UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Imam FPI Kalsel Bantah Imbau Masyarakat Tolak Gerakan People Power

- Apahabar.com Senin, 20 Mei 2019 - 18:43 WIB

Imam FPI Kalsel Bantah Imbau Masyarakat Tolak Gerakan People Power

Kapolda Kalsel di kediaman Sukhrowardi bersama Habib Banua (kanan) dan Habib Zakaria Bahasyim. Dok. Polda Kalsel

apahabar.com, BANJARMASIN – Imam Front Pembela Islam (FPI) Kalimantan Selatan, Habib Zakaria Bahasyim membantah telah mengimbau masyarakat untuk menolak gerakan people power, saat pengumuman Hasil Pemilu, 22 Mei di Jakarta.

Meski begitu, Habib Zakaria membenarkan pertemuannya dengan Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani di rumah Sukhrowardi calon anggota DPRD Banjarmasin terpilih, Minggu 19 Mei.

“Saya tegaskan di sini bahwa, kunjungan tersebut memang benar. Tetapi kita tidak membahas masalah gerakan people power dan semacamnya,” kata Habib Zakaria dihubungi apahabar.com, Senin (20/5).

Menurutnya, kunjungan Irjen Yazid tak lebih dari silaturahmi sesama umat muslim, terutama saat bulan suci Ramadan.

Baca Juga: FPI Balangan Bagi Takjil Jelang Buka Puasa

“Saya awalnya juga kaget saat beberapa media online memberitakan statement kita seputar gerakan people power ini. Karena kita tidak membahas masalah tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Irjen Yazid menyebut pertemuan tersebut merupakan hubungan keakraban dan kekerabatan antara umara dan ulama.

Menurut dia, hal ini sesuai makna silaturahmi (shilah ar-rahim) yang dibentuk dari kata shilah dan ar-rahim.

“Yakni shilah berasal dari washala-yashilu-wasl(an) wa shilat(an), artinya adalah hubungan. Adapun ar-rahim atau ar-rahm, jamaknya arhâm, yakni rahim atau kerabat,” ujar Yazid dalam siaran persnya, Minggu (19/5).

Masih dari siaran pers tersebut, duo Habib itu disebut sama-sama sepakat jika pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini telah berjalan sukses, jujur, adil, transparan, dan demokratis.

Disebutkan pula Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua mengajak masyarakat tidak terpengaruh dengan berita provokatif yang bertujuan memobilisasi massa. Serta mengimbau kepada tokoh agama dan seluruh masyarakat, khususnya Kalsel, agar menjaga kondusifitas kamtibmas dan menolak aksi people power pada 22 Mei 2019.

“Atau tepatnya saat penetapan oleh KPU yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas Republik Indonesia,” ucap Habib Banua didampingi Habib Zakaria Bahasyim.

Masih dalam siaran pers tersebut, kedua tokoh agama Islam di Kalsel ini menjamin tidak ada pengerahan mobilisasi massa untuk ikut dalam aksi tersebut.

Baca Juga: FPI Jateng: Petisi Penolakan Izin Tak Akan Pengaruhi Pemerintah

“Karena hal tersebut malah justru akan mengganggu situasi Kamtibmas Republik Indonesia,” kata Habib Zakaria Bahasyim.

Ia justru mengajak masyarakat berdoa agar hasil Pemilu 2019 dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Belakangan, Habib Zakaria Bahasyim membantah semua pernyataan yang berkaitan dengan aksi people power itu.

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

NU Rekomendasikan Bisnis MLM Haram
apahabar.com

Nasional

Ditemui Stafsus Milenial Jokowi, BEM SI: Tak Sesuai Harapan
apahabar.com

Nasional

3 Fakta Baru Seputar Uang Khusus Rp 75.000
apahabar.com

Nasional

Hasil Rakorev Putuskan Munas JMSI Dilaksanakan Juni Mendatang
apahabar.com

Nasional

Aneh, Bupati Lantik Diri Sendiri Jadi Kepala Dinas
apahabar.com

Nasional

Jokowi Pastikan Kesiapan Anggaran Pilkada Serentak
apahabar.com

Nasional

Koper Jamaah Haji Aman Hingga Hotel
apahabar.com

Nasional

Jazuli Juwaini: Indonesia Harus Serius Sikapi Nasib Muslim Uighur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com