3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Jelang 22 Mei, Polda Lampung Kirim Pasukan ke Jakarta

- Apahabar.com Senin, 20 Mei 2019 - 12:23 WIB

Jelang 22 Mei, Polda Lampung Kirim Pasukan ke Jakarta

Ilustrasi polisi yang sedang bertugas. Foto – Istimewa

apahabar.com, BANDARLAMPUNG – Kepolisian Daerah Lampung mengirimkan pasukan dari Satuan Korps Brimob dan Shabara ke Jakarta untuk membantu Polda Metro Jaya dalam rangka mengamankan pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 22 Mei 2019.

“Itu perkuatan yang memang diperlukan untuk membantu polda-polda yang terdekat dalam memperkuat situasi keamanan yang ada di Jakarta, khususnya pengamanan pleno,” kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Zahwani Pandra Arsyad di Bandarlampung, seperti dilansir Antara, Senin (20/5/2019)

Pandra melanjutkan ada ratusan personel yang telah dikirim ke Jakarta sejak beberapa pekan lalu. Rencana pasukan tersebut akan melakukan pengamanan di KPU RI yang akan berlangsung hingga pelaksanaan pleno berakhir.

“Biasanya memang polda yang bersebelahan dengan Polda Metro selalu diminta bantuan guna perkuatan keamanan hingga batas waktu berakhir,” katanya.

Pandra menambahkan pasukan yang telah dikirim dalam melakukan pengamanan itu diperlengkapi dengan senjata lengkap mulai dari pentungan, gas air mata, hingga senjata api.

Namun lanjut Pandra, semuanya kembali pada tahapan penggunaan kekuatan seperti yang diatur dalam Peraturan Kapolri No1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian (Perkap No 1/2009) pasal 5 ayat (1) Perkap No 1/2009.

“Menggunakan kekuatan itu ada enam tahapan di antaranya kekuatan yang memiliki dampak pencegahan, perintah lisan, kendali tangan kosong lunak, kendali tangan kosong keras, kendali senjata tumpul seperti senjata kimia antara lain gas air mata, semprotan cabai atau alat lain sesuai standar Polri dan terakhir kendali dengan menggunakan senjata api atau alat lain yang menghentikan tindakan atau perilaku kejahatan atau tersangka yang dapat menyebabkan luka parah atau kematian anggota Polri atau anggota masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Tak Terima Ani Yudhoyono Di-bully, Ferdinand: Saya Berhenti Dukung Prabowo!

Baca Juga: Jubir PKS Muda: Pada 22 Mei, Kedepankan Kepentingan Bangsa di Atas Kepentingan Golongan

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wapres Ma’ruf Minta Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit
apahabar.com

Nasional

Sempat Ricuh, Intip Ide TKN-BPN Untuk Debat III
apahabar.com

Nasional

Selendang Rajutan Nenek 80 Tahun untuk Jokowi
apahabar.com

Nasional

Pindah Ibu Kota Negara, Jokowi: Gunung Mas Kalteng Penuhi Syarat Luas Lahan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Banyak Kendala Aturan Teknis pada Proyek Tol Trans Sumatera
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tandatangani PP Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Covid-19 Jadi Pandemi, Sekjen PBB Minta Kelompok Rentan Diperhatikan
apahabar.com

Nasional

AS Catatkan 1,15 Juta Kasus Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com