Pulang dari Banjarmasin, Pria Paruh Baya di Tapin Positif Covid-19 Cium Bau Gosong, Honda Jazz Terbakar di Banjarmasin Baru Bebas, Napi di Banjarmasin Tusuk Kekasih Eks Istri Ada Ancaman Baru, Banjarmasin Coret 2 Kluster Penyebar Covid-19 Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu




Home Ceramah

Selasa, 28 Mei 2019 - 16:34 WIB

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Mukjizat dan Karomah Adalah Qudrat Allah

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor. Foto-Net

Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengajian bersama Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor di Masjid Jami, Sungai Jingah, Banjarmasin melanjutkan pembahasan masalah tauhid pada Senin (27/05/2019) malam atau malam ke-23 Ramadan.

Dalam ceramahnya, Guru Zuhdi mengingatkan kembali akan sifat Rasul, setelah sebelumnya mengajarkan sifat-sifat Allah SWT.

“Kalimat selanjutnya yaitu setelah ‘laailahaillallah’ adalah ‘Sayyiduna Muhammaddurrasulullah’ nabi Muhammad itu benar menjadi kekasih Allah, artinya itu bukan sebuah kebohongan. Lalu bukti dukungan atas benarnya beliau itu menjadi nabi, semua para rasul dan para nabi wajib bersifat Siddiq, artinya benar ucapannya yang selalu benar, mulai lahir hingga akhir hayat,” terang Guru Zuhdi.

Baca juga :  Jangan Khawatirkan Majelis Taklim

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Sifat Allah Terkandung dalam “Laailaahaillallaah”

Guru kembali menjelaskan, para Nabi dan Rasul, mereka-mereka itu apabila berbicara pasti jujur. Kejujuran mereka itu jujur dan benar menjadi Rasul. Bukti mereka itu benar dan jujur menjadi Rasul adalah dengan dukungan Allah melalui mukjizat yang diberikan oleh Allah.

Kalau kepada para wali, sambung Guru, bukti dan dukungan Allah itu dinamakan dengan karomah. Kalau kepada orang ahli ibadah, bukti dan dukungan Allah itu dinamakan dengan ma’unah.  Karomah, mukjizat, ma’unah, atau apapun itu semua adalah bentuk qudrat atau kuasa Allah.

Baca juga :  Masih Terngiang, Pesan Guru Zuhdi Soal Hakikat Lebaran Idul Fitri

Kedua, wajib para Nabi dan Rasul itu bersifat tabligh, artinya menyampaikan sesuatu hukum yang disampaikan.

“Para Nabi dan Rasul wajib bersifat siddiq atau jujur. Kejujuran mereka, yaitu mereka mengaku bahwa benar menjadi Rasulullah. Dan Allah mendukung bukti kejujuran mereka tersebut dengan adanya mukjizat,” pangkas Guru.

Baca Juga: Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Manusia Sebagai Hamba Tidak Punya Daya Upaya

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: ‘Memahami’ Kekuasaan Tuhan
apahabar.com

Ceramah

Ibunda Rasulullah SAW Pernah Bermimpi akan Bahayanya Penyakit Hasad
Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat

Ceramah

Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat
apahabar.com

Ceramah

Kemanfaatan Ilmu Terlihat Ketika Menghias Pemakainya
apahabar.com

Ceramah

Ikhlas dan Kasih Sayang, Spirit Revolusi Mental Ala Rasulullah
apahabar.com

Ceramah

Bahagiakan Guru Ngaji, Gus Mus: Berikan Kado Buat Mereka
apahabar.com

Ceramah

Maksiat, Layaknya Menebar Duri di Jalan Sendiri
apahabar.com

Ceramah

Shalat Ied di Rumah, Begini Aturannya