Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya

- Apahabar.com Sabtu, 25 Mei 2019 - 19:43 WIB

Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya

Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kedua kiri) saat melakukan pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Foto - Antara/Hafidz Mubarak A/aww.

apahabar.com, JAKARTA – Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Maruarar Siahaan menilai pernyataan Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto yang meragukan independensi dan integritas MK berbahaya.

“Ini berbahaya sekali. Dia (Bambang Widjojanto) mau membangun opini apabila MK nanti menolak gugatan kubu 02 maka lembaga ini korup dan bagian dari pemilu curang,” kata Maruarar di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (25/5/2019).

Menurut Maruarar, apabila pernyataan Bambang Widjojanto sekadar mengingatkan agar MK menjaga independensi, integritas, dan martabatnya, hal itu tidak masalah. Akan tetapi, pernyataan Bambang bahwa dia berharap MK bukan menjadi bagian dari rezim yang korup adalah sebuah “framing” opini yang sangat berbahaya.

Rektor UKI ini mengatakan “framing” opini sejenis juga terus-menerus digaungkan kubu 02 sebelum pencoblosan 17 April, yakni “hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Prabowo-Sandi”.

“Berbahaya sekali ini. Saya protes itu. Janganlah dibangun opini demikian,” kata profesor hukum yang menjadi hakim MK periode 2003-2008 itu.

Maruarar meminta Bambang Widjojanto tidak lagi membuat pernyataan yang justru bisa membuat akar rumput tidak kondusif hanya karena dia saat ini berkepentingan sebagai bagian dari kubu 02.

“Pernyataan itu justru memanas-manasi akar rumput. Situasi begini berbahaya sekali,” ujarnya..

Oleh karena itu, Maruarar meminta Bambang Widjojanto dan semua pihak untuk menghormati MK. Terlepas dari kasus hukum yang pernah menjerat beberapa hakimnya, Maruarar meyakini MK saat ini sama sekali tidak bisa diintervensi, termasuk oleh pemerintah.

“Jangan mengecilkan MK. Lembaga ini memiliki independensi dan integritas yang tinggi,” tegas Maruarar.

Sebelumnya diberitakan, Bambang Widjojanto berharap gugatan kubu 02 diproses MK kendati hanya membawa 51 bukti.

“Mudah-mudahan Mahkamah Konstitusi bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting, di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak dari kekuasaan, dan bukan justru menjadi bagian dari satu sikap rezim yang korup,” kata Bambang di gedung MK, Jakarta pada Jumat (24/5/2019) malam.

Baca Juga: Aparat Masih Lakukan Pengamanan Ketat di Wilayah Gedung MK

Baca Juga: Kominfo: Medsos yang Tak Saring Hoaks Akan Diberi Sanksi

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dari Kaltim sampai Aceh Kutuk Penembakan di Selandia Baru
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Wafat, PBNU Berbelasungkawa
apahabar.com

Nasional

Viral, Video Polisi Diduga Jebak Warga dalam Kasus Narkoba, Ini Penjelasan Polisi
apahabar.com

Nasional

HAN 2019, Perundungan Anak di Medsos dan Sekolah Jadi PR
apahabar.com

Nasional

Mau Daftar CPNS? Catat Tanggalnya
apahabar.com

Nasional

Bali dan Bengkulu Hari Ini Diguncang Gempa
apahabar.com

Nasional

Kongres GMNI di Ambon, Pemuda Kalsel Bidik Kursi Ketua Umum
apahabar.com

Nasional

Peran Penting Perempuan di Lembaga Legislatif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com