Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

KPK Tetapkan Hakim PN Balikpapan Tersangka Kasus Suap

- Apahabar.com     Sabtu, 4 Mei 2019 - 19:22 WITA

KPK Tetapkan Hakim PN Balikpapan Tersangka Kasus Suap

Dari operasi tangkap tangan (OTT) di Balikpapan, Kaltim, KPK mengamankan seorang hakim, panitera muda, dan dua orang pengacara. KPK mengamankan duit sekitar Rp 100 juta yang diduga terkait suap dalam penanganan kasus penipuan di persidangan. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur atas nama Kayat sebagai tersangka kasus suap. Selain Kayat, 2 orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Setelah melakukan permintaan keterangan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHP, dilanjutkan gelar perkara maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait penanganan perkara di PN Balikpapan Tahun 2018,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (4/5/2019).

Baca Juga: Seorang Hakim di Balikpapan Terjaring OTT KPK

Selain Kayat, KPK juga menetapkan sebagai tersangka diduga sebagai pemberi suap, yaitu Sudarman, seorang wiraswastawan dan Jhonson Siburian, seorang advokat.

Dalam konstruksi perkara kasus itu, Syarif menyatakan pada 2018, Sudarman dan dua terdakwa lain disidang di PN Balikpapan dengan Nomor Perkara:697/Pid.B/2018/PN Bpp dalam kasus pemalsuan surat.

“Setelah sidang, Kayat bertemu dengan Jhonson Siburian yang merupakan pengacara Sudarman dan menawarkan bantuan dengan komisi Rp500 juta jika ingin SDM bebas,” ucap Syarif.

Syarif mengatakan, Sudarman belum bisa memenuhi permintaan Kayat itu, namun ia menjanjikan akan memberikan Rp 500 juta jika tanahnya yang ada di Balikpapan sudah laku terjual.

Baca Juga: Puluhan Ribu Pelanggar Terjaring Operasi Keselamatan Jaya 2019

“Untuk memberikan keyakinan pada Kayat, Sudarman sampai menawarkan agar Kayat memegang sertifikat tanahnya dan akan memberikan uang setelah tanahnya laku terjual. Namun, Kayat menolak dan meminta komisi diserahkan dalam bentuk tunai saja,” kata Syarif.

Selanjutnya pada Desember 2018, Sudarman dituntut 5 tahun penjara.

“Beberapa hari kemudian masih pada Desember 2018, SDM diputus lepas dengan tuntutan tidak diterima. Akibat putusan tersebut, SDM dibebaskan,” ucap Syarif.

Sekitar satu bulan setelah pembacaan putusan itu, lanjut Syarif, karena uang belum diserahkan atau pada Januari 2019, Kayat menagih janji Sudarman melalui Jhonson.

“Tanggal 2 Mei 2019, JHD bertemu KYT di PN Balikpapan. KYT menyampaikan akan pindah tugas ke Sukoharjo, menaguh janji fee sebesar dan bertanya “oleh-olehnya mana?,” ungkap Syarif.

Baca Juga: Pejuang Demokrasi Meninggal Bertambah Jadi 438 Orang

Kemudian pada 3 Mei 2019, kata dia, karena sudah mendapatkan uang muka dari pihak pembeli tanahnya, Sudarman mengambil uang sebesar Rp 250 juta di sebuah bank di Balikpapan.

“Dari jumlah tersebut, Rp 200 juta ia masukkan ke dalam kantong plastik hitam dan Rp 50 juta ia masukkan ke dalam tasnya,” tuturnya.

Kemudian, Sudarman menyerahkan uang Rp 200 juta kepada Jhonson dan Rosa Isabela yang merupakan staf Jhonson untuk diberikan kepada Kayat di Restoran Padang.

“Selanjutnya pada 4 Mei 2019, Rosa Isabela dan Jhonson menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada Kayat di PN Balikpapan. Sedangkan Rp 100 juta lainnya ditemukan di kantor Jhonson,” kata Syarif.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kunjungi Gamchoen Busan, Jokowi: Bisa Jadi Inspirasi Kepala Daerah
apahabar.com

Nasional

Debat Capres, Jokowi Sindir Balik Prabowo soal Korupsi
apahabar.com

Nasional

Erick Thohir Tunjuk DarmawanPrasodjo Jabat Wadirut PLN?
apahabar.com

Nasional

Uji Covid-19 Ditarget Naik, Capai 20 Ribu Per Hari
apahabar.com

Nasional

Polisi Harus Lebih Waspada dalam Membaca Serangan Teroris
apahabar.com

Nasional

Debat Capres, Beda Pandangan Soal Isu Korupsi ASN
Ilustrasi, tes PCR. Foto-Net

Nasional

Cek Biaya Swab PCR Terbaru di Bandara dan Maskapai
Ilustrasi. Foto-Net

Nasional

Bansos Cair di Tengah PPKM Darurat, Cek Penyalurannya di Link Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com