Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya Pencarian Korban Longsor di Batu Bini HSS Kembali Dilanjutkan

Jelang 22 Mei, Polda Lampung Kirim Pasukan ke Jakarta

- Apahabar.com Senin, 20 Mei 2019 - 12:23 WIB

Jelang 22 Mei, Polda Lampung Kirim Pasukan ke Jakarta

Ilustrasi polisi yang sedang bertugas. Foto – Istimewa

apahabar.com, BANDARLAMPUNG – Kepolisian Daerah Lampung mengirimkan pasukan dari Satuan Korps Brimob dan Shabara ke Jakarta untuk membantu Polda Metro Jaya dalam rangka mengamankan pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 22 Mei 2019.

“Itu perkuatan yang memang diperlukan untuk membantu polda-polda yang terdekat dalam memperkuat situasi keamanan yang ada di Jakarta, khususnya pengamanan pleno,” kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Zahwani Pandra Arsyad di Bandarlampung, seperti dilansir Antara, Senin (20/5/2019)

Pandra melanjutkan ada ratusan personel yang telah dikirim ke Jakarta sejak beberapa pekan lalu. Rencana pasukan tersebut akan melakukan pengamanan di KPU RI yang akan berlangsung hingga pelaksanaan pleno berakhir.

“Biasanya memang polda yang bersebelahan dengan Polda Metro selalu diminta bantuan guna perkuatan keamanan hingga batas waktu berakhir,” katanya.

Pandra menambahkan pasukan yang telah dikirim dalam melakukan pengamanan itu diperlengkapi dengan senjata lengkap mulai dari pentungan, gas air mata, hingga senjata api.

Namun lanjut Pandra, semuanya kembali pada tahapan penggunaan kekuatan seperti yang diatur dalam Peraturan Kapolri No1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian (Perkap No 1/2009) pasal 5 ayat (1) Perkap No 1/2009.

“Menggunakan kekuatan itu ada enam tahapan di antaranya kekuatan yang memiliki dampak pencegahan, perintah lisan, kendali tangan kosong lunak, kendali tangan kosong keras, kendali senjata tumpul seperti senjata kimia antara lain gas air mata, semprotan cabai atau alat lain sesuai standar Polri dan terakhir kendali dengan menggunakan senjata api atau alat lain yang menghentikan tindakan atau perilaku kejahatan atau tersangka yang dapat menyebabkan luka parah atau kematian anggota Polri atau anggota masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Tak Terima Ani Yudhoyono Di-bully, Ferdinand: Saya Berhenti Dukung Prabowo!

Baca Juga: Jubir PKS Muda: Pada 22 Mei, Kedepankan Kepentingan Bangsa di Atas Kepentingan Golongan

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bawaslu

Nasional

Rekom Bawaslu, 2 TPS Gelar Pemungutan Suara Ulang
apahabar.com

Nasional

Titi Wati Berbobot 350 Kg, Bakal Dibedah Dokter RS Udayana
apahabar.com

Nasional

Terdampak Tsunami, 7 Desa di Kecamatan Sumur Belum Bisa Dijangkau Petugas
Ditahan Bersama Balita

Nasional

Viral Ibu Ditahan Bersama Balitanya, Komisi III Langsung Bereaksi
KPK

Nasional

Heboh Sprindik Erick Thohir ke Novel, KPK Buru Pelaku
apahabar.com

Nasional

Korban Terdampak Banjir Samarinda Tembus 30.580 Jiwa!
apahabar.com

Nasional

Polri Ungkap 92 Kasus Penyelewengan Dana Bansos Covid-19, Termasuk di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Dukung Aksi Bersih-Bersih Jiwasraya, Hipmi: Awas Serangan Balik Koruptor!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com