Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung?

Lagi, Seorang Anak Tewas Tenggelam di Bekas Lubang Tambang

- Apahabar.com     Kamis, 30 Mei 2019 - 20:24 WITA

Lagi, Seorang Anak Tewas Tenggelam di Bekas Lubang Tambang

Ilustrasi lubang diduga bekas galian tambang. Foto – Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Bekas galian tambang batubara di Samarinda kembali memakan korban jiwa, seorang anak bernama Natasya Aprelia Dewi (12) dilaporkan tenggelam di lubang tambang dekat tempat tinggalnya di Kecamatan Palaran, daerah setempat pada Rabu (29/5/2019) dini hari.

Natasya merupakan siswa kelas IV SD di Simpang Pasir, Palaran, Samarinda, dan dikabarkan tenggelam di bekas galian tambang batu bara, saat bermain dengan teman- temannya usai makan sahur.

Baca Juga: Lagi, Lubang Bekas Galian Tambang Makan Korban di Samarinda

Dikutip dari Antara, Kapolsek Palaran, Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo kepada awak media di Samarinda, Kamis (30/5/2019), mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian saat itu korban bermain bersama temannya, di pinggir kolam bekas tambang batubara di Jalan Kebon Agung, Simpang Pasir, Palaran.

“Saat bermain dengan teman- teman, Korban terpeleset, dan akhirnya jatuh ke dalam kolam,” kata Sigit.

Menurut Sigit, korban sempat mendapatkan pertolongan dari warga sekitar dan berhasil diselamatkan dari kolam tersebut.

“Namun ketika dibawa ke rumah sakit korban menghembus nafas terakhirnya,” jelasnya.

Baca Juga: Mudik 2019, Waspada Jalur Rawan Longsor Kalsel-Kaltim

Sementara itu Supari Warga sekitar, menegaskan bahwa kolam besar di dekat pemukiman warga tersebut merupakan bekas galian tambang perusahaan yang sudah tidak beroperasi lagi.

“Sebelumnya sudah sempat ada inisiatif dari warga untuk menutup lubang tersebut, namun belum sempat terealisasi sudah ada korban,” jelasnya.

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Provinsi Kalimantan Timur, Pradarma Rupang menyesalkan kejadian tersebut, dan berharap pihak penegak hukum dan pemerintah segera turun tangan.

“Ini sudah korban kesekian kalinya anak meninggal di lubang tambang, kami berharap pemerintah provinsi bersikap tegas terhadap para pengusaha batu bara, jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Mengharukan, Begini Cerita di Balik Longsor Pendulangan Kotabaru

Diketahui bahwa Natasya merupakan korban ke-34 anak meninggal di kolam bekas tambang. Korban ke 33 sebelumnya, terjadi April 2019 lalu, di Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Muhammadiyah Ingatkan PAN Harus Jadi Partai Modern
apahabar.com

Nasional

Bukalapak Tambah Server Hadapi Harbolnas

Nasional

Program Vaksinasi Dihantui Varian Baru Covid-19
apahabar.com

Nasional

Wiranto Apresiasi Rencana HPN 2020 di Papua
apahabar.com

Nasional

Banyak Barang Anak Hilang usai Reuni Akbar 212

Nasional

Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya
apahabar.com

Nasional

Harga Tiket Melambung, Agen Perjalanan Goyah
apahabar.com

Nasional

Lapas Rusuh: Empat Napi Diamankan, Ratusan Masih Kabur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com