ga('send', 'pageview');
Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia Gejolak Harga Elpiji, Polisi Bongkar Aksi Curang 2 Pangkalan di Banjarmasin Menyelisik Ritual Pemakaman Adat Dayak Meratus: Hamburkan Beras Kuning Agar Keburukan Tak Menyertai Peserta Ritual Sederet Alasan Dua Konfederasi Buruh Dukung Sahbirin-Muhidin di Pilkada Kalsel 2020 Wawali Banjarbaru Dilaporkan ke Bawaslu, Simak Hasil Kajian Gakkumdu

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Mukjizat dan Karomah Adalah Qudrat Allah

- Apahabar.com Selasa, 28 Mei 2019 - 16:34 WIB

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Mukjizat dan Karomah Adalah Qudrat Allah

Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengajian bersama Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor di Masjid Jami, Sungai Jingah, Banjarmasin melanjutkan pembahasan masalah tauhid pada Senin (27/05/2019) malam atau malam ke-23 Ramadan.

Dalam ceramahnya, Guru Zuhdi mengingatkan kembali akan sifat Rasul, setelah sebelumnya mengajarkan sifat-sifat Allah SWT.

“Kalimat selanjutnya yaitu setelah ‘laailahaillallah’ adalah ‘Sayyiduna Muhammaddurrasulullah’ nabi Muhammad itu benar menjadi kekasih Allah, artinya itu bukan sebuah kebohongan. Lalu bukti dukungan atas benarnya beliau itu menjadi nabi, semua para rasul dan para nabi wajib bersifat Siddiq, artinya benar ucapannya yang selalu benar, mulai lahir hingga akhir hayat,” terang Guru Zuhdi.

Baca juga :  Mendadak Akun @riskii125 Penghina Abah Guru Sekumpul Menghilang, Penyelidikan Terhenti?

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Sifat Allah Terkandung dalam “Laailaahaillallaah”

Guru kembali menjelaskan, para Nabi dan Rasul, mereka-mereka itu apabila berbicara pasti jujur. Kejujuran mereka itu jujur dan benar menjadi Rasul. Bukti mereka itu benar dan jujur menjadi Rasul adalah dengan dukungan Allah melalui mukjizat yang diberikan oleh Allah.

Kalau kepada para wali, sambung Guru, bukti dan dukungan Allah itu dinamakan dengan karomah. Kalau kepada orang ahli ibadah, bukti dan dukungan Allah itu dinamakan dengan ma’unah.  Karomah, mukjizat, ma’unah, atau apapun itu semua adalah bentuk qudrat atau kuasa Allah.

Baca juga :  Mendadak Akun @riskii125 Penghina Abah Guru Sekumpul Menghilang, Penyelidikan Terhenti?

Kedua, wajib para Nabi dan Rasul itu bersifat tabligh, artinya menyampaikan sesuatu hukum yang disampaikan.

“Para Nabi dan Rasul wajib bersifat siddiq atau jujur. Kejujuran mereka, yaitu mereka mengaku bahwa benar menjadi Rasulullah. Dan Allah mendukung bukti kejujuran mereka tersebut dengan adanya mukjizat,” pangkas Guru.

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Manusia Sebagai Hamba Tidak Punya Daya Upaya

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Ikhlas dan Kasih Sayang, Spirit Revolusi Mental Ala Rasulullah
apahabar.com

Ceramah

Salat Melihat Rasul, Bagaimana Praktiknya?
apahabar.com

Ceramah

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim
apahabar.com

Ceramah

Nasehat Gus Mus ‘Menyikapi’ Covid-19
apahabar.com

Ceramah

Ini Golongan yang Tidak Dapat Keutamaan Nisfu Sya’ban
apahabar.com

Ceramah

Agar Hidup Berkah, Ini Amalan dan Doanya
apahabar.com

Ceramah

Menyoal Salat Ied Massal, Ustaz Khairullah: Jangan Mengundang Mudharat
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Hidup Jangan Dibikin Sulit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com