Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Masjid Jami Sirajul Huda, Masjid Keramat Peninggalan Datu Surya Sakti

- Apahabar.com Sabtu, 18 Mei 2019 - 07:20 WIB

Masjid Jami Sirajul Huda, Masjid Keramat Peninggalan Datu Surya Sakti

Masjid Jami Sirajul Huda di desa Babayau, Kabupaten Balangan. Foto-apahabar.com/AHC08

apahabar.com, PARINGIN – Masjid Jami Sirajul Huda di Desa Babayau, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan adalah masjid bersejarah di daerah tersebut. Masjid itu disebut-sebut peninggalan Datu Surya Sakti atau dikenal Datu Kandang Haji.

Menurut Tokoh Masyarakat Desa Babayau, H Noryadi, Masjid Jami Sirajul Huda dibangun Datu Kandang Haji. Semula, masjid ini dibangun di pinggiran sungai desa tersebut. Namun karena terlalu dekat dengan jalan, akhirnya dipindah ke tempat sekarang.

Baca Juga: Bayar Zakat Fitrah Bisa dengan Uang, Begini Penjelasan Kemenag Banjarmasin

Di dalam Masjid  Sirajul Huda, sambung H Noryadi, terdapat peninggalan Datu Kandang Haji, berupa sebuah mimbar dari kayu mahar. Hingga saat ini, mimbar tersebut masih dipergunakan para khatib ketika berkhotbah.

apahabar.com

Mimbar peninggalan Datu Kandang Haji. Foto-apahabar.com/AHC08

Karena dikenal sebagai masjid yang bersejarah, masyarakat pun banyak yang berziarah ke masjid ini.

“Masjid Jami Sirajul Huda banyak diziarahi orang, baik berasal dari daerah Balangan maupun daerah-daerah lainnya, untuk bernazar atau sekedar singah maupun salat dan berdoa,” ungkap H Noryadi.

Selain Masjid Jami Sirajul Huda, Datu Kandang Haji mendirikan banyak masjid lainnya di kecamatan Paringin. Di antaranya, Masjid Al Mukaramah  di Desa Dangkal dan Masjid Jannatul Ma’wa di Desa Buntu Karau.

Setelah sekian lama berdakwah di Paringin, Datu Kandang Haji kembali ke Juai –tempat kelahirannya. Tidak lama setelah kepulangan itu, beliau wafat. Menurut wasiat, beliau meminta dimakamkan di Mungkur Batu Wapak atau yang dikenal Batu Wapak, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan.

Baca Juga: Ramadan di Eropa: Dari Samarinda, Nurul Kasyfita Jadikan New Zealand Rumah Kedua

Reporter: Ahc 08
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Prabowo Dikabarkan akan Hadiri Haul Sekumpul, Guru Sa’duddin: Tidak Ada Undangan
apahabar.com

Habar

Perkirakan 2 Juta Lebih Jemaah Hadir, Wakapolda Kalsel Tinjau Kesiapan Pengamanan Haul Sekumpul ke 15
apahabar.com

Habar

Imbas Corona, Haul Ke-214 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Ditiadakan
apahabar.com

Habar

Tunda Haid Saat Naik Haji, Amankah?
apahabar.com

Habar

NU Putuskan Awal Rajab Jatuh Selasa Ini
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Masjid Nabawi Dibuka untuk Umum
apahabar.com

Habar

Kalimantan Berduka, Satu Lagi Ulama “Al Banjari” Tutup Usia
apahabar.com

Habar

Usai Penandatanganan Kerjasama Pembangunan Museum Sejarah Rasulullah SAW, JK: Semoga Menambah Cinta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com