ga('send', 'pageview');
Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin Resmi, Wali Kota Banjarmasin Terbitkan SE Tahun Ajaran Baru Respons Epidemiolog, Kalsel Tembus 4 Ribu Kasus Covid-19 Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru




Home Hikmah

Sabtu, 18 Mei 2019 - 07:00 WIB

Menguak Rahasia Rezeki

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi mencari rezseki. Foto-Tribunnews.com

Ilustrasi mencari rezseki. Foto-Tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Semua orang selalu berharap dan berdoa agar senantiasa mendapat rezeki yang melimpah. Namun, tak ada yang bisa mengetahui kapan, di mana, dan jumlah rezeki yang akan diperoleh. Hal ini di luar batas kemampuan akal dan rasio manusia.

Sang pemegang kendali dan pembagi rezeki bagi umat manusia hanyalah Allah SWT. Sang Khalik telah menentukan rezeki setiap anak Adam yang hidup di muka bumi ini. Ada yang mendapatkan limpahan rezeki, namun banyak pula yang pundi-pundi rezekinya terbatas.

Baca Juga: Ramadan, Kesempatan Mengevaluasi Diri

Seperti ditulis Republika, upaya manusia untuk mengais rezeki pun sangat beragam. Ada orang yang bisa meraup jutaan atau bahkan miliaran rupiah dalam sekali tanda tangan.

Namun, banyak pula orang yang bekerja berat hanya mendapatkan belasan hingga puluhan ribu. Malah, tak sedikit orang yang pulang ke rumahnya dengan tangan hampa.

Di balik setiap rahasia pasti terkandung hikmah. Syekh Muhammad Mutawwalli Sya’rawi, seorang tokoh yang piawai menafsirkan Alquran, dengan analisisnya yang tajam mencoba menuliskan hasil pemikiran dan renungannya terhadap satu dimensi utama manusia, yakni mencari rezeki.

Syekh menjabarkan hal ihwal rezeki yang kerap ditanyakan banyak pihak. Menteri Urusan Wakaf dan Al-Azhar Republik Arab Mesir pada 1976-1978 itu menulis kitab berjudul Tilka Hiya al-Arzaq.

Sebuah risalah sederhana yang berusaha menguak hikmah di balik sejumlah fenomena menarik soal pencarian rezeki.

Tokoh kelahiran Daqadus, sebuah desa di Provinsi Daqahlia, Republik Arab Mesir, memulai kitabnya dengan mengupas sebuah pertanyaan yang kerap dilontarkan anak Adam, Mengapa manusia ditakdirkan memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda.

Bukankah jika berkehendak, Allah pasti jadikan mereka dengan kapasitas dan kualitas diri yang sama?

Menurut Syekh Sya’rawi, di balik perbedaan tersebut ada manfaat dan hikmahnya. Allah SWT hendak menunjukkan dengan adanya perbedaan itu umat manusia bisa saling melengkapi satu sama lain, sebagaimana malam yang membutuhkan siang, ujarnya.

Allah SWT berfirman dalam surah al-Lail [92] ayat 1-4: Demi malam apabila menutupi. Demi siang apabila terang-benderang. Demi penciptaan laki-laki dan perempuan. Sungguh usahamu memang beraneka macam. Menurut Syekh Sya’rawi, ayat itu menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan, lemah dan kuat, mempunyai tugas dan peranan masing-masing.

Sedangkan ayat keempat surah al-Lail, kata Syekh Sya’rawi, menunjukkan betapa usaha setiap manusia dalam menjemput rezeki amat beraneka ragam.

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika kemampuan tersebut sama rata, tak akan ada lagi orang yang mau berprofesi sebagai pembantu, guru, tukang kebun, petani, ataupun nelayan.

Syekh Sya’rawi menegaskan, dengan perbedaan itulah manusia saling melengkapi dan menguatkan.

Baca Juga: Jadikan Ramadan Bulan Pendidikan

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

Rahasia Kunci Sukses Bisnis Ala Rasulullah SAW

Hikmah

Rahasia Kunci Sukses Bisnis Ala Rasulullah SAW
Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya

Hikmah

Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya
apahabar.com

Hikmah

Rasulullah Meminta Hujan yang Tak Berujung Petaka
apahabar.com

Hikmah

Cerita Kemurahan Hati Tuan Guru Nuzhan Dalam Pagar
apahabar.com

Hikmah

Saat Nabi Muhammad SAW Menunda Ibadah
apahabar.com

Hikmah

Pria Non-Muslim Temukan Kedamaian Menjaga Masjid
apahabar.com

Hikmah

Ganti Kusen Pintu, Kode Nabi Ibrahim AS untuk Nabi Ismail AS
apahabar.com

Hikmah

Kapan Waktu Akikah dan Hewan Apa yang Diakikahkan?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com