Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung?

Menhan: Saya Sedih, yang Terjerat Kasus Makar itu Senior-Junior Saya

- Apahabar.com     Jumat, 31 Mei 2019 - 06:30 WITA

Menhan: Saya Sedih, yang Terjerat Kasus Makar itu Senior-Junior Saya

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Foto – Antara/Syaiful Hakim

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku sedih karena sejumlah purnawirawan TNI terjerat kasus makar. Ryamizard menyebut para purnawirawan itu telah lama mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Terus terang saja, di sana yang diperiksa-periksa itu kan banyak purnawirawan. Itu senior saya. Ada adik-adik angkatan saya. Sebagai sama-sama purnawirawan, sebetulnya saya, apa tidak baik. Ini tidak boleh terjadi begitu. Kenapa bisa begitu. Jadi jangan menghilangkan image,” kata pensiunan jenderal bintang empat itu, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (30/5/2019).

Ia mengatakan, seharusnya mereka jangan menghilangkan citra yang selama ini dimiliki dengan terlibat aksi-aksi tak sepantasnya. Menurut dia, pengabdian kepada bangsa dan negara selama berpuluh-puluh tahun tak sepatutnya dicoreng.

“Teman-temen kita gugur baik di Aceh, Papua, terutama di Timtim. Nah ini sisa-sisa yang belum gugur ini kenapa jadi begitu? Nah ini saya kalau dikatakan sedih, sedih saya,” kata tentara karir TNI AD yang menghabiskan lebih separuh usia karirnya di lapangan penugasan.

Mantan kepala staf TNI AD itu menuturkan, sebagai menteri pertahanan, dia selalu berpikir positif dan berdiri di atas semua pihak.

Ia melihat ada ketidakpuasan dalam melihat hasil pemilu sebagai suatu hal yang biasa. Tapi, ketidakpuasan itu harus dicari jalan keluarnya melalui jalur-jalur yang sudah disediakan.

Ia menjelaskan, pesta demokrasi sudah selesai dan semua pihak kembali ke kehidupan normal, sehingga tidak ada lagi mengaku sebagai pendukung pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, atau pendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Jika ada ketidakpuasan hasil pemilu, bisa gugat ke Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi,” katanya.

“Sebetulnya ya, sudah salam-salaman ya. Namanya pesta kok, tapi terjadi ketidakpuasan, biasa saja. Kalau kurang puas kan ada tempat mengadu. Kurang puas kenapa? Ada yang curang di mana, curangnya apa, sampaikan. Khan ada KPU atau Bawaslu. Itu semuanya dipilih bersama kok, kesepakatan bersama, tandatangan bersama. Nah tinggal ketidakbenarannya dimana ditunjukkan data yang benar,” kata dia.

Ia berharap tidak ada lagi kerusuhan di kemudian hari hanya karena persoalan Pemilu karena yang rugi adalah masyarakat banyak.

“Saya mengajak semua pihak terutama yang tidak puas untuk tidak melakukan apa-apa, tidak melakukan kerusakan. Yang susah bukannya 01 atay 02 tapi rakyat kok. Rugi berapa miliar. Ada yang mati. Ya sudahlah enggak usah lagi ditambah untuk meninggal itu,” ucap pensiunan perwira tinggi TNI AD yang lama berkarir di Komando Cadangan Strategis TNI AD alias Kostrad itu.

Saat ini mantan Komandan Kopassus TNI AD, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Soenarko, dan mantan Kepala Staf Kostrad, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zen, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kepemilikan senjata dan makar. Soenarko ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api dan Kivlan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar dan hoax serta kepemilikan senjata api ilegal.

Baca Juga: Terkait Dugaan Makar Eggi Sudjana, Giliran Amien Rais Akan Diperiksa Polda Metro Jaya

Baca Juga: Lieus Sungkharisma Tak Penuhi Panggilan Penyidik Terkait Makar, Ini Alasannya

Baca Juga: Dituduh Makar, Kivlan Zen Laporkan Balik Pelapornya

Baca Juga: Pengamat Hukum Duga Penetapan Tersangka Makar Bernuansa Politik

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BW Tak Hadiri Sidang Keempat Sengketa Pilpres
apahabar.com

Nasional

Syekh Ali Jaber Sebut Pelaku Penusuk Dirinya Orang yang Terlatih
apahabar.com

Nasional

Menteri Susi “Belajar” ke Pusat Ilmiah Monaco
apahabar.com

Nasional

Tragis, Babinsa Kodim 0402/OKI Tewas Diinjak Gajah Liar

Nasional

Kapolda Sumsel Minta Maaf ke Rakyat RI Soal Rp2 T Akidi Tio
apahabar.com

Nasional

3 Fakta Baru Seputar Uang Khusus Rp 75.000
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda, BNPB: 281 Tewas, 1.016 Luka-luka
apahabar.com

Nasional

KPK Diduga Tangkap Tangan Ketum PPP Romahurmuziy
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com