Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

KPK Terima Banyak Laporan Dugaan Korupsi Pemilihan Rektor

- Apahabar.com Rabu, 15 Mei 2019 - 15:53 WIB

KPK Terima Banyak Laporan Dugaan Korupsi Pemilihan Rektor

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2019). Foto – Antara/Benardy Ferdiansyah

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengatakan bahwa lembaganya banyak menerima laporan soal pemilihan rektor yang berpotensi menjadi kasus korupsi.

“Perlu diklarifikasi lagi,” kata Syarif seusai acara “Koordinasi Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi” di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Lieus Sungkharisma Tak Penuhi Panggilan Penyidik Terkait Makar, Ini Alasannya

Menurut dia, potensi korupsi pemilihan rektor itu dapat terjadi baik perguruan tinggi di bawah Kemenristekdikti maupun Kementerian Agama.

“Dua-duanya, baik itu Kemenristekdikti maupun Kementerian Agama ada. Jadi, kalau di Kemenristekdikti itu kan ada kuota yang diberikan kepada menteri itu kan suaranya 30 persen (pemilihan rektor), itu biasanya bisa disalahgunakan,” ucap Syarif.

Syarif mengatakan bahwa lembaganya telah melakukan banyak hal, salah satunya kerja sama pengendalian konflik kepentingan di dalam perguruan tinggi.

“Yang kedua, pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi, yang ketiga dalam memperbaiki tata kelola perguruan tingginya itu sendiri dan salah satunya itu adalah tentang bagaimana memperbaiki sistem pemilihan rektor,” ucap Syarif.

Khusus untuk pemilihan rektor itu, kata dia, lembaganya betul-betul sangat “concern” dan juga sudah membicarakan dengan Menristekdikti Mohamad Nasir.

“Khusus untuk pemilihan rektor itu kami betul-betul sangat ‘concern’ dan itu kami sudah bicarakan dengan Menristekdikti, kami berharap tidak akan ada lagi ke depan,” ujar Syarif.

Sebelumnya, kasus jual beli jabatan rektor sempat mengemuka terkait kasus yang melibatkan anggota DPR RI Romahurmuziy alias Rommy.

Rommy bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi merupakan tersangka kasus suap terkait dengan seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

Nama Rektor UIN Jakarta Amany Lubis sempat dirumorkan terkait jual beli jabatan rektor itu. Amany Lubis pun memberi pernyataan resmi dalam laman https://www.uinjkt.ac.id.

Baca Juga: Hakim Tolak Praperadilan Romahurmuziy

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gisel

Nasional

Penuhi Panggilan, Gisel Datangi Polda Metro Jaya
apahabar.com

Nasional

Penajam Kondusif, Kapolda: Jangan Terpancing Isu Provokatif!
apahabar.com

Nasional

KPK Soroti Praktik Korupsi Sektor Swasta di Pilkada

Nasional

Hari Ini, Kalsel Duduki Empat Besar Klasemen Hotspot Terbanyak!
apahabar.com

Nasional

Menaker Minta Rekruitmen Pekerja Berbasis Kompetensi
apahabar.com

Nasional

BPBD Mataram Belum Terima Laporan Dampak Gempa
apahabar.com

Nasional

Vonis PTUN Soal Blokir Internet di Papua, Simak Tanggapan Menkominfo
apahabar.com

Nasional

Menteri Agama Dijadwalkan Tandatangani Kesepakatan Haji di Saudi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com