Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Mukjizat dan Karomah Adalah Qudrat Allah

- Apahabar.com     Selasa, 28 Mei 2019 - 16:34 WITA

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Mukjizat dan Karomah Adalah Qudrat Allah

Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengajian bersama Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor di Masjid Jami, Sungai Jingah, Banjarmasin melanjutkan pembahasan masalah tauhid pada Senin (27/05/2019) malam atau malam ke-23 Ramadan.

Dalam ceramahnya, Guru Zuhdi mengingatkan kembali akan sifat Rasul, setelah sebelumnya mengajarkan sifat-sifat Allah SWT.

“Kalimat selanjutnya yaitu setelah ‘laailahaillallah’ adalah ‘Sayyiduna Muhammaddurrasulullah’ nabi Muhammad itu benar menjadi kekasih Allah, artinya itu bukan sebuah kebohongan. Lalu bukti dukungan atas benarnya beliau itu menjadi nabi, semua para rasul dan para nabi wajib bersifat Siddiq, artinya benar ucapannya yang selalu benar, mulai lahir hingga akhir hayat,” terang Guru Zuhdi.

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Sifat Allah Terkandung dalam “Laailaahaillallaah”

Guru kembali menjelaskan, para Nabi dan Rasul, mereka-mereka itu apabila berbicara pasti jujur. Kejujuran mereka itu jujur dan benar menjadi Rasul. Bukti mereka itu benar dan jujur menjadi Rasul adalah dengan dukungan Allah melalui mukjizat yang diberikan oleh Allah.

Kalau kepada para wali, sambung Guru, bukti dan dukungan Allah itu dinamakan dengan karomah. Kalau kepada orang ahli ibadah, bukti dan dukungan Allah itu dinamakan dengan ma’unah.  Karomah, mukjizat, ma’unah, atau apapun itu semua adalah bentuk qudrat atau kuasa Allah.

Kedua, wajib para Nabi dan Rasul itu bersifat tabligh, artinya menyampaikan sesuatu hukum yang disampaikan.

“Para Nabi dan Rasul wajib bersifat siddiq atau jujur. Kejujuran mereka, yaitu mereka mengaku bahwa benar menjadi Rasulullah. Dan Allah mendukung bukti kejujuran mereka tersebut dengan adanya mukjizat,” pangkas Guru.

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Manusia Sebagai Hamba Tidak Punya Daya Upaya

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

IOF Kalsel Bantu Penyaluran Logistik Pemilu
apahabar.com

Tak Berkategori

Esok Malam, Guru Zuhdi Bakal Pimpin Peribadatan di Masjid Ini
apahabar.com

Tak Berkategori

Rusia Siapkan Vaksinasi Massal Corona pada Oktober
apahabar.com

Tak Berkategori

17 Hari Tanpa Kasus, Selandia Baru Klaim Bersih dari Corona
Pemkab Tala Akan Bangun Posko Kesehatan di Perbatasan

Tak Berkategori

Pemkab Tala Akan Bangun Posko Kesehatan di Perbatasan

Tak Berkategori

Sejumlah Pasar Tradisional-Modern di Balikpapan Jual Minyak Goreng di Atas HET
apahabar.com

Tak Berkategori

Achmad Fikry Minta Anggota Ikmasil ‘Melek’ Internet
Rupiah

Tak Berkategori

Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat ke Rp 13.950/US$
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com