Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Kominfo: Medsos yang Tak Saring Hoaks Akan Diberi Sanksi

- Apahabar.com Sabtu, 25 Mei 2019 - 18:19 WIB

Kominfo: Medsos yang Tak Saring Hoaks Akan Diberi Sanksi

Ilustrasi hoaks. Foto – nu.or.id

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberi sanksi untuk operator web dan media sosial yang tidak menyaring konten berita bohong atau hoaks pada lamannya.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam jumpa pers di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (25/5/2019), mengatakan hukuman yang diberikan terdiri dari sanksi administratif, denda dan penutupan laman.

“Bahkan, jika dia (operator) terus membiarkan mereka bisa dikenakan pasal (pidana. red) turut serta,” ujar Semuel dalam jumpa pers bersama Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Sanksi itu, menurut Semuel, akan berlaku saat revisi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) disahkan.

“Kami lagi merevisi PP 82 dan aturan itu mewajibkan platform (operator web dan medsos. red) secara aktif membersihkan hoaks,” terang Semuel.

Langkah “menyaring hoaks” semakin aktif dilakukan Kominfo setelah banyak berita bohong tersebar di media sosial saat kericuhan 21-22 Mei.

Kominfo mencatat selama insiden itu berlangsung, 30 hoaks tersebar ke dunia maya melalui ribuan laman (URL) yang terdiri atas 450 akun media sosial Facebook, 151 Instagram, 784 Twitter, dan satu web Linkedin.

Semuel mengimbau agar warganet segera menghapus berita bohong yang dimuat atau disebarkan melalui akun media sosialnya.

“Masyarakat yang sekarang menyebar hoaks agar diturunkan (dihapus. red) karena penegakan hukum akan dijalankan,” ujar Semuel.

Baca Juga: Kominfo Imbau Warganet Hapus Aplikasi VPN

Baca Juga: Kominfo Minta Warganet Tidak Sebarkan Ujaran Kebencian

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bocah Berusia 12 Tahun Terseret Kabel Sutet di Ketinggian 30 M dan Terjatuh
apahabar.com

Nasional

BPBD Pacitan Siagakan Personel di Sejumlah Objek Wisata Pantai

Nasional

Remaja Kalsel Korban Prostitusi di Paser Dipulangkan, Satu Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Dukung Presiden Jokowi Soal Aparat Hukum, Ketum BPP Hipmi Mardani H Maming: Pemeras Musuh Bersama
apahabar.com

Nasional

Burung Beo di India Kecanduan Opium, Petani Merugi
apahabar.com

Nasional

Update Quick Count Sementara, Data Masuk di Atas 90 Persen
apahabar.com

Nasional

Resmi! Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2021
apahabar.com

Nasional

Jokowi Senang Masyarakat Beri Ucapan Selamat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com