsel

Razia ASN; 32 Tidak Kantongi Izin Keluar
apahabar.com

Kalsel

Hak Warga Binaan Lapas Tabalong Terpenuhi Dapatkan KTP-el
apahabar.com

Kalsel

Polsek Anjir Pasar Polres Batola Kampanye Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 18 Juli: Kasus Baru Masih Ratusan
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilgub Kalsel 2020, Mungkinkah Paman Birin Melawan Kotak Kosong?
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Surabaya, Bank Kalsel Curi Ilmu Digitalisasi Kredit UMKM
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kelayan B Diamuk Si Jago Merah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com