Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: ‘Memahami’ Kekuasaan Tuhan

- Apahabar.com Kamis, 9 Mei 2019 - 11:30 WIB

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: ‘Memahami’ Kekuasaan Tuhan

Sumber Foto: instazu.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Allah Maha Kuasa. Kekuasaannya tidak bisa diintervensi. Jika Allah Menentukan, maka tak satu pun makhluk yang dapat menolaknya. Dan ketentuan tersebut tidak tergantung makhluknya, semisal musim dan cuaca.

Seperti malam sebelumnya, kajian Ramadan keempat di Mesjid Jami Sungai Jingah kembali diisi dengan Tausiah KH Ahmad Zuhdiannoor (Guru Zuhdi) usai shalat tarawih berjemaah, Rabu (8/5) malam.

Kali ini, Guru Zuhdi menyampaikan ilmu tentang pengenalan terhadap Allah SWT. Yakni, Allah SWT sebagai Tuhan tidak bergantung pada apa pun dan kepada siapapun.

“Mau awan itu ada atau tidak ada, bila Allah SWT berkehendak maka bumi tetap diturunkan hujan, karena (kekuasaan) Allah tidak bergantung pada awan,” jelas Guru.

Baca Juga: Ramadan Bulan Mendidik Nafsu, Begini Penjelasan Guru Zuhdi

Baca Juga: Rasulullah Mengutamakan Kelembutan Hati di Atas Kemarahannya

Contoh lain beliau menerangkan, Allah menghendaki semua itu karena ada hikmah di baliknya, dan Allah membuat sebab akan hal itu.

“Misalkan untuk menciptakan bayi, Allah jadikan laki-laki dan perempuan dalam pernikahan lalu melalui suami dan istri hadir bayi, tapi Allah tidak bergantung kepada keduanya untuk menghadirkan manusia,” kata Guru.

“Jika Allah berkehendak menciptakan manusia tanpa ada seorang laki-laki maka tetap ada, contohnya Nabi Isa AS yang hadir tanpa seorang ayah, maka Allah jadikan tanpa suami, tapi Allah Ta’ala membuat sebab.”

“Allah menghendaki semua ini agar semua berproses alam, bahwa bayi itu bisa hadir melalui sunnatullah adanya perkawinan suami dan istri, dan bayi itu bisa hadir karena proses melalui suami. Walaupun, Allah tidak bergantung kepada si suami untuk menghadirkan bayi (manusia) baik perempuan maupun laki-laki,” sambung Guru Zuhdi.

Lebih lanjut Guru Zuhdi menyampaikan, jika Allah menginginkan manusia itu hadir tanpa dari seorang wanita maka Allah tetap bisa menciptakan. Contohnya, menurut beliau, adalah Nabi Adam AS yang Allah Ta’ala ciptakan tanpa perantara seorang perempuan.

“Jadi Tuhan yang kita sembah, yang kita Tuhankan ini, perbuatannya satu, yaitu tidak bergantung apa-apa dan kepada siapa-siapa. Hanya (saja) Allah menginginkan adanya sebab, bahwa terciptanya manusia sekarang ini melalui sebuah proses pernikahan,” jelas Guru.

Baca Juga: Pengajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Cara Masuk Surga Lebih Cepat dari Bidadari

Baca Juga: Riwayat Masjid Al Jihad (1), “Rebutan” Membangun Tempat Ibadah

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Nasehat Gus Mus ‘Menyikapi’ Covid-19
apahabar.com

Ceramah

Ceramah Maulid di Banjarmasin, Abu Zein Fardany Tekankan Mutabaah Batiniah
apahabar.com

Ceramah

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Mukjizat dan Karomah Adalah Qudrat Allah
apahabar.com

Ceramah

Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Setiap Perbuatan Makhluk Menunjuk Af’al Allah SWT
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi; Ikuti Rasulullah dengan Mengikuti Para Ulama
apahabar.com

Ceramah

Agar Hidup Berkah, Ini Amalan dan Doanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com