Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Memilih Makanan Sahur agar Tetap Bugar selama Berpuasa, Berikut Tipsnya

- Apahabar.com Kamis, 9 Mei 2019 - 07:30 WIB

Memilih Makanan Sahur agar Tetap Bugar selama Berpuasa, Berikut Tipsnya

Salah Memilih Menu Sahur Selama Puasa Ramadan Berbahaya untuk Tubuh.Foto – Ilustrasi/iStockphoto

apahabar.com, JAKARTA – Tidak dipungkiri lagi puasa sering kali membuat tubuh terasa lemas. Kondisi itu terjadi karena tubuh tidak mendapatkan asupan sumber energi selama 13-14 jam sehingga terpaksa menguras cadangan energi yang ada di tubuh.

Dilansir Tempo.co, pakar gizi klinis dari aplikasi Halodoc dr Jovita Amelia mengatakan, sebenarnya tubuh lemas bisa hindari selama berpuasa.

Bisa tetap bugar dan menjalankan aktivitas harian seperti hari-hari biasa, asal kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Memenuhi kebutuhan nutrisi tidak hanya sekadar makanbanyak, tapi juga komposisinya tidak tepat juga akan membuat tubuh kekurangan energi.

“Saat sahur tubuh kita membutuhkan nutrisi yang tepat dengan jumlah yang memadai agar kuat berpuasa selama 12-13 jam, serta tetap nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. Jadi bukan hanya sekadar kenyang,” kata dia.

Baca Juga: Jaga Kebugaran Puasa, Ini Tipsnya

Hal terpenting ketika memilih makanan, kata Jovita, adalah komposisi gizi lengkap dan seimbang. Komponen makanan ini terdiri dari karbohidrat sebanyak 50-60 persen kebutuhan kalori, protein sebanyak 15-20%, dan lemak sebanyak 20-25%.

Untuk karbohidrat, disarankan memilih karbohidrat kompleks yang kaya serat seperti buah-buahan dan umbi-umbian.

“Karbohidrat kompleks akan melepas energi secara berlahan, jadi nggak cepat lapar,” kata Jovita.

Lalu, cukupi kebutuhan cairan dan zat besi. Cairan dan zat besi membantu proses distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Kebutuhan cairan tubuh adalah dua liter atau delapan gelas per hari.

Ini bisa dipenuhi dengan mengatur jadwal minum air, dua gelas saat berbuka, dua gelas saat makan malam, dua gelas menjelang tidur, dan dua gelas saat sahur.

Jika keduanya terpenuhi, distribusi oksigen akan lancar sepanjang berpuasa sehingga tubuh tetap bugar, tidak mudah lemas atau mengantuk.

Selain itu, ada beberapa makanan dan minuman yang harsu dihindari ketika sahur, misalnya gorengan.

Makanan yang digoreng akan bertahan lama sehingga memperlambat pengosongan lambung.

Kondisi ini meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Adapun makanan yang mengandung garam memicu tubuh kehilangan banyak cairan.

“Garam bersifat diuretik atau menarik air sehingga membuat lebih sering kencing,” ujar Jovita.

Baca Juga: Tips Bugar dan Tetap Cantik Saat Puasa

Tak hanya garam, minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh juga bersifat diuretik sehingga cepat menimbulkan haus.

Anda juga harus menghindari makanan manis dan karbohidrat sederhana seperti roti putih.

Makanan jenis itu lebih mudah diserap dan dicerna tubuh sehingga akan cepat menimbulkan rasa lapar.

“Karbohidrat sederhana memang bisa memberikan energi secara cepat, tapi cepat juga terpakai.” Jika ingin mengonsumsi makanan manis, sebaiknya pilih dari jenis karbohidrat kompleks seperti sayur, buah, dan umbi-umbian.

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gaya

Gangguan Kesehatan, Cek 9 Kebiasaan Tidur Anda
apahabar.com

Gaya

WHO: Tak Ditemukan Adanya Virus Corona Hidup di ASI
apahabar.com

Gaya

Siasat Auto2000 Banjamasin Jual Toyota Corolla Cross di Tengah Pandemi
apahabar.com

Gaya

Empat Pertanda Kontraksi Palsu Saat Hamil
apahabar.com

Gaya

Melihat Adat Balian, Resepsi Pernikahan Suku Dayak Ma’anyan
apahabar.com

Gaya

Proses Belajar Mengajar Makin Mudah Bersama Rapat.in
apahabar.com

Gaya

Wow!! Solchic Banjarmasin Tebar Aneka Promo Guys!
apahabar.com

Gaya

Benarkah Perokok Aman dari Covid-19? Simak Penjelasan WHO
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com