Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Sirah

Senin, 13 Mei 2019 - 10:43 WIB

Masjid Jami Sungai Jingah (2),‘Saksi’ Warga Banjar Tak Sudi Dibantu Penjajah

Redaksi - Apahabar.com

Suasana kegiatan ibadah di Masjid Jami Sungai Jingah, Banjarmasin. Foto-net

Suasana kegiatan ibadah di Masjid Jami Sungai Jingah, Banjarmasin. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Umat Islam bertumbuh pesat di Banjarmasin. Sebab itulah, masjid berukuran besar sangat diperlukan. Masyarakat pun mulai merencanakan pembangunannya, meski menemukan kendala; ketersediaan biaya.

Pembangunan masjid dengan berukuran besar tentu tak sedikit memakan biaya. Karena para tetua masyarakat muslim saat itu memutar otak, bagaimana caranya agar pembangunan masjid tetap terlaksana.

“Saat itu (datanglah) orang Belanda mencoba mengambil hati orang Banjar dengan niat memberikan uang untuk membangun tempat ibadah,” ujar Radiansyah, Sekretaris Umum Pengurus Masjid Jami.

“Namun haram buat orang kita untuk mengambil sumbangan dari penjajah,” imbuhnya.

Karena tak ingin dibantu penjajah, sambung Radiansyah, masyarakat muslim pun bergotong-royong membangun pondasi dasar. Untuk membuat pondasi, mereka mengangkut pasir di Pulau Kembang atas izin pemerintah pada saat itu. Tidak hanya menyumbang tenaga, sebagian mereka juga menyerahkan biaya.

apahabar.com

“Ada yang menyumbang tanah, ada yang menyumbang emas, dan ada yang menyumbang hasil pertanian mereka,” jelas Radiansyah.

Singkat cerita, berdirilah masjid besar yang diberi nama Masjid Jami. Sejak berdirinya, bangunan ruang induk beserta seluruh sarana dan prasarananya masih kokoh berdiri hingga sekarang.

“Tiang utama penyangga sebanyak 17 buah. Memiliki makna 17 rakaat dalam shalat wajib sehari semalam,” jelas Radiansyah.

Radiansyah melanjutkan, bentuk atap atau ‘bubungan’ kubah berjenjang 5, melambangkan salat 5 waktu atau 5 rukun Islam.

Sementara itu, luas ruang induk Masjid (bagian dalam) 40×40 meter persegi yang dilengkapi 38 buah pintu masuk, supaya memudahkan jamaah mengikuti kegiatan keagamaan di Masjid Jami.

Baca Juga: Masjid Jami Sungai Jingah (1); Terancam Runtuh, Bangunan pun Dipindahkan

Reporter: AHC 07
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Ulama ini Dianugerahi Keistimewaan Layaknya Mukjizat Nabi Sulaiman AS

Sirah

Dua Bulan di Jakarta, Datuk Kelampayan Betulkan Arah Kiblat 3 Masjid Ini
apahabar.com

Sirah

Ternyata Tradisi “Bagarakan Sahur” Sudah Ada di Zaman Rasulullah SAW

Sirah

Inilah Masjid Terkecil di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Sirah

Akibat Kejadian Ini, Tuan Guru Zainal Ilmi Batal Disemayamkan di Makam Pahlawan
apahabar.com

Sirah

Fasihnya Bacaan Ulama Banjar Ini, Buat Eceng Gondok Berputar di Sungai
apahabar.com

Religi

Muadzin di Zaman Rasulullah SAW Ternyata Bukan Hanya Bilal
apahabar.com

Sirah

Kisah Penghulu Rasyid, Pejuang yang Makamnya Menjadi Destinasi Wisata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com