Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Masjid Jami Sungai Jingah (1); Terancam Runtuh, Bangunan pun Dipindahkan

- Apahabar.com Minggu, 12 Mei 2019 - 09:53 WIB

Masjid Jami Sungai Jingah (1); Terancam Runtuh, Bangunan pun Dipindahkan

Masjid Jami Sungai Jingah. Foto-flickr

apahabar.com, BANJARMASIN – Masjid Jami’ Banjarmasin atau dikenal juga sebagai Masjid Jami’ Sungai Jingah adalah sebuah masjid bersejarah yang berumur tua. Masjid ini diyakini merupakan masjid tertua  kedua di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Masjid berarsitektur Banjar dan kolonial (indish) yang dibuat berbahan dasar kayu ulin didirikan pada hari Sabtu 17 syawal 1195 Hijriyah bertepatan dengan tahun 1777 Miladiyah. Keterangan itu tertulis pada prasasti yang ada di mimbar Masjid Jami.

Keterangan itu pun dibenarkan oleh Radiansyah, Sekretaris Umum Pengurus Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin.

“Mesjid ini dibangun kurang lebih 240 tahun yang lalu. Yakni pada masa pemerintahan Sultan Tamjidillah. Sultan Tamjidillah adalah seorang Sultan Sepuh dari Kerajaan Banjar,” ujar Radiansyah.

Dia menambahkan, lokasi Masjid Jami yang sekarang bukanlah lokasi awal berdirinya Masjid.

“Dahulu tempat Masjid nya bukan di sini. Dahulu di pinggiran sungai Martapura. Dulu juga bukan Masjid melainkan hanya musalla kecil,” jelas Radiansyah.

Pemindahan lokasi tersebut dikarenakan pengikisan atau longsor pada tanah di tempat itu. Tanah di lokasi lama adalah tanah rawa yang digenangi air. Erosi pun terap terjadi. Karena itu-lah bangunannya dipindah ke lokasi baru, yakni berada di Sungai Jingah, Kelurahan Antasan Kecil Timur.

“Dahulu lokasinya di pinggiran sungai sana, tapi karena semakin rumbih (runtuh) maka diputuskan untuk dipindah ke sini,” ungkapnya.

Lokasi Masjid Jami yang dulu, sambung Radiansyah, dianggap terlalu kecil dan sempit untuk menampung jamaah berjumlah besar. Padahal, ajaran Islam di Banjarmasin pada saat itu sudah berkembang sangat pesat dan masyarakat memerlukan tempat ibadah yang lebih besar.

Adapun mengenai nama, lanjut Radiansyah. Dinamakan Masjid Jami karena dibangun untuk menampung banyaknya jemaah di kota Banjarmasin.

Baca Juga: Riwayat Masjid Al Jihad (1), “Rebutan” Membangun Tempat Ibadah

Baca Juga: Masjid Al Jihad (2), Ramai dengan Peribadatan dan Muamalah

Baca Juga: Paman Birin Hadiahi Masjid Jami Karpet Berharga Fantastis

Baca Juga: Uniknya Arsitektur Masjid Lancip Amuntai, Peneliti Luar Negeri Pun Tertarik Mempelajari 

Reporter: ahc07
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Dikenal Lembut, Ternyata Abu Bakar Shiddiq Juga Pernah Marah
apahabar.com

Sirah

Sebab Abu Thalhah Disegani Rasulullah
Khalifah

Religi

Keberanian Cucu Khalifah Umar di Hadapan Pemimpin Kejam
apahabar.com

Religi

Mengintip Rambut Rasulullah SAW dari Berbagai Hadis
apahabar.com

Religi

Ikatan Sayidina Umar bin Khattab dengan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Sirah

Kenali 11 Hal yang Membatalkan Puasa
apahabar.com

Sirah

Melacak Jejak Penanggalan Islam Hijriyah di Tanah Nusantara
apahabar.com

Religi

Rasulullah SAW Surati Penguasa Dunia untuk Masuk Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com