MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

KPK Kembali Panggil Ketua PPP Jatim Terkait Suap Romahurmuziy

- Apahabar.com Senin, 6 Mei 2019 - 13:37 WIB

KPK Kembali Panggil Ketua PPP Jatim Terkait Suap Romahurmuziy

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). Foto – Antara/Benardy Ferdiansyah

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur, Musyaffa Noer.

Dia diperiksa sebagai saksi untuk mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) terkait kasus dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019.

“Saksi Musyaffa Noer diperiksa untuk tersangka RMY (Romahurmuziy),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (6/5/2019).

Selain Musyaffa, KPK juga memanggil staf ahli menteri agama Gugus Joko Waskito dalam perkara yang sama.

Baca Juga: Polisi Identifikasi 12 Titik Rawan Narkoba di Kalsel

KPK dalam perkara ini menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Romi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Dinas Kemenag kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi sebagai tersangka.

KPK juga sudah menggeledah ruang Menang Lukman Hakim yang merupakan kader PPP di Kemenag dan menyita sekitar Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS. Lokasi lain yang digeledah adalah kantor DPP PPP yaitu ruangan ketua umum, bendahara dan administrasi.

Dalam kasus ini, Rommy diduga menerima uang Rp 250 juta dari Haris pada 6 Februari 2019. Uang itu diperuntukkan agar Haris dapat lolos dalam seleksi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim.

Pemberian selanjutnya sebesar Rp50 juta berasal dari Muafaq untuk mendaftar sebagai Kepala Kantor Kemenag kabupaten Gresik yang belum diterima karena terjadi OTT pada Jumat (16/3/2019).

Haris sebelumnya mengikuti seleksi terbuka Sistem Layanan Lelang Jabatan Calon Pejabat Pimpinan TInggi 2018/2019. Pertengahan Februari 2019, Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris tidak masuk dalam tiga nama yang akan diusulkan ke menteri agama karena ia diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

Namun Haris diduga bekerja sama dengan pihak tertentu agar tetap lolos dalam proses seleksi jabatan tinggi di Kemenag sehingga pada 5 Maret 2019 Haris dilantik menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.

Baca Juga: Pengedar Narkotika di Rolanda Homestay Martapura Dibekuk

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Siswi SMP Korban Penculikan di Banjarbaru Jalani Trauma Healing
apahabar.com

Hukum

Polres Kobar Tetapkan 11 Tersangka Kasus Karhutla, Satu di Antaranya IRT
apahabar.com

Hukum

3,5 Kg Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Gagal Edar di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Hukum

Kontra Memori Keberatan Bergulir, Tim BirinMU Yakin Laporan Denny Rontok Lagi
apahabar.com

Hukum

KPK OTT Salah Satu Direktur BUMN!
apahabar.com

Hukum

Gara-Gara Tatapan, Penjaga Malam di Banjarmasin Timur Dibacok
apahabar.com

Hukum

Di tengah pandemi Covid-19, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Musnahkan Ratusan Gram Sabu

Hukum

5 Pelaku Pembunuhan Khashoggi Dituntut Hukuman Mati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com