Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Kata Pengamat Soal Indeks Pembangunan Manusia di Kalsel Naik Kelas

- Apahabar.com Rabu, 8 Mei 2019 - 12:07 WIB

Kata Pengamat Soal Indeks Pembangunan Manusia di Kalsel Naik Kelas

Ilustrasi. Foto-Okezone

apahabar.com, BANJARMASIN – Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel 2018 mencapai 70,17. Angka itu meningkat jika dibanding tahun sebelumnya.

Kendati demikian, Pengamat Ekonomi Kalsel Hastin Umi Anisah menilai, kenaikan mesti diiringi dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kita juga harus melihat aspek lain, bagaimana terpenuhi akses kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan primer dan sekunder. Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah sekarang,” ujar ketua Umum Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI) Kalsel ini.

Kalsel disebut-sebut sebagai calon ibukota negara. Sehingga, kata dia, penting kiranya mencari alternatif sumber ekonomi lain selain dari batubara. Di sinilah, perlu dikembangkan ekonomi kreatif.

“Mengingat, sumber daya alam Kalsel telah habis. Sehingga perlu ekonomi kreatif yang benar-benar memberdayakan masyarakat,” tutupnya.

Meminjam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, IPM di Kalsel mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Pembangunan Manusia.

Pada 2018, IPM Kalimantan Selatan telah mencapai 70,17. Angka ini meningkat sebesar 0,52 poin atau tumbuh sebesar 0,75 persen dibanding 2017.

Pada 2018, status pembangunan manusia di Kalsel naik kelas berada pada level IPM “tinggi”. Karena nilai IPM Kalimantan Selatan sudah di atas 70.

Selama periode 2017 hingga 2018, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir pada 2018 memiliki peluang untuk hidup hingga 68,23 tahun. Angka itu dinilai meningkat 0,21 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,50 tahun, meningkat 0,04 tahun dibandingkan dengan 2017.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,00 tahun, meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengeluaran per kapita (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai Rp12,062 juta pada tahun 2018, meningkat Rp462 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dongkrak IPM Kalsel, Gubernur Janji Tingkatkan Sektor Pendidikan

Baca Juga: Lantik Dewan Pendidikan, Harapkan IPM Kalsel Meningkat

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Per Juni 2019 Turun 11,17 Persen dan Impor Naik 23,55 Persen
apahabar.com

Ekbis

Jasa Laundry Jadi Incaran Saat Libur Lebaran
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi, Budidaya Jamur Tiram di HSS Kian Menjanjikan
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah Dipicu Kekhawatiran Gelombang Kedua Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Kian Lemah, Dolar AS Tembus Rp 14.500
Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Diusulkan Butuh Stimulus

Ekbis

Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Diusulkan Butuh Stimulus
apahabar.com

Ekbis

Siap-siap, Jutaan Nasabah BRI Berpeluang Terima Bantuan Rp2,4 Juta
apahabar.com

Ekbis

Lion Air Kalselteng Yakin Tak Terpengaruh Tarif Batas Atas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com