UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Jokowi: Tak Ada Toleransi untuk Perusuh Negara

- Apahabar.com Rabu, 22 Mei 2019 - 19:06 WIB

Jokowi: Tak Ada Toleransi untuk Perusuh Negara

Suasana bentrokan antara petugas kepolisian dan massa aksi di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22-5-2019). Foto – Antara/Galih Pradipta

apahabar.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah tak akan membiarkan para pelaku kerusuhan dan pengganggu keamanan serta demokrasi di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam pernyataan menyikapi situasi di Jakarta terkait kerusuhan 22 Mei 2019 di depan Bawaslu RI hingga kawasan Petamburan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Tidak memberikan toleransi kepada siapapun juga yang akan mengganggu keamanan yang akan mengganggu proses-proses demokrasi dan mengganggu persatuan negara yang amat kita cintai ini, terutama perusuh-perusuh. Kita tidak akan memberikan ruang yang perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita,” ujar Jokowi saat memberikan pernyataan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu (22/5/2019).

Dalam menyampaikan pernyataan tersebut, Jokowi tampak didampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Enggak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi menegaskan saat ini situasi masih terkendali sehingga pemerintah memastikan agar masyarakat tak perlu khawatir. Jokowi pun berharap setiap elemen bangsa Indonesia kembali merajut persatuan, persaudaraan, dan kerukunan.

“Karena Indonesia adalah rumah kita bersama,” kata Jokowi.

Saat ini polisi memberlakukan Siaga 1 di Jakarta menyikapi hasil rekapitulasi suara nasional Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Setelah sempat terjadi aksi massa mengatasnamakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di depan Bawaslu yang bubar usai salat tarawih pada Selasa (21/5), malam harinya terjadi kerusuhan di depan Bawaslu.

Kerusuhan di depan Bawaslu RI itu pun berlanjut hingga Rabu (22/5) siang hingga merembet ke kawasan Petamburan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat karena massa dipukul mundur dan diupayakan bubar oleh polisi.

Kerusuhan massa itu diduga terkait hasil rekapitulasi Pemilu 2019 yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di mana Jokowi-Ma’ruf (paslon nomor urut 01) mengalahkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga: Joko Widodo Minta Segala Perselisihan Pemilu Diselesaiakan Melalui MK

Baca Juga: PGI Imbau Semua Pihak Hentikan Segala Bentuk Provokasi

Baca Juga: Medsos Dibatasi, SMS dan Telepon Tetap Jalan

Baca Juga: Jokowi Tanggapi Usul Mempercepat Pertemuan dengan Prabowo

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hari Ini Jokowi Lantik 6 Menteri Baru Kabinet Indonesia Maju
apahabar.com

Nasional

Bani Seventeen Dimakamkan Hari Ini, Istri: Ketemu di Surga Ya…
apahabar.com

Nasional

Masih Buron, KPK Minta Penyuap Komisioner KPU Serahkan Diri
apahabar.com

Nasional

Terjaring Razia Masker Saat Kendarai Mobil Sendiri, Advokat Ini Ancam Gugat Rp 1 T Petugas Covid-19
apahabar.com

Nasional

Ketum PSI Ajak Warga Makan Babi Usai Pemilu Hoaks
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ingin Early Warning System Awasi Internal Pemerintah
cuaca

Nasional

Hari Ini, BMKG Prediksi Cuaca Berawan hingga Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
apahabar.com

Nasional

BI: Nasabah Jangan Khawatir Gangguan Sistem Bank Mandiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com