Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi

KPK Sarankan Presiden Terpilih Bentuk Zaken Kabinet

- Apahabar.com Selasa, 21 Mei 2019 - 19:53 WIB

KPK Sarankan Presiden Terpilih Bentuk Zaken Kabinet

Jokowi-Ma’ruf Amin. Foto-Kompas

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasaan Korupsi (KPK)menyarankan presiden terpilih membentuk zaken kabinet alias kabinet yang diisi orang-orang profesional. Menurut KPK, orang-orang yang paham detail permasalahan dibutuhkan dalam pemerintahan.

“Kemarin kan disebut ada zaken kabinet bahwa itu adalah orang-orang profesional, kalau dia bicara lingkungan hidup dia paham sebenarnya gajah itu mati karena apa. Detail-detail seperti itu yang kita perlukan sekarang, bukan hanya di atas-atas permukaan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang seperti ditulis Detik.com.

Dia melanjutkan dengan contoh profesional di bidang keuangan. Menurutnya, orang yang mengisi posisi di bidang keuangan nantinya harus paham bagaimana memaksimalkan pendapatan negara.

“Kalau dia di keuangan, dia mengerti betul sebenarnya Indonesia bisa ngumpul berapa uang lagi. Seperti mimpi di KPK untuk bisa Rp 4.000 triliun APBN itu. Itu datang dari pembelajaran, detail seperti itu yang disebut zaken kabinet profesional itu,” ucapnya.

Selain itu, Saut juga mengingatkan agar para menteri yang dipilih nantinya punya integritas. Dia mengatakan menteri yang berintegritas bakal mempermudah pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kalau ketemu dengan orang-orang yang berintegritas, dipilih orang-orang yang berintegritas, KPK akan lebih gampang mengikuti iramanya. Jangan lupa, selama ini KPK kan direm-rem juga sama orang penyelidikan, ‘pak jangan ke sana pak, ini orangnya begini’, kalau semua sudah berintegritas kita lebih cepat membangun tata kelola yang baik,” jelas Saut.

Lalu apakah KPK akan membantu presiden terpilih dalam menentukan menteri-menterinya?

“Kalau bicara prerogatif sebaiknya ditentukan sendiri. Karena kalau kita kan punya pengalaman yang stabilo–stabilo itu, akhirnya kita jadi bagian yang politic. Pada tahap tertentu gampang melihat orang berintegritas. Bila perlu ngomong sama pembantunya, tetangganya, ‘o susah itu orang jadi menteri, marah mulu’. Nggak sulit, ngga mesti informasi dari KPK,” ujarnya.

Baca Juga: Bersamaan! Jokowi Pidato Kemenangan, Prabowo Pidato Penolakan

Baca Juga: Jokowi Hargai Prabowo Gugat Hasil Pemilu ke MK

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berkaca dari Kasus Kendari, Prajurit Wajib Kendalikan Jari
apahabar.com

Nasional

Status Rommy Jadi Tersangka Suap
apahabar.com

Nasional

Autopsi Jasad Levie Menunggu Suami
PNS

Nasional

Gaji dan Tunjangan PNS Bakal Naik, Bagaimana Kriterianya?
apahabar.com

Nasional

Jubir PKS Muda: Pada 22 Mei, Kedepankan Kepentingan Bangsa di Atas Kepentingan Golongan
apahabar.com

Nasional

Dituding Laporkan Rommy ke KPK, Ini Kata Mahfud
apahabar.com

Nasional

Damkar Gagal Evakuasi Induk Kobra dari Plafon Rumah Warga
apahabar.com

Nasional

Esok Tahun Ajaran Baru, Siswa Kuatir Belajar dari Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com