Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Mengaku Kerabat, Pelaku Pencabulan Anak Berhasil Kelabui 6 Korban

- Apahabar.com     Kamis, 2 Mei 2019 - 10:20 WITA

Mengaku Kerabat, Pelaku Pencabulan Anak Berhasil Kelabui 6 Korban

Pelaku pencabulan ketika ditangkap. Foto-detikcom

apahabar.com, KENDARI – Pelaku pencabulan anak di bawah umur, Adrianus Pattian, berhasil mengelabui 6 korban di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Saat menjemput korbannya saat pulang sekolah, Adrianus mengaku sebagai paman yang disuruh orangtua korban.

“Jadi pelaku ini bertanya, ‘siapa yang tidak dijemput orang tuanya?’. Kemudian dia bilang ‘saya omnya, saya diperintahkan oleh ibu atau bapaknya untuk menjemput anak tersebut’,” ujar Dandim 1417 Kendari, Letkol Fajar Lutfi Wijaya seperti dikutip apahabar.com dari detikcom, Kamis (2/5/2019).

Adrianus diktehaui seorang mantan anggota TNI yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2018 lalu karena melakukan disersi atau meninggalkan batalyon.

Selain menjemput korban ke sekolah, Adrianus juga menjalankan aksinya dengan menjemput langsung korban lainnya yang ditemui di jalanan. Dengan modus yang sama, anak-anak yang ditemuinya di jalan diminta ikut bersamanya dengan alasan telah diperintahkan orang tua korban.

Baca Juga: Heboh Pencabulan Pelajar di Tapin: Disdik Prihatin, P2TP2A Siap Dampingi

“Ada juga yang diambil di jalan langsung dibawa,” katanya.

Saat dibawa pergi oleh pelaku, korban pun tidak curiga bahkan tidak berteriak atau melakukan perlawanan.

“Namanya anak-anak, pas dibawa menggunakan sepeda motor ikut saja, mungkin dikira memang kerabatnya, anak-anak kan belum tahu,” jelas  Fajar.

Hingga saat ini, ada 6 orang anak yang diculik dan dicabuli oleh Adrianus. Para anak tersebut berumur mulai dari 10 hingga 12 tahun.

“Untuk sementara korbannya hanya enam orang, masih tahap penyidikan lagi, kami belum tahu jika ada korban lain. Enam orang yang jadi korban bukan hanya masyarakat sipil, tapi ada juga ponakan dari anggota kami di TNI dan anak dari salah seorang anggota polisi jadi korban,” ungkap Fajar.

Baca Juga: Tega, Kakek di Margasari Cabuli Anak Kerabat Sendiri Hingga 10 Kali

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kaltim Makin Intens Bahas Pemindahan Ibukota
apahabar.com

Nasional

Gempa, Wisatawan Pangandaran Sempat Panik
apahabar.com

Nasional

Warga Trenggalek Berduka, Adik Bupati Emil Meninggal Dunia
IndiHome

Nasional

Simak! Penjelasan Lengkap IndiHome Soal Gangguan Layanan Massal
apahabar.com

Nasional

PLN Ajak Masyarakat Beralih ke Kompor Listrik, Katanya Hemat Rp 50.000 per Bulan
apahabar.com

Nasional

“Terima Kasih Presiden, Alhamdulillah Ibu Kota di Kalimantan Timur”
apahabar.com

Nasional

Pelantikan Doni Monardo Jadi BNPB 1 yang Mendadak Batal Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Pliisss..Taati Protokol Kesehatan, Tangis Haru Tenaga Medis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com